Rabu, 19 April 2017

MANUSIA KUTUB HABIL MENDAMBAKAN KEADILAN DAN KEHIDUPAN YANG RAHMATAN LIL ‘ALAMIN





REVOLUSI ISLAM ADALAH REVOLUSI YANG MEMILIKI KEPEMIMPINAN YANG ISLAMI DIMANA RAKYAT YANG TERTINDAS BERGERAK PADA SUATU POROS KEPEMIMPINANNYA SERTA MEYAKINI BAHWA NILAI KEPEMIMPINANNYA (IMAMAH) SAMA DENGAN NILAI RAKYAT KESELURUHANNYA (UMMAH)
Hsndwsp
Acheh – Sumatra
Di
Ujung Dunia






Bismillaahirrahmaanirrahiim
Manusia kutub Habil adalah manusia taklukan dan tertindas, rakyat yang sepanjang sejarah dibantai dan diperbudak oleh manusia kutub Qabil. Perlawanan manusia kutub Habil melawan manusia kutub Qabil adaklah menuntut keadilan dan kemer dekaan dengan kepercayaan yang teguh kepada Allah swt, RasulNya dan pemim pin mereka yang Islami (baca Ulil Amri mingkum). Bendera manusia Qabil senantiasa dikibarkan oleh penguasa despotic dimanapun, diseluruh Dunia hingga berakhir to tal saat kemunculan Imam Mahdi al Muntazhar dan Nabi ‘Isa bin Maryam as.

Revolusi muncul ketika penderitaan rakyat akibat persekongkolan “Fir’un, Karun, Hamman dan Bai’am” mencapai klimaksnya disuatu negeri manapun di dunia ini. Kekuasaan despotik yang dipicu oleh manusia-manusia kutub Qabil tidak akan berlangsung selamanya. Dimana saja kekuasaan yang despotik sudah mencapai klimaksnya, disitu rakyat yang mendambakan kedamaian dan keadilan bersatu ber barengan dengan kemunculan pemimpin kutub Habil untuk mengejawantah peme rintahan yang redha Allah bagi kaum Muslimin yang mayoritas disuatu negara dan pemerintahan alternatif bagi komunitas yang non Muslim.

Sejarah mencatat apa yang terjadi di Perancis, Unisovyet dan Iran. Satu-satunya re volusi yang langgeng sampai saat ini adalah Revolusi Islam Iran. Revolusi tersebut di picu oleh kesadaran manusia kutub Habil bersama pemimpin mereka dari kalangan yang sama status sosialnya. Revolusi Islam pertama adalah Revolusi Islam dibawah kepemimpinan Rasulullah saww di jazirah Arab untuk seluruh dunia sementara revolu si Islam sebelumnya hanya untuk kawasan - kawasan tertentu saja seperti revolusi yang dipinpin oleh Nabi Ibrahim, Musa dan ‘Isa bin Maryam as. Kalau kita analisa se mua revolusi tersebut, tidak satupun digerakkan secara kekerasan, namun pengua sa despotik zaman tersebutlah yang menghadapinya dengan kekerasan. Dari itu sungguh keliru kalau ada pihak yang membayangkan bahwa yang namanya revolu si Islam atau non Islam  itu diaplikasikan secara kekerasan.

Revolusi Islam Iran dibawah pimpinan Ayatullah Ruhullah Khomaini dan Syahid DR Ali Syariati cs adalah revolusi representant di zaman kita ini. Mayoritas rakyat Iran bersa tupadu dibawah poros kepemimpinan yang Islami dengan keberaniannya turun kejalan-jalan dengan menggunakan pakain serba hitam, menyerahkan dadanya untuk menahan peluru yang dimuntahkan para tentara Syah Palevi. Disaat darah para syuhada tergenang dijalan-jalan, para revolusioner yang berbaju serba putih mencelupkan tangan mereka dalam genangan darah, meneriakkan pekikan Allahu Akbar sambil menghadapkan wajah mereka ke arah kiblat hingga senjata ditangan para tentara berjatuhan dan sebahagian besart berpatah balik memihak para revolusioner. Saat itu orangtua merekapun memiliki kesabaran yang luar biasa mene rima kesyahidan putra-putri mereka demi menggapai redha Allah swt.

Inspirasi yang mereka miliki adalah kepedihan Abu Dzar Ghifari di Rawadhah dan pe ngorbanan darah dan Airmata Imam Hussein di Karbala Irak. Abu Dzar Ghifari tidak mengajak kaum mustadhafin untuk melawan kezaliman dengan kekerasan tetapi dengan seruan yang haq kepada penguasa saat itu, lalu pe nguasa membuang nya bersama Isterinya dan seorang putrinya ke suatu tempat yang tidak ada seo rang manusiapun disana hingga Abu Dzar dan keluarganya meninggal dalam kea dan lapar dan dahaga.

Imam Hussein bersama 72 orang keluarga dan sahabat setianya juga tidak melaku kan kekerasan dalam revolusinya menyirami “pohon Islam” yang sudah kering dita ngan Yazid bin Muawiyah, dengan darah dan airmata. Namun demikian manusia kutub Qabil selalu membayangkan bahwa revolusi itu dilaksanakan secara kekera san. Mereka membuat propokasi demikian agar mereka dapat menakutkan manu sia kutub Habil hingga sabar menderita dan hinaan sampai anak cucu mereka di negara mereka sendiri, menerima nasehat para Bal’am saat meninabobokkan mereka. Manusia-manusia Qabil tau persis bahwa merekalah yang menghadapi revolusi manusia kutub Habil dengan kekerasan yang sangat mengerikan di planet Bumi ini. Justeru itulah revolusi itu jarang terjadi dan manusia-manusia Qabil hidup berfoya-foya diatas penderitaan manusia-manusia Habil. Manusia kutub Habilk bukanlah makhluk yang bodoh tetapi kesempatan menuntuk ilmulah yang dijauh kan manusia kutub Qabil bersamaan dengan dijauhkannya mereka dari pembenda haraan dunia. Secara Islami harta kekayaan Negara adalah milik rakyat seluruhnya tetapi diambil alih oleh penguasa Qabil bagaikan milik moyangnya. Emas di Papuwa bukan saja cukup untuk rakyat papua tetapi cukup juga untuk rakyat kawa san lainnya di Jawa, Kalimantan dan juga bahkan Acheh – Sumatra. Apalagi di Acheh – Sumatra juga banyak “emas hitamnya” serta kekayaan jenis lainnya yang juga menjadi cobaan bagi penguasa-penguasa untuk mensejahteraan rakyat atau hanya untuk keluarga dan kolega mereka sendiri.

Andaikata manusia Habil ingin berevolusi tidak dibenarkan Allah kecuali munculnya kepemimpinan yang benar-benar Islami dan memiliki kharismatik yang tinggi dite ngah-tengah masyarakat kutub Habil. Dengan cara demikianlah manusia kutub Ha bil terjamin, tidak melakukan kekerasan kecuali sekedar untuk membela diri. Sayang sekali saat kita menyaksikan revolusi di Bahrain bahwa mereka menahan peluru begi tu saja bagaikan Habil bin Adam dulu merelakan dibunuh oleh Qabil tanpa menga dakan perlawanan sedikitpun. Sebaliknya “revolusi rakyat” di Timur Tengah pada u mumnya tidak memiliki pemimpin yang benar-benar Islami, akibatnya revolusipun berjalan ditempat. Paska kejatuhan kekuasaan Qabil, negara tetap tidak berobah system pemerintahannya walaupun Revolusi Islam Iran tidak jauh dari kawasan me reka hingga berkemungkinan untuk menganalisa bagaimana caranya rakyat Iran menggapai keberhasilan revolusinya.

Revolusi Rakyat di Tunisia, Libiya dan Mesir secara umum dapat kita katakan tidak berhasil, kecuali hanya Tunisia yang ada sedikit perobahan. Saat itu kita berbeda pendapat dengan beberapa pengamat kawasan Timur Tengah sendiri, dimana me reka yakin bahwa itu rebolusi Islam yang terinspirasi dari Revolusi Islam Iran. Kita kata kan bahwa itu bukan Revolusi Islam dan tidak terinspirasi Revolusi Islam Iran. Kita kata kan itu adalah Revolusi Rakyat. Rakyat memang sadar tetapi pemimpin yang Islami tidak muncul. Buktinya Rakyat Mesir secara mayoritas sadar hingga mengamanah kan kepada Muhammad Mursi agar memutuskan hubungannya dengan Arab Saudi dan Israel. Realitanya begitu Mursi duduk di kursi empuknya, langsung mengadakan kunjungan perdananya ke Arab Saudi. Beberapa bulan kemudian terungkap juga hubungan rahasia Mursi dengan Zionis Israel. Lalu rakyat Mesir berdemo memprotes Mursi yang tidak menjalankan amanah mereka. Akhirnya kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh militer dibawah pimpinan Al Sisi, hingga mendepak Mursi keluar lalu memenjarakannya. Andaikata Mursi pemimpin yang Islami pastilah belajar pada keberhasilan Republik Islam Iran, memutuskan hubungan dengan musuh, baik musuh luar maupun musuh dalam selimut (baca Arab Saudi yang zionis). Betapa pilunya kita ummat Islam kutub Habil saat Mursi tidak mau menjalankan amanah rakyatnya yang sadar itu. Sepertinya ideology Hassan al Banna dan Sayid Qutub sudah terkubur di Mesir, dimana Ikhwanul Muslim sudah mengalami dekaden, sementara Imam Khomaini dan Ali Syariati “tetap hidup” di Republik Islam Iran dan bahkan gaung revolusinya terasa keseluruh pelosok Dunia.

Keempat jenis manusia “Fir’un, Hamman, Karun dan Bal’am”  selalu tampil setiap za man dan diseluruh dunia termasuk di Indonesia sebagai pendukung statusquo dan penentang perubahan sosial. MUI, FPI dan semacamnya, berdaya upaya termasuk memfitnah Gubernur dan Presiden yang berwawasan kemanusiaan.

Seharusnya penduduk Jakarta berterimakasih kepada Jokowi dan Ahok disebabkan dengan kemunculan mereka berdua dan segenap pendukungnya, Indonesia terbe bas daripada gaung Revolusi yang sudah barang pasti banyak meminta pengorba nan darah dan airmata. Prediksi kita kalau perobahan yang dilakukan kedua pemim pin tersebut akan membawa rahmat bagi manusia Indonesia keseluruhannya. Walaupun Jokowi dan Ahok bukan pemimpin Islam tetapi sepakterjangnya Islami. Secara jujur harus kita akui bahwa belum pernah seorang pemimpinpun di Indonesia yang memiliki karakter merakyat macam Jokowi dan Ahok cs. Fenomena ini terbukti setelah mereka berdua pertama sekali menduduki posisi Gubernur dan wakilnya di Jakarta. Setelah Jokowi terpilih sebagai presiden dan Ahokpun otomatis menjadi Gubernur Jakarta, Indonesia terasa sudah mulai berobah, dimana banyak politikus manusia kutub Qabil kebakaran jenggotnya, hingga berdaya upaya untuk meleng serkan Jokowi dan Ahok dengan cara memfitnah keduanya.

Umumnya para Bal’am di lembaga MUI dan FPI yang berjubah Islam tetapi sepakter jang mereka sungguh tidak Islami, semoga manusia Habil Indonesia tidak terkecoh dengan profokasi mereka. Prediksi kita Jokowi dan Ahok telah merapatkan barisan nya dengan pemimpin-pemimpin manusia Habil di luar negeri. Realitanya walaupun politikus kalangan Qabil pada mulanya tidak segan-segan menghina dan mengejek Jokowi tetapi sekarang terbukti bahwa Jokowi itu memang pintar, jujur, berani dan kawi, demikian juga Ahok alias Basuki Cahaya Purnama.

Apabila program Jokowi dan Ahok tidak terhalangi, satu saja program pengembali an harta negara menjadi milik Rakyat seluruhnya, sungguh luarbiasa beruntungnya bagi Rakyat Indonesia, kenapa?. Sebagaimana kita ketahui bahwa pengutusan wa kil Tuhan ke planet Bumi ini silih berganti sebagai pemimpin manusia kutub Habil, di samping mengajarkan manusia akan halal dan haramnya, utamanya adalah mem bebaskan mereka dari belenggu yang menimpa kuduk-kuduk mereka.   (QS,7:157 & QS, 90:12-18) Sebagaimana kita ketahui bahwa bahan baku manusia terdiri dari tanah tembikar dan roh suci, kebutuhan manusia juga harus terpenuhi dengan 4 sehat 5 sempurna sebagai kurikulum perut yang berasal dari tanah, kurikulum otak haruslah ilmu yang diturunkan di Masy’arul Haram (baca Hikmah) agar manusia tidak sesat jalan hidup nya di Dunia yang akan fana ini hingga menuju Akhirat yang kekal selama-lamanya di dalam Surga bukan dalam Neraka. Sementara manusia kutub Qabil kekal juga se lama-lamanya dalam Neraka.

