Senin, 06 Juni 2011

SECARA GARIS BESAR SYSTEM PEMERINTAHAN TERBAGI DUA, SYSTEM TAGHUT DAN SYSTEM ISLAM

Bismillaahirrahmaanirrahiim


KALAU DI ZAMAN RASULULLAH 
PEMERINTAHAN ISLAM DIPEGANG OLEH RASULULLAH SENDIRI 
 PASTI BENAR DAN MENDAPAT REDHA ALLAH SWT
SETELAH WAFATNYA RASULULLAH DIGANTIKAN OLEH PARA IMAM YANG DI UTUS PASKA RASULULLAH
APABILA IMAM ZAMAN BERADA DALAM KEADAAN GHAIB KUBRA
PARA ULAMA WARASATUL AMBYALAH YANG HARUS MEMIMPIN SETIAP PEMERINTAHAN ISLAM ATAU SYSTEM ISLAM
KALAU TIDAK BERARTI ITU NAMANYA SYSTEM TAGHUT
hsndwsp
Acheh - Sumatra

Iran berhasil menggulingkan rezim despotik yang mendapat support kuat Bal'am dan AS serta berhasil juga mendirikan system yang Islami (baca Wilayatul Fakih) Inilah teory system Islam murni yang dibangun Imam Khomaini, bintang Revolusi Islam Iran yang belum ada duanya. Substansi Wilayatul Faqih susunan Imam Khomaini, kuncinya di pegang oleh 12 orang Ulama bukan Presiden dan juga bukan DPR. Aplikasinya, setelah DPR membuat RUU harus di serahkan dulu kepada 12 orang Ulama tadi untuk diperiksa berdasarkan Qur-an dan Hadist. Andaikata bertentangan denganm Qur-an atau Hadist akan dicoret dan diserahkan kembali kepada DPR untuk diperbaiki. Andaikata sudah 3 kali diperiksa dan ternyata masih salah, lembaga 12 Ulama tersebut yang memperbaikinya. Setelah mendapat pengesahan dari 12 Ulama tersebut barulah diserahkan kepada Presiden untuk dijalankan sepenuhnya. Diatas 12 orang Ulama tadi masih ada satu lagi kuncinya system, yang disebut "Imam" dimana dulunya ditempati oleh Imam Khomaini sekarang digantikan oleh Sayyed Ali Khamenei (Rahbar) Inilah khasnya system Islam yang dibangun oleh Imam Khomaini.

Adapun Mesir memang sudah berhasil menggulingkan Husni Mubarrak yang juga
mendapat support kuat Bal'am dan AS tetapi Mesir belum berhasil menggulingkan rezim despotiknya yang dikuasai oleh militer konco Mubarrak. Hal ini terbukti bahwa Israel masih mendapatkan suplay gas dan pintu Jalur Gaza juga sudah ditutup kembali oleh penguasa Mesir tanpa diberitahu alasan kenapa ditutup balik. Pernyataan untuk bersatu dengan RII sangat tepat sebagaimana dinyatakan oleh Ulama Mesir itu, tinggallagi Mesir juga harus meninggalkan system demokrasi ala Barat yang kekuasaan tertinggi berada ditangan DPR (Legislatif), namun dalam prakteknya sering diserobot kekuasaan Legislatif oleh Presiden yang merobah system Demokrasi itu menjadi Diktator. Mesir harus berpaling kepada system Islam sebagaimana di miliki RII. Dengan menganut system bangunan Imam Khomainilah mereka dapat terjamin tidak masuk perangkap Demokrasi gadongan lagi. Hal ini disebabkan System Wilayatul Fakih itu, kuncinya dipegang oleh Ulama warasatul Ambya bukan ulama bal'am/gadongan. (hsndwsp, Acheh - Sumatra)




Ulama Mesir Serukan Perlawanan Anti Israel
Seorang ulama senior Mesir memuji langkah yang diambil dalam membangun kembali hubungan antara Iran dan Mesir serta menyerukan seluruh umat Islam untuk membentuk sebuah front persatuan melawan rezim Zionis Israel.

Jamaluddin Quthb, imam shalat Jumat Kairo dan guru di Universitas al-Azhar, menyesalkan ketidakmampuan umat Islam dalam menghadapi kekejaman Israel terhadap bangsa Palestina meskipun komunitas Muslim tergolong besar, IRNA melaporkan pada hari Jumat (3/6).

"Muslim mendiami 54 negara di dunia, tapi mereka tidak punya kekuatan, sementara Zionis meskipun populasinya kecil, namun mereka mampu menggertak 1,5 miliar umat Islam," kata Quthb.

Ulama Mesir ini mendesak solidaritas di tengah umat Islam sehingga mereka bisa mencapai kemajuan di berbagai bidang, termasuk ekonomi, politik dan militer.

"Jika kita bisa memperkuat diri dalam segala aspek, maka kita akan mampu membuat Zionisme global menggigit jari," tegasnya.

Quthb lebih lanjut menyoroti era revolusi di Mesir dan Iran dan memuji hubungan dekat antara Republik Islam Iran dan Mesir pasca-revolusi. "Bangsa Iran pada 11 Februari 1979 dan bangsa Mesir pada 11 Februari 2011, memperoleh kemenangan atas penguasa tiran dan kita menilai kesamaan ini sebagai pertanda baik," tambahnya.

Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar selain melihat bangsa Mesir dan Iran hidup berdampingan setelah mereka terbebas dari tirani untuk mewujudkan persatuan umat Islam dan kemuliaan Islam, ujarnya. (IRIB/RM)

Iran managed to overthrow the despotic regime that gets stronger support Balaam and the United States and managed to establish an Islamic system (read Wilayatul Fakih) Theory This is a pure Islamic system was built Imam Khomaini, the star of the Islamic Revolution of Iran which has not been second to none. Substance Wilayatul Faqih Imam Khomaini composition, the keys on hold by 12 people Ulema not the President nor the Parliament. Application, after the House made the bill must be submitted first to the 12 people cleric had to be examined based on the Qur'an and Hadith. If conflicting denganm Qur'an or Hadith would be banned and handed back to parliament for repair. Had already checked 3 times and was still different, the 12 institutions that fix these Ulama. After receiving the endorsement of 12 Ulema then submitted to the President to run fully. Scholars had over 12 people still there is one more key system, called "Priest" which was once occupied by the Imam Khomaini now replaced by Sayyed Ali Khamenei (Rahbar) This is the typical Islamic system built by Imam Khomaini.

The Egyptians had been successfully overthrow Hosni Mubarrak which also
received strong support Balaam and the U.S. but have not managed to overthrow the Egyptian regime that ruled by the military despotiknya Mubarrak sidekick. It is evident that Israel still get the gas supply and the door has closed the Gaza Strip also returned by the ruler of Egypt without being told the reason why close behind. Statement to unite with the RII is exactly as stated by the Egyptian cleric, tinggallagi Egypt also had to leave the system of Western-style democracy is the highest authority in the hands of Parliament (Legislative), but in practice often snatched by the President of the Legislative powers that change the system of Democracy is a dictator. Egypt must turn to the Islamic system as it is owned RII. By embracing their Khomainilah Imam building system can be guaranteed not fall into the trap of Democracy gadongan again. This is due to System Wilayatul Fakih, the key held by the Ulema scholars warasatul Ambya not Balaam / gadongan. (Hsndwsp, Aceh - Sumatra)



Egyptian cleric urges resistance against Israel
A senior Egyptian cleric praised the steps taken in the rebuilding of relations between Iran and Egypt and called on all Muslims to form a united front against the Zionist regime of Israel.

Jamaluddin Qutb, the Friday prayer imam of Cairo and a teacher at al-Azhar University, lamented the inability of Muslims in the face of Israeli atrocities against the Palestinians despite the relatively large Muslim community, IRNA reported on Friday (3 / 6).

"Muslims living in 54 countries in the world, but they do not have the strength, while the Zionists despite the small population, but they were able to bully 1.5 billion Muslims," ​​says Qutb.

Egyptian cleric urged solidarity among Muslims so that they can achieve progress in various fields, including economics, politics and military.

"If we can strengthen ourselves in all aspects, then we will be able to make global Zionism biting fingers," specifically.

Qutb further highlights the era of revolution in Egypt and Iran and praised the close ties between the Islamic Republic of Iran and Egypt after the revolution. "Iranian nation on February 11, 1979, and the Egyptians on February 11, 2011, obtained a victory over the tyrants and we assess this similarity as a good sign," he added.

There is no greater happiness than to see the Egyptians and Iranians living side by side after they were freed from tyranny to realize the unity of Muslims and the glory of Islam, he said. (IRIB / RM)
 
 
 
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar