Senin, 31 Oktober 2011

KWALITAS UMMAH DAN IMAMAH SANGAT MENENTUKAN KEBERLANSUNGAN SUATU REVOLUSI


BETAPA SERING SUATU REVOLUSI "MEMAKAN ANAK - ANAKNYA" SENDIRI
"KUMAN" YANG TERPENDAM DI BAWAH TANAH MENJADI "KEPOMPONG"
TEMANMU YANG DULU MELAMBAIKAN TANGAN
BERPATAH BALIK MENGEPALKAN TINJU 
JUSTERU ITU WASPADALAH
hsndwsp
Acheh - Sumatra
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Dulu ada revolusi Perancis yang terkenal dengan renaissance yang bermakna "kembali". Dibawah pimpi nan Mrtin Luther, mereka menemukan kembali jalan yang benar dalam hidup di Dunia kendatipun belaka ngan Kembali dekaden sebagaimana kita saksikan di Eropa dan Amerika Serikat dimana mereka kembali tenggelam dalam sepak terjang "Kapitalisme" yang sangat merugikan kemanusiaan. 99 % rakyat AS dan Eropa pada umumnya sekarang menjadi korban kapitalisme yang di mainkan fenomena 1 % (baca kapita lis).

Revolusi Perancis terjadi akibat sepakterjang ulama-ulama palsu plus penguasa yang korup, menampilkan spakterjang yang hipokrit. Mereka senantiasa mengatakan bahwa untuk menjadi manusia yang saleh, kita tidak boleh kawin supaya cinta kita semata-mata kepada Tuhan. Untuk itu mareka juga mengatakan bah wa manusia tidak boleh makan binatang berdarah. Alasannya akan memicu sexualitas hingga cinta kita beralih kepada lawan jenis. Mereka menganjur kan agar manusia makan buah-buahan, sayur-sayuran dan telur-teluran. Ironisnya para agamawantersebut makan daging secara sembunyi-sembunyi. Akibatnya me reka juga berzina direlung-relung gereja.

Akibat sepakterjang yang hipokrit itu, para intelektual akhirnya berontak. Sebahagian mereka beralih kepa da Markist Sosialis atau Atheis, sementara yang lainnya tetap percaya pada Tuhan. Mereka pada mula nya menemui ajaran 'Isa bin Maryam murni dibawah pimpinan Martin Luther. Komunitas pencetus Revo lusi Perancis tersebut terkenal denga istilah 'Kristen Protestant'. Para intelektual yang mantap Ideology itulah yang mencetuskan Revolusi.

Menarik sekali ketika kita mempelajari revolusi Islam Iran dimana para ulama ideolog dan intelektual yang Ulama (baca Imam Khomaini dan DR Ali Syariati), menggerakkan roda revolusi yang diikuti oleh segenap lapisan masyarakat. Keberhasilan revolusi Iran bukan saja sekedar menumbangkan rezim Syah Reda Palevi yang diktator dan korup tetapi juga berhasil membangun system yang belum ada duanya de wasa ini, yakni "Wilayatul Fakieh", dimana sungguhpun dikepalai oleh seorang Presiden sebagai man dataris MPR, para Ulama (Fakieh) adalah pemegang kunci systemnya. Dengan kata lain diatas kedudu kan Presiden dan DPR masih ada lembaga tertinggi negara lainnya yaitu 12 orang Ulama Fakieh. Diatasnya masih ada satu tingkat lagi yang disebut "Imam", dimana dulunya ditempati Imam Khomaini dan sekarang digantikan oleh Ayatullah Sayyed Ali Khamenei.

Untuk memahami Wilayatul Fakieh silakan klik disini: http://www.princeton.edu/lisd/projects/PORDIR/research/wilayat%20al-faqih.pdf

Latar belakang revolusi Islam Iran:
Iran jaman Syah Rezda Palevi juga memiliki "Ulama" sebagai supporter nomor wahid, dimana sepak termjang ulama ini bukan untuk membimbing rakyat jelata agar tidak sesat dalam hidup di Dunia sebagai mana tugas Ulama Warasatul Ambya, melainkan untuk melanggengkan kekuasaan "Majikannya". Fenome na ini dapat dilacak di Saudi Arabya, Mesir, Libya dan hampir seluruh negara di Timur Tengah. Mung kin anda masih ingat ketika "ulama" Saudi Arabya berfatwa bahwa haram hukumnya melawan Muammar Gaddafi. Apabila kita menganalisa bagaimana sepak terjang ulama di Saudi Arabya, kita mampu menarik kesimpulan bahwa fenomena ulama yang demikian bukan saja di Arab Saudi tetapi juga diseluruh negara yang penduduknya beragama Islam mayority. Apabila anda hanya terbatas pada para ulama di Saudi A rabya saja, dapat dipastikan anda belum mampu memahami fenomena secara ideology. Anda menmaha mi bahwa ulama Saudi Arabya tidak benar hanya setelah mendengar langsung pernyataan ulama yang malang itu tetapi anda tidak mampu menemukan fenomena lain dimana memiliki "anatomi" yang sama da lam perspektif ideology.

Akibat menyaksikan sepak terjang penguasa Zalim plus ulama palsu demikian menyebalkan, membuat mereka (baca sebahagian rakyat Iran) berkesimpulan justru Markis Sosialislah yang benar, bukan Islam. Mereka tidak mampu memahami bahwa itu bukan Ulama dan bukan penguasa Islam tetapi ulama dan pe nguasa yang sekedar mengaku beragama Islam dengan hanya bermodalkan ucapan "Dua Kalimah Syaha dah" tanpa memahami esensinya. Justru itu negara manapun yang dikepalai penguasa dengan dukungan ulama palsu alias ulama "Bal'am", kehidupan rakyatnya lebih buruk dari negara-negara yang dikepalai oleh non Islam. Untuk lebih jelas lihatlah Indonesia yang dikepalai oleh jenis "manusia" seperti itu, dima na sejak dari Soekarno sampai Yudhoyono, rakyat jelata senantiasa menderita hidupnya, sementara seba hagian yang lainnya yang berpendidikan sampai keperguruan tinggi tetap shaja terlena oleh sepak terjang ulama pensupport penguasa hipokrit tadi.

 Ketika sebahagian rakyat Iran menyaksikan fenomena yang merugikan rakyat jelata, mereka berduyun-duyun masuk Komunis atau Atheis.Tetapi alhamdulillah kemunculan Ayatullah Imam Khomaini dan DR Ali Syari'ati,  untuk mendefinisikan Islam kembali atau menampilkan Islam yang originier, membuat mere ka kembali menjadi Monotheis setelah terlanjur masuk Atheis beberapa lama. Sehubungan dengan persioalan ini lihatlah di Esensi Haji I, II, III dan IV: http://achehkarbala.blogspot.com/2009/06/esensi-haji-3.html

Pembaca yang mulia!
Betapa anehnya kita yang menyaksikan revolusi rakyat sedunia sekarang ini yang dimulai dari Tunisia hingga terinspirasi ke seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, bahkan sampai ke Amerika Serikat dan seba hagian besar kawasan Eropa dan Asia, masih saja terlena. Apa yang membuat kita terlena? Ketika kita analisa kenapa suatu komunitas manusia terlena dalam hidupnya, kita menemukan bahwa masalah yang paling fundamental adalah ketidak benaran tujuan hidup kita. Memang kita mengaku beragama Islam, me mang kita mengucapkan dua kalimah syahadah tetapi pemahaman agama kita sebatas ritual saja, yaitu Mengucapkan dua kalimah syahadah, shalat, Shaum dan naik haji yang bertujuan sekedar mendapat ampunan dosa. Pemahaman agama semacam itu sangat menguntungkan penguasa zalim plus ulama palsu nya. Islam satu dimensi adalah Islamnya orang awwam. Mereka berkemungkinan besar dimaafkan Allah disebabkan alasan-alasan yang dibenarkan Allah sebagaimana Allah swt memasukkan anak yang mati sebelum baligh ke dalam Surga walaupun anak orang munafiq sekalipun apalagi anak orang non Islam

Perlu juga kita perjelas bahwa revolusi rakyat berkemungkinan berhasil dengan alasan bersatu padu dalam fenomena 99 % rakyat di Dunia yang sama sama menderita ekonomi dibawah domonasi kaum kapitalis yang berjumlah hanya 1 %. Fenomena ini masih merupakan langkah pertama. Betapa sering suatu revolusi memakan "anak-anaknya" sendiri. Betapa sering setelah tumbangnya kekuasaan despotik, kuman-kuman yang terpendam di bawah "permukaan tanah", menjadi "kepompong" untuk selanjutnya berpatah balik menyerang "esensi" revolusi dengan telak sekali hingga kezaliman dalam bentuk lain menjelma tanpa disadari, sudah berada dalam kondisi seperti yang dialami sebelumnya. Sahabat yang dulu melambaikan tangan sekarang berpatah balik, mengacungkan tinjunya. Apabila tujuan hidup mayoritas ummah belum benar menurut "kaca mata" Allah swt sebagai Pemilik Alam Semesta, besar kemungkinan revolusi akan menemui kegagalan. Memang kita telah mengalahkan musuh tetapi kita berhadapan dengan teman kita sendiri yang tidak memiliki tujuan hidup untuk mencari redha Allah. Tujuan hidup mereka untuk mencari kesenangan Dunia semata-mata, demi tercapai tujuannya mereka halalkan apa saja.  Dari itu waspadalah........... 



Billahi fi sabililhaq

hsndwsp

di Ujung Dunia



video
video
 
 
 
 

Sabtu, 29 Oktober 2011

ALLAH MENUNTUT PEMAHAMAN ATAU MA'RIFAH KEPADA SETIAP HAMBANYA YANG BERILMU TETAPI DIMAAFKAN KAUM AWWAM DAN ORANG-ORANG YANG TIDAK MEMILIKI KESEMPATAN UNTUK MENIMBA ILMU AKIBAT DIJAUHKAN PENGUASA ZALIM DARI PEMBENDAHARAAN DUNIA



ISLAM ADALAH AGAMA BERSYSTEM. DARI ITU ADALAH KELIRU 180 DERAJAT
ORANG-ORANG YANG MENGIRA AQIDAH ITU HANYA MEN GUCAPKAN
DUA KALIMAH SYAHADAH.
LAILAHAILLA ALLAH, MUHAMMADUR RASULULLAH
HANYALAH RUMUSAN AQIDAH.
UNTUK MEMAHAMINYA DIPERLUKAN "MAKRIFAH AQIDAH"
SECARA ESENSI
hsndwsp
Acheh - Sumatra




Bismillaahirrahmaanirrahiim
Mari kita saksikan apakah rakyat Indoesia punya nyali atau tidak. Andaikata Yudhoyono mundurpun sama saja digantikan oleh orang-orang yang tidak berbeda sepak terjangnya dengan Yudoyono. Renungkanlah sejak dari Soekarno sampai Yudhoyono apa yang dapat diharapkan rakyat dari penguasa Indonesia? Kuncinya adalah "system", bukan pergantian wajah baru tetapi sepak terjangnya tidak berbeda. Yang terjadi di Indobnesia paska diktator dan koruptor Suharto adalah giliran kesempatan untuk menipu rakyat dan korupsi yang sudah membudaya. Sepertinya sudah sepakat mayoritas orang indonesia untuk tetap dalam lingkaran setan, ironisnya masih saja mempropokasi orang Acheh - Sumatra, West Papua dan Republik Maluku Selatan (RMS) agar tetap dalam system yang menzalimi kaum mustadhafin tersebut. Lebih ironis lagi para alim palsu dalam system duplikat, "Firun, Karun dan Bal'am" itu tidak sadar bahwa mereka telah mengambil posisi "Bal'am" hingga mayoritas rakyat Indonesia terlena dengan sepak terjang para alim palsu tersebut.


Siapa saja yang bersatupadu atau bahasa tegasnya, bersekongkol dalam system yang menzalimi kaum mustadhafin akan masuk neraka bersama penguasa yang zalim kelak. Ini memang penjelasan yang paling menyakitkan bagi mereka yang bersekongkol dalam "bahtera" yang sedang dikendalikan oleh persekongkolan "Firun, Karun dan Bal'am" itu. Seharusnya andaikata mereka bukan orang alim tipe "Bal'am", merekalah yang berdaya upaya membela kaum dhuafa Indonesia yang umumnya tinggal di gubuk-gubuk derita, di bawah titi kota Metropolitan dan di tempat-tempat kumuh lainnya agar mereka juga dapat mendapat "rahmatan lil'alamin", hingga dapat menyekolahkan anak-anak mereka agar mengenal jalan hidup yang benar di Dunia ini dan dapat berdoa kepada orang tua mereka yang tidak memiliki kesempatan untuk belajar bagaimana seharusnya hidup di Dunia yang akan fana ini. Ironisnya lagi sebahagian mereka sudah belajar ke Republik Islam Iran, satu-.satunya system yang redha Allah dewasa ini tetapi mereka masih mengidentifikasi diri sebagai orang Hindunesia. Apakah kaum muslimin yang beriman kepada Rasulullah dulu setelah melalui "Ba'at Aqaba", masih mengidentifikasi diri sebagai orang dalam system Abu Sofyan di Mekkah kala itu? Malah orang yang telah mengaku beriman kepada Allah dan Rasulnya tetapi tidak bersedia untuk Hijrah keMadinah, ditegur Allah bahwa mereka belum beriman kalau tidak Hijrah.


Allah berkata: "Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?.” Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah).” Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?.” Orang-orang itu tempatnya dalanm neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali" [An Nisaa' (4): 97]


Yang dimaksud dengan orang yang menganiaya diri sendiri di sini, ialah orang-orang muslimin Mekah yang tidak mau hijrah bersama Nabi sedangkan mereka sanggup. Mereka ditindas dan dipaksa oleh orang-orang kafir ikut bersama mereka pergi ke perang Badar; akhirnya di antara mereka ada yang terbunuh dalam peperangan itu.

Allah juga berkata: "Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" [An Nisaa' (4): 100]


Sebahagian orang Indonesia memang sudah hijrah tetapi hanya badannya saja sedangkan pikirannya masih bersama Hindunesia. Hal ini terindikasi bahwa mereka senantiasa mengekspos pikiran penguasa Indonesia yang bathil, mulai dari Soekarno sampai Yudhoyono cs. Sebahagian mereka sudah belajar di Qum Iran tetapi kebathilan Pancasila mereka masih tidak tau hingga bangga mengekspose pernyataan penguasa Indonesia bahwa Pancasila itu alat pemersatu bangsa dengan alasan Indonesia itu multi agama. Tidakkah mampukah mereka menganalisa, apakah Republik Islam Iran tidak multi agama? Dengan ideology apakah pemimpin mereka mempersatukan rakyatnya?


Kalau orang Mekkah yang tidak hijrah ke Madinah, dibawa serta oleh Abu Sofyan cs untuk memerangi orang Islam di Madinah, orang Indonesia yang bersekongkol dalam system tersebut juga bertanggung jawab kelak terhadap orang-orang yang dibunuh oleh tentara dan polisi Indonesia di Acheh - Sumatra, West Papua, Maluku Selatan dan juga di pulau jawa sendiri, kendatipun yang dibunuh itu orang non Islam sekalipun. Ini adalah makna "System". Dengan kata lain, aqidah kita akan sirna ketika kita bersatupadu dalam "bahtera" yang mezalimi kaum mustadhafin. Perlu diketahui bahwa kaum mustadhafin yang tidak sanggup hijrah badannya disebabkan "miskinnya" untuk keluar dari pulau yang dikelilingi laut, akan dimaafkan Allah dengan terpaksa "bertaqiyyah". Mereka pastinya lebih baik dari orang yang hanya hijrah badannya tadi. Apakah terlalu rumit untuk dipahami?

From: Sunny <ambon@tele2.se>
To: Undisclosed-Recipient@yahoo.com
Sent: Saturday, October 29, 2011 4:38 PM
Subject: «PPDi» SBY-Boediono Gagal, Harus Berani Mundur


Ref: Kalau mereka berdua ini tidak berani mau mundur, apakah perlu dibantu oleh rakyat untuk dimundurkan? Jangan malu-malu kucing untuk meminta bantuan rakyat, mereka siap sedia untuk menolong kalian berdia untuk mundur!
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/10/28/272031/289/101/-SBY-Boediono-Gagal-Harus-Berani-Mundur
SBY-Boediono Gagal, Harus Berani Mundur
Penulis : Widjajadi
Jumat, 28 Oktober 2011 20:57 WI


Senin, 24 Oktober 2011

KEPERGIAN NYAWA MENINGGALKAN TUBUH BUKANLAH MATI TETAPI PROSES PERPINDAHAN DARI ALAM FANA KE ALAM QUBUR SEBELUM KE NERAKA ATAU SYURGA SEBAGAI SUNNATULLAH


ANDAIKATA KITA DIKEJAR HARIMAU ATAU MUSUH YANG DESPOTIK
KUBURAN ADALAM TEMPAT YANG AMAN BAGI ORANG YANG BERIMAN
TETAPI ANDAIKATA KITA DIKEJAR ULAR BERBISA DI DALAM KUBUR
DISEBABKAN KITA TERMASUK PIHAK YANG BERSEKONGKOL DENGAN PENGUASA DESPOTIK
MAU LARI KEMANA SOBAT?
hsndwsp
Acheh - Sumatra

Kita salut kepada rakyat di Timur Tengah yang sedang berevolusi dimana mereka tidak merasa takut walau pun menghadapi tentara dan polisi yang brutal dan sadis, hanya dengan tangan kosong. Fenomena ini sangat menyentuh hati kita untuk memahami apa yang membuat mereka tidak takut berhadapan dengan maut semen tara kita saksikan di Acheh - Sumatra hanya GAM yang memiliki senjata yang memiliki keberanian seperti itu. Masyarakat sipil Acheh - Sumatra akan lari langkah seribu ketika mendengar dentuman senjata yang dimun tahkan tentara terhadap komunitas mereka sementara rakyat Bahrain, Yaman tidak merasa gentar menghada pi tentara dan polisi yang bersenjata, bahkan sebahagian mereka menulis di bajunya: "Ready to die" Saya tidak bermaksud untuk mendiskreditkan orang saya sendiri, sepertinya ada factor lain yang membuat masyara kat Acheh - Sumatra berbeda dengan masyarakat Bahrain, Yaman dan sebagainya. Insya Allah akjan kita ana lisa dengan cermat nanti.




Tgk Hasan Muhammad di Tiro telah mengatakan dalam pertemuan dengan pejuang Acheh - Sumatra: "Kita tidak mati disebabkan perang tetapi kita mati disebabkan sudah tiba ajalnya". Apa yang dikatakan wali negara Acheh - Sumatra itu terbukti.  Banyak juga orang Acheh - Sumatra dan imigran yang tidak berperang yang berdomisili di kota Banda Acheh dan sekitarnya mati dihempas Tsunami. Rakyat Turkey belum berevolusi sebagaimana saudara mereka di kawasan lain Timur-Tengah, namun sebahagian orang Turkey mati juga aki bat gempa bumi baru-baru ini. Di Jepang banyak orang mati dihempas Tsunami walaupun tidak ada perang di Negara Sakura tersebut. Di Thailan, Australia Amerika dan kawasan lainnya banyak juga orang mati disebab kan banjir bukan perang.


Dalam kontek ini tidaklah beralasan bagi orang-orang yang membenci perang tetapi mendambakan keamanan walau "keamanan ndipasung". Allah juga tidak mewajibkan perang kecuali terpaksa untuk membela kaum mustadhafin dimana hidupnya menderita akaibat keserakahan penguasa yang hanya memperhatikan kehidu pan family dan konco-konconya saja. Kecuali RII, negara yang tergabung dalam Scandinavia dan Sebahagian negara Amerika Laten, dimana hampir seluruh Dunia ternyata hanya orang-orang yang termasuk dalam feno mena 1 % saja yang hidup mewah sementara fenomena 99 % dijauhkan dari pembendaharaan negara. Apabi la kondisi suatu negara demikian adanya, barulah Allah mewajibkan untuk berperang.


 Pada mulanya tentu diharuskan menyampaikan protes secara damai seperti yang kita saksikan di Timur Tengah, Afrika, Asia, Eropa dan Amerika Syarikat. Apabila penguasa menjawab protes rakyat yang 99 % dengan kekerasan, perang adalah solusinya. Hal ini sudah dilakukan oleh rakyat Libya. Disinilah kita ingatkan kembali kata wali negara Acheh - Sumatra, Tgk Hasan Muhammad di Tiro bahwa kita mati bukan disebab kan perang tetapi disebabkan sudah tiba ajalnya. Justeru itu mari kita lihat bagaimana kata Allah dalam hal perang:


1. "Diwajibkan ke atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu sedangkan ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Al Baqarah : 216)


2.   "Hai orang-orang yang beriman sukakah kamu aku tunjukkan sesuatu perniagaan yang menyelamatkan ka mu dari azab yang pedih? (iaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah de ngan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik jika kamu mengetahui." (As Soff : 10-11)


3.   "Kerana itu, hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat, berperang dijalan Allah. Barangsiapa yang berperang dijalan Allah, lalu gugur atau memperolehi kemenangan, maka ke lak kami akan berikan kepadanya pahala yang besar." (An Nisa' : 74)


4.  "Dan janganlah kamu mengira bahawa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki." (Ali Imran : 169)




5.   "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang dijalanNya dalam barisan yang teratur sea kan-akan mereka seperti satu bangunan yang tersusun kukuh." (As Saf : 4)


6a  "Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Qurais) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu, atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah meng gagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya. (QS. 8:30)




6b. "Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah yang membunuh mere ka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mu'min, de ngan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Pendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 8:17)




7.  Perjuangan di jalan Allah ialah berjuang menegakkan hukum Allah di dalam kehidupan manusia dan menja dikan undang-undang Allah itu didaulatkan sehingga menjadi perundangan yang mesti dituruti dan diikuti oleh semua golongan manusia. Firman Allah s.w.t: ".......Barang siapa yang tidak menghukum dengan apa yang ditu runkan oleh Allah (hukum Allah) Maka sesungguhnya mereka termasuk ke dalam golongan yang zalim." (Al- Maidah : 44) ".......Barang siapa yang tidak menghukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah (hukum Allah) Maka sesungguhnya mereka termasuk ke dalam golongan yang kafir." (Al-Maidah : 45) ".......Barang siapa yang tidak menghukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah (hukum Allah) Maka sesungguhnya mere ka termasuk ke dalam golongan yang fasik." (Al-Maidah : 47)




In relation;:


Syarat Berdoa.
“Dan Apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka katakanlah sesungguh nya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang memohon apabila ia memohon kepadaKu. Maka hendak lah mereka memenuhi (panggilan/perintah)Ku, dan beriman kepadaKu agar mereka mendapat petunjuk (bim bingan)”. (Al-Baqarah: 186)


Dunia atau Akhirat...
"Adakah kamu lebih redha dengan kehidupan dunia dari kehidupan akhirat? Tidaklah kehidupan dunia melain kan kesenangan yang sedikit jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat" Surah At-Taubah ayat 38


Alam Syurga atau Neraka..
Tiap-tiap yang bernyawa akan merasai mati dan bahawasanya pada hari kiamat sahajalah akan disempurna kan balasan kamu. Ketika itu sesiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke syurga maka sesungguh nya die telah berjaya dan ingatlah bahawa kehidupan di dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang yang terpedaya. (Surah Ali Imran 3: 185)


Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. (QS Ali Imran: 169)

       Billahi fi sabililhaq
               hsndwsp
          di Ujung Dunia


 
 
 

Minggu, 16 Oktober 2011

PERTUMPAHAN DARAH ANTARA HABIL DAN QABIL MERUPAKAN SIMBOLISASI PERTEMPURAN ANTAR YANG HAQ DAN YANG BATHIL


Kenapa pihak yang kuat (berkuasa) senantiasa berlaku semenamena terhadap pihak yang lemah (kaum dhu a`fa) Kenapa pihak penjajah tak pernah sadar untuk meninggalkan kerjanya yang senantiasa merugikan kema nusiaan yang pada hakikatnya merugikan diri mereka sendiri dihadapan Allah kelak. Untuk menjawab persoalan diatas tidak boleh tidak kita harus berpedoman kepada keputusan Pemilik Dunia itu sendiri dan sejarah kemanusiaan. Allah berfirman:"Dan tidaklah kujadikan jin dan manusia kecuali untuk tundukpatuh kepada Ku" (QS Azzariat 56).

Menurut ayat tersebut diatas terjadinya peperangan disebabkan adanya pihak yang tidak tunduk patuh kepada Allah sendiri. Perang pertama di permukaan Bumi ini menurut sejarah yang juga diabadikan Allah dalam Al Qur-anul Karim adalah perang antara Qabil dan Habil. Perang ini dimenagkan oleh Qabil di Dunia, namun di Akhirat kelak Justru Habillah yang menang sementara Qabil masuk neraka (kalah). Perang tersebut terjadi disebabkan ketidakpatuhan Qabil terhadap peraturan perkawinan yang telah ditetapkan Allah terhadap mereka.

Dibandingkan dengan pelanggaran yang dilakukan manusia-manusia diabad 21 ini yang membuat mereka saling berperang satu sama lainnya, Qabil hanya sedikit saja melakukan pelanggarannya. Pada mulanya, Qabil senantiasa tunduk patuh kepada Allah melalui RasulNya yang kebetulan ayahnya sendiri (Nabi Adam), kecuali undang-undang perkawainan. Namun lihalah, kendatipun sedikit saja ayat Allah yang tidak disetujui nya dapat membuat dia sebagai pembunuh pertama dalam sejarah kemanusiaan.

Sesuai dengan perkembangan manusia pada saat itu yang tak ada orang lain kecuali keluarga Nabi Adam sendiri, Allah menetapkan pasangan untuk berkeluarga: Qabil dengan Labuda dan Habil dengan Iklima. Hanya sedikit saja persoalannya, yaitu Iklima sedikit lebih cantik dibandingkan Labuda. Justru itulah yang membuat Qabil tidak tundukpatuh kepada Allah. Qabil menuduh ayahnya memihak kepada Habil, bahwa peraturan itu bukan dari Allah. Sebetulnya itu saja sudah membuat Qabil keluar dari Islam (murtad). Ketika Rasulullah Adam as mengadu kepada Allah tentang ketidakpatuhan Qabil terhadap PeraturanNya, Allah mewahyukan kepada Adam agar Qabil dan Habil mengadakan "Qurban", dengan ketetapan siapapun yang diterima pengorbanannya, dialah yang berhak mengawini Iklima.

Antara Qabil dan habil hampir tidak ada perbedaan yang signifikan, kecuali pekerjaan mereka. Qabil bekerja sebagai petani sedangkan Habil bekerja sebagai pengembala. Sebagai petani, Qabil mengklaim hampir semua tanah yang subur sebagai pemiliknya. Padahal Allah tak pernah memberikan hak untuk memiliki, kecuali hak pakai. Akibatnya dapat memudharatkan pihak yang lain dalam hal ini Habil adalah korbannya, dimana Habil terpaksa mengadakan pengembalaannya ke tempat yang agak jauh dari tempat tinggalnya. Dewasa ini kita juga dapat menyak sikan sepak terjang "Qabil-Qabil" modern, mengklaim semua tanah-tanah di daerah pegunungan sebagai pemiliknya (petani berdasi), yang membuat "Habil-Habil" menderita. Sementara para "Qabil" memiliki inkamperkapita yang begitu lumayan di kota-kota.

Sebagai Pengembala, Habil menyerahkan seekor binatang ternaknya yang paling baik untuk pengorbanan, sementara Qabil sebagai petani menyerahkan gandum layu. Justru keikhlasan Habil dan ketidak ikhlasnya Qabil, Allah hanya menerima pengorbanan Habil yang menjadi teladan bagi kita manusia yang mendiami planet Bumi ini. Sesuai peraturan pengorbanan yang ditetapkan Allah melalui RasulNya Adam as, Habillah yang berhak mengawini gadis yang diperebutkan (Iklima). Lalu Qabil tambah penasaran, bertekat untuk membunuh Habil tanpa berfikir panjang akan akibatnya yang merugikan diri sendiri di akhirat kelak, yakni kekal didalam neraka. Demikianlah "Qabil-qabil" Hindunesia-Jawa sekarang yang masih mengklaim dirinya sebagai orang Islam, sementara sepakterjangnya lebih keji daripada Qabil yang membunuh Habil dulu.

Pembaca yang mulia ! 
Andaikata Qabil termasuk orang yang tunduk patuh kepada Allah sebagaimana tujuan hidup manusia yang dinyatakan Allah dalam surah Azzariat ayat 56 tersebut diatas, sudah barang pasti perang dengan Habil tidak akan pernah terjadi. Kecantikan Iklima merupakan ujian bagi Qabil dalam mengarungi hidupnya. Sebagaimana kita ketahui bahwa manusia diuji Allah dengan berbagai ujian dan percobaan yang berfariasi dalam segi kwantitas dan kwalitasnya. Kadangkala kita diuji dengan harta, tahta dan wanita. Justru kita lihat Indunesia-Jawa diuji dengan banyaknya minyak bumi dan lain-lainnya di Acheh. Andaikata mereka tunduk patuh kepada Allah, sungguh mereka akan mengakui hak bangsa Acheh untuk menentukan nasibnya. Lalu mereka akan keluar dari bumi Acheh dengan suka rela, sementara bangsa Achehpun akan membantu mereka (kaum dhuafa) Jawa yang wajib mendapat bantuannya. Namun disebabkan mereka (baca pemimpin-pemimpin Hindunesia-Jawa) demikian penasaran, bahkan lebih penasaran daripada Qabil (moyangnya) yang membunuh Habil dulu, mereka menjadi gelap pikirannya untuk tetap bersikukuh menjajah Bangsa Acheh-Sumatra. Mereka tidaklah termasuk orang-orang yang tundukpatuh kepada Allah, sebaliknya mereka tundukpatuh kepada Thaghut, tuhannya Qabil-Qabil di seluruh pelosok dunia. 

Secara idiology, Qabil menjadi simbolisasi bagi siapasaja yang membunuh manusia yang lain tanpa keredhaan Allah baik secara indifidual ataupun secara massal seperti yang diaplikasikan " Qabil-qabil" Hindunesia-Jawa terhadap Bangsa Acheh - Sumatra, Papua dan Maluku. Demikianjugalah sepak terjang "Qabil-qabil" di seluruh pelosok dunia yang kita saksikan sejak dulu sampai sekarang ini. Justru secara idiologylah dapat kita pahami ketimpangan manusia-manusia "Qabil" yang tidak tundukpatuh kepada peraturan Pemilik Dunia ini, bersekongkol dengan "Qabil-qabil" manapun di seluruh planet Bumi ini.

Jadi persoalan perang adalah persoalan permusuhan. Persoalan permusuhan adalah persoalan ketidaktunduk patuhan manusia terhadap Peraturan Pemilik Alam semesta. Manusia sejati adalah manusia yang tundukpartuh kepada Allah (Habil-habil) sedangkan manusia palsu adalah manusia yang tidak tundukpatuh kepada Allah (Qabil-qabil). Secara idiology, bendera "Qabil" diwarisi oleh Namrud, Firaun, Kaisar-kaisar di Roma, Abu Sofyan bin Harb, Muawiyah bin Abi Sofyan, Yazid bin Muawiyah dan "Qabil-qabil" moderen diumanapun diseluruh pelosok dunia yang senantiasa sepak terjangnya merugikan kehidupan manusia. Sementara bendera "Habil" di perjuangkan Ibrahim, Musa, Isa bin Maryam, Muhammad bin Abdullah, Ali bin Abi Thalib, Hussein bin Ali di Karbala dan "Habil-habil" manapun yang berani menentang segenap bentuk penjajahan dimanapun di seluruh pelosok Bumi ini. 

Berbicara Habil dan Qabil, tak perlu kita mengatakan bahwa kami ini "Islam", "Kristein",Hindu", Budha" dan lain-lainnya. Semuanya adalah gombal pakai istilah Ustaz Ahmad Sudirman. Berbicara Habil dan Qabil adalah berbicara tentang kemanusiaan, berbicara tentang kemanusiaan adalah berbicara tentang "ketundukpatuhan kita" kepada Pemilik Alam Semesta.

Billahi fi sabililhaq
hsndwsp
di Ujung Dunia
----------

video
video
video
video



 2 komentar:

murgeh007 mengatakan...
Allahuakbar...3x Djroh that catatan Sejsrah Peradaban Manusia.
murgeh007 mengatakan...
Alhamdulillah, pencerahan jang djroh Tgk meuteuwah..

TEMPELAKAN YANG SANGAT MENYAKITKAN BAGI KAUM YANG ZALIM DAN HYPOCRITE


YANG BERSATUPADU DALAM SYSTEM THAGHUT
YANG MENZALIMI KAUM DHUAFA
HYPOCRIT DAN CORRUPT
hsndwsp
Acheh - Sumatra


AKIBAT YANG DIDERITA ORANG-ORANG DZALIM
YANG SETIA DAN TAAT PADA SYSTEM THAGHUT DAN SYSTEM DESPOTIK LAINNYA
DI SELURUH DUNIA

Di akhirat kelak manusia dibagi kepada 2 golongan, yaitu golongan yang hitam muram dan golongan yang putih berseri-seri (QS,3:106-107). Golongan yang hitam muram adalah golongan yang bersatu padu dalam system Thaghut yang menzalimi kaum dhuafa, kendatipun mereka mengaku diri sebagai orang yang beriman seba gaimana firman Allah: "Dan diantara manusia ada yang mengatakan: Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian, padahal mereka itu sesungguhnya bukanlah orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri, namun mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu, dan bagi mereka azab yang pedih, disebabkan mereka berdusta. Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka Bumi. Mereka men jawab: Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan. Ingatlah, se sungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, namun mereka tidak sadar." (QS,2: 8-12)

Keterangan diatas adalah ditujukan kepada orang orang yang mengaku diri sebagai orang orang yang beriman, namun mereka bersekongkol dalam system Thaghut yang menzalimi kaum mustadhafin. Perhatikanlah bagaimana sikap dan penampilan pembesar-pembesar dan orang-orang yang bersekong kol (kerjasama) dalam system Despotik. Dimulut mereka senantiasa keluar kata kata yang baik dan berwibawa, namun sesungguhnya mereka adalah zalim (membuat tandingan dengan Allah dan menukar ayat-ayatNya dengan nafsu dunia mereka).

Dalam alinia diatas kita memaparkan contoh orang-orang yang tergolong kedalam golongan yang hitam muram nanti, model yang menganggap diri beriman, padahal tidak. Sedangkan yang jelas-jelas mengaku non Muslim, buat apa kita paparkan. Justeru yang model "Maling teriak malinglah" yang perlu kita jelaskan agar mereka tau diri dalam berbicara dimana-mana, di mimbar Internet, telivisi, surat kabar, majalah, buletin dan sebagainya. Yang jelas mereka adalah pembohong-pembohong berlagak wibawa.

Selanjutnya orang orang yang putih berseri-seri wajahnya adalah orang-orang yang mengikuti petunjuk Allah, para Rasul dan para Imam yang diutus Allah sebagai huj jah buat manusia di kolong langit paska Rasulullah saww. Jelasnya adalah orang orang yang berada dalam system Allah atayu system yang tidak menzalimi kaum dhuafa. Mereka itulah orang-orang yang mendapat Ampunan Allah dari kesalahan ke salahan yang masuk dalam katagori "dapat" diampuni. Ketika Allah memerin tahkan petugasNya (Malaikat) untuk memasukkan orang-orang yang hitam muram wajahnya ke dalam Neraka, mereka memohon pada Allah:
1). Ya Allah ! Berilah kami kesempatan sekali lagi untuk hidup di dunia, agar kami dapat mentaati Engkau.

2). Ya Allah ! isteriku isteriku, anak anakku, (kalau kebetulan isteri atau anaknya termasuk dalam golongan yang putih wajahnya), masukkan mereka kedalam neraka dan masukkan aku kedalam syurga.

3). Ya Allah kalau kedua permohonan kami tidak dapat engkau kabulkan, jadikanlah kami sebagai tanah saja, kami tidak sanggup menahan pedihnya siksaan api neraka.
Pengamat yang mulia ! Betapa sedihnya orang orang yang wajahnya hitam muram pada saat itu. Begi tu takutnya api Neraka sampai mereka minta untuk dikorbankan anak atau isterinya, padahal betapa sayangnya mereka kepada isteri dan anaknya saat di Dunia. Dan terakhir sekali sampai mereka mohon untuk dijadikan tanah saja agar tidak terkena azab Neraka. Namun yakinlah apa yang di-Firmankan Allah: "Dan Ka mi tidaklah menganiaya mereka, namun merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri...." (QS, 11: 101)
Perhatikanlah sekali lagi bagaimana zalimnya mereka terhadap sesama manusia, ketika mereka memiliki kekuasaan di dunia, mereka membunuh, menganianya, memperkosa, menghina, mencuri, merampas, merampok dan menipu rakyat jelata sebagaimana sepak terjang militer-militer dalam system yang menzalimi kaum dhuafa atau rakyat akar rumpaut di seluruh Dunia. Kesemuanya itu akan mendapat balasannya di Akhirat kelak. Mereka termasuk ke dalam golongan yang wajahnya hitam muram, walaupun di Dunia wajah mereka putih dan cantik berseri-seri (nauzu billaahi minzalik).

Pada saat mereka memohon agar dijadikan tanah saja, Allah menempelak mereka dengan tempelak yang sangat menyakitkan sebagaimana yang diabadikan Allah swt. dalam surah Yasin: "Bukankah sudah kuperintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak tunduk patuh kepada syaithan. Sesungguhnya syaithan itu mu suh yang nyata bagi kamu. Dan tunduk patuhlah kepada Ku. Inilah jalan yang selu rus-lurusnya. Sesungguhnya syaithan itu telah menyesatkan sebahagian besar dian tarakamu. Apakah kamu tidak berfikir? Inilah neraka Jahannam yang dulu kamu diancam (dengan nya). Masuklah kamu kedalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya. Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, tangan dan kaki Kami minta kesaksian terhadap apa yang telah mereka kerjakan dahulu" (QS,36: 60-65)

Betapa jelasnya ancaman Allah swt kepada orang orang yang lalai dan membang kang perintahNya saat di dunia, namun orang orang yang telah banyak melakukan kesalahan sudah tertutup mata hatinya untuk taubat, betapapun jelasnya dakwah yang dialamatkan kepada mereka, malah mereka mengang gap pendakwah itu telah menghinanya, menyakiti hatinya dan sebagainya.

di Ujung Dunia
----------
Bagi yg ingin melihat video Perjuangan Imam Ali secara lengkap. Klik disini:
http://www.youtube.com/watch?v=j3ParUemvKY&feature=related

Ini penjelasan Wali Negara Acheh - Sumatra, DR Tgk Hasan Muhgammad di Tiro tentang prinsip kemerdeka an sesuai Al Qur-an, sebagai Pedoman Hidup bangsa Islam, Orang Jawa yang dicela wali disini adalah Jawa dalam system despotik Indonesia. Sedangkan orang Islam Jawa diluar system tersebut tidak berbeda dengan orang Islam Acheh dan orang Islam West Papua. Hal ini sesuai firman Allah sendiri, dimana tidak lebih bangsa Arab diatas bangsa Ajam (asing) kecuali disebabkan "Taqwa". Realitanya orang Acheh yang menerima "penipuan" penguasa Indonesia via MoU Helsinki sama despotiknya dengan orang jawa yang bersatupadu dalam system Taghut Despotik Indonesia. Catatan ini diperlukan agar orang Islam Jawa yang baik tidak salah paham. (hsndwsp, Acheh - Sumatra). . . . . . . Ralat: (Yang dimaksudkan Wali Surah an Nisa' ayat 76) Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. (QS. 4:76)/ww.presstv.ir/detail/17

video
 NASIB PERJUANGAN ACHEH - SUMATRA
video
video
video