Untuk menggapai kurikulum perut dan otak, wakil Tuhan pertama (baca Adam) cu kup disediakan Allah swt, fasilitas untuk kurikulum otak dan perut bagi anak keturu nannya tetapi Qabillah manusia pertama yang menjauhkan manusia kutub Habil dari pembendaharaan Dunia. Tidak cukup sampai disitu kezaliman manusia perta ma  di planet Bumi ini bahkan Habilpun dibunuhnya agar semua cita-cita yang tidak manusiawi dapat digapainya. Setelah priode Qabil berlalu, muncullah qabil-qabil lainnya sampai jaman kita ini, menjauhkan manusia kutub Habil dari pembendahara an Dunia.

Lalu kalau muncul pemimpin yang merakyat dan berwawasan kemanusiaan, apa kah kita tidak beralasan untuk mendukungnya dengan fasilitas apasaja yang kita miliki? Jokowi dan Ahok cs bisa saja tidak sampai menjadi manusia yang mampu keluar dari 4 penjara yang dipaparkan Pemikir tercerahkan, Syahid DR Ali Syariati dari Republik Islam Iran, hingga berakibat menyesal di Akhirat nanti. Tetapi bagi rak yat Indonesia memiliki kesempatan untuk memenuhi kebutuhan kurikulum otaknya hingga menggapai Surga kelak dengan difasilitasi media penggapaian finansial bagi seluruh Indonesia secara adil, kendatipun mungkin baru digapai oleh pendu duk Jakarta, belum sampai seluruh Indonesia. Kalau sebelumnya penduduk Jakarta mustahil menggapai kurikulum otak di sebabkan kehidupan hariannya difokuskan pada mencarin sesuap nasi bagi keluarganya, hingga tidak punya waktu untuk meraih kurikulum otak. Apalagi kita dapat info bahwa Jokowi akan mendirikan Uni versity Islam Inter nasional di Indonesia. Semoga Jokowi cs dapat merealisasikan program kurikulum otak rakyat Indonesia dengan mendatangkan para ahli pikir yang brillian dari seluruh Dunia, bukan yang tinggi titelnya tetapi yang terterpenting memiliki wawasan kemanusiaan dan bermental Islami. Kalau program ini berhasil direalisasikan barulah Indonesia Baru bukan lagi basa-basi alias cet Langit.

Sebelum kita tutup literatur ini rasanya perlu kita infokan bahwa Nabi Muhammad sebelum memimpin Ummatnya kerap dicaci dan dianggap remeh oleh kaum Quraisyt. Nabi Yusuf juga sebelum menjadi bendaharawan Mesir dan penanggung jawab ekonomi rakyat Mesir, sering juga dihina, di remehkan dan beliau dianggap pengembala Kan’an sebelum dijadikan budak oleh Bani Israel lainnya (baca sauda ra Nabi Yusuf sendiri, terutama Yahuda), namun akhirnya Nabi Yusuflah yang mam pu menghapus system perbudakan di Mesir kala itu. Dua contoh diatas adalah para Nabi tetapi Imam Khomaini adalah guru biasa di Hauzah tetapi mampu memimpin Iran hingga menjadi negara Islam satu-satunya yang sangat disegani musuh sampai hari ini. Yang ingin kita katakan adalah bahwa Jokowi juga sering dianggap remeh bahkan dihina dan dicaci kendatipun Jokowi tidak pernah membalas keburukan mereka. Kini setelah beliau dipilih sebagai presiden ternyata beliau mampu memim pin secara Islami kendatipun banyak sekali rintangannya, politikus-politikus yang ber statusquo untuk mengembalikan system negara sebagaimana diaplikasikan sebe lumnya oleh manusia-manusia kutub Qabil. Demikian juga Ahok yang memiliki karak ter yang sama dengan Jokowi hanya berbeda dalam mengekspresikan bahasanya saja, dimana para politikus salah makan obat sering menuduh Ahok kasar dalam berkomunikasi dengan mereka. Sebetulnya mereka tidak punya alasan lain untuk membenci Ahok, buktinya Jokowi yang terlalu tinggi yang lembut dalam berkomuni kasi juga mereka benci. Hemat saya justeru komunikasi gaya Ahok yang sangat cocok untuk memimpin manusia kutub Qabil yang degil itu, kalau tidak bisa menya darkan mereka yang tenggelam dalam statusquonya minimal Ahok perlu memberi kan pukulan telak kepada politikus yang salah makan obat itu. Kita ingat saat Imam Ali diminta bantuan oleh Muhammad bin Abubakar untuk menghadapi musuh yang demikian besar dari barisan Muawiyah bin Abu Sofyan, Qabil nomor 3 setelah Fir’un dan Samiri, mengizinkan Muhammad bin Abubakar untuk menggunakan bahasa apa saja yang membekas di benak mereka.

PENUTUP
Dulu Manusia disediakan fasilitas yang serba cukup dan gemerlap di alam Surgawi tetapi Wakil Tuhan dan permaisurinya Hawa tidak cukup hanya sekedar kesena ngan bagi mereka berdua tanpa memiliki anak keturunannya. Justeru itulah mereka berdua memberontak terhadap tatanan Allah (baca alam Surgawi). Akibatnya me reka diturunkan ke Dunia. Perlu digarisbawahi bahwa tidak satu makhlukpun yang dibenarkan berontak atau berevolusi atas tatanan Allah kecuali Adam dan Hawa. Sedangkan memberontak atas tatanan manusia kutub Qabil dibenarkan dengan syarat-syarat tertentu.

Para alimpalsu kerap berceramah bahwa kaum hawa adalah penyebab kaum Adam melakukan korupsi dengan alasan para isterilah yang menggoda Suami me reka hingga melakukan larangan Allah yang mengakibatkan kelak masuk Neraka. Ala san mereka Hawalah yang merayu Adam agar mau memakan buah Khuldi yang dipropokasi Syaithan sebagai buah kekal, dimana kalau Adam dan Hawa mau ma kan buah tersebut mereka kekal dalam Surga. Namun secara philosofis Adam dan Hawa tau persis bahwa itu bukan buah Khuldi sebagaimana dinamakan Syaithan tetapi buah ke’arifan. Artinya mereka berdua sadar bahwa di alam Surga wi mere ka tidak produktif walaupun memiliki segala fasilitas gemerlap lainnya. Juste ru itulah mereka memberontak tatanan Allah dengan sengaja memakan buah kearifan hingga mereka walaupun diusir dari Surga, mereka mulai bisa berproduksi serta bebas berbuat dengan segala resikonya, walaupun mereka sudah berobah statusnya dari “Malaikat” menjadi Manusia. 

Billahi fi sabililhaq
     hsndwsp
         di
Ujung Dunia


25 RASUL YANG WAJIB DIKETAHUI DAN DIIMANI?
Adam a.s
Idris a.s
Nuh a.s
Hud a.s
Shaleh a.s
Ibrahim a.s
Luth a.s
Ismail a.s
Ishaq a.s
Ya'kub a.s
Yusuf a.s
Ayub a.s
Syueb a.s
Musa a.s
Harun a.s
Zulkifli a.s
Daud a.s
Sulaiman a.s
Ilyas a.s
Ilyasa a.s
Yunus a.s
Zakariya a.s
Yahya a.s
‘Isa a.s
Muhammad saww

12.       IMAM YANG WAJIB DIKETAHUI, DIIMANI DAN DIIKUTI
1. Imam Ali bin Abi Thalib Amirul Mukminin a s
2. Imam Hasan bin Ali Al-Mujtaba a.s.
3. Imam Husain bin Ali Sayyid Asy-Syuhada a.s. 
4. Imam Ali Zainal Abidin As-Sajjad a.s.
5. Imam Muhammad bin Ali Al-Bagir a.s.
6. Imam Ja’far bin Muhammad Al-Shadiq a.s.
7. Imam Musa bin Ja’far Al-Khadzim a.s.
8. Imam Ali bin Musa Ar-Ridha a.s.
9. Imam Muhammad bin Ali Al-Jawad-At-Taqi a.s.
10. Imam Ali bin Muhammad Al-Hadi- An-Naqi) a.s.
11. Imam Hasan bin Ali Al-‘Askari a.s.
12. Imam Muhammad bin Hasan Al-Mahdi Al-Muntazhar a.s. yang dijanjikan dan dinantikan. (read less)

"Qur-an itu tidak akan disentuh kecuali orang-orang yang suci" (QS.56;79
Qur-an banyak dicetak di negara-negara non Islam sepertri Cina. Pertanyaannya apakah orang cina yang non Moslem tidak menyentuhnya? Berarti itu bukan ayat muhkamat tetapi mutasyabihat.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar