Sabtu, 04 Juni 2011

PANCASILA ADALAH IDEOLOGY TAGHUTI DIMANA SILA PERTAMA BERTENTANGAN DENGAN SURAH AL IKHLAS

,


 KETIKA KAMI LAGI AKTIF DI TRAINING PII DULU
MATERI YANG PALING UTAMA ADALAH MEMAHAMI KEBATHILAN PANCASILA
SECARA MAKSIMAL 
IRONISNYA DI MEDIA ISLAMPUN SEKARANG MENGANGKAT PIDATO SOEKARNO SEBAGAI KANDIDAT YANG MENUKAR PIAGAM JAKARTA YANG ISLAMI KEPADA PANCASILA YANG HINDUISME.
(hsndwsp)
Acheh - Sumatra



Notice
Pancasila, bahasanya saja berasal dari bahasa "Sangskerta" atau bahasa Jawa kuno dimana terjemahan bahasa Indonesia atau bahasa Hindunesia adalah "Lima Sila"
Sila pertama bertentangan dengan Suarah al Ikhlas. 
Hal ini dapat dilihat keterangannya di


Bismillaahirrahmaanirrahiim
Realitanya kebanyakan bekas PII sirna Ideology mereka paska selesai mengikuti semu a jenjang training. Ke banyakan mereka yang sirna Ideology anti Pancasila itu disebab kan mereka memilih jadi pegawai negeri Indo nesia di Acheh. Sebahagian yang lain disebab kan menjadi anggota partai PPP yang mereka anggap sebagai partai Islami. Saya pribadi bukan hanya tidak sependapat dengan mereka yang memilih jadi PPP, dimana menurut saya masih berada dalam bingkai system Indonesia Pancasila, tetapi juga meng harap kan sangat agar PII itu dapat diubah menjadi PIA (baca Pelajar Islam Acheh). Hal ini su dah barang pasti berhadapan dengan TNI dan POLRI sebagai "pa gar" system Indonesia Pancasila. Sebagai konsekwensinya saya berdaya upaya untuk keluar dari pegawai negri Acheh - Indonesia disebabkan secara otomatis berarti saya bersatupa du dalam sys tem yang sesat dan menyesatkan tersebut.


Alhamdulillah usaha saya berhasil keluar dari system Tagfhut Indonesia Pancasila, sementara ada beberapa kawan saya sampai hari ini belum berhasil keluar walaupun ketika kami dulu sering bertemu sama-sama meya kini sirnanya 'aqidah andaikata tidak keluar dari pegawai Indonesia. Sekarang saya sadari bahwa saya masih berbeda per sepsi dengan kawan tersebut dimana saya bukan dipengaruhi oleh training PII yang masih dalam bingkai system Taghut tetapi alhamdulillah disebabkan pemantapan su rah al Kahfi dan Ideology Imam Hussein yang pantang bersatupadu dalam system "Ya zid" yang menzalimi kaum Dhuafa itu. Dalam hal ini silakan telu  suri disini selayang pan dang Ideology Imam Hussein: 


Hari ini ketika saya lihat "Pidato Soekarno" yang di forward IRIB Indonesia ternyata apa yang saya tulis di blog achehkarbala tersebut terbukti orang Indonesia kebanya kan belum menemukan Ideology Imam Hussein walaupun mereka sudah belajar di Qom Iran. Tulisan yang mereka forward berikut ini adalah buktinya. Kepa da orang Indonesia yang terlibat dalam media IRIB ini saya mohon maaf bahwa saya tidak memusuhi an da-anda sekalian tetapi saya berkata yang sebenarnya mudah-mudahan anda dapat memahami bagaimana se bahagian orang Indonesia Itu sesat akibat digantinya "PIAGAM JAKARTA" dengan Pancasila oleh Soe karno cs dulu: Kita manusia saling ingat mengingatkan dalam hidup di Dunia ini yang bertujuan untuk menjalan kan perintah Allah bukan saling membenci. Hal ini sesuai kata Rasulullah sendiri: "Qulilhaq walau kaana mur ra" yang terjemahan bebasnya: "Katakanlah yang benar walaupun pahit"

Ketika Suharto dilengserkan, Pancasilapun ikut lengser. Hal itu disebabkan dizaman Suhartolah 'diwajibkan' P4 bagi setiap pegawai negeri secara Paksa dan Pancasila yang hanya 5 kalimatpun ditafsirkan sesuka penguasa. Saat Amin Rais gencar bereformasi, bermunculanlah suara-suara yang menafikan kesaktian Pancasila, bahkan banyak yang menyatakan syirik bagi yang mensaktikan Pancasila. Namun hal itu hanya sebentar saja berlaku. Disaat reformasi tenggelam tanpa hasil, 'kesaktian Pancasilapun' muncul kembali, kenapa? 'kesaktian Pancasila dibacking oleh power bukan kesaktian yang sebenarnya.

Ironisnya sekarang Pancasila itu seolah olah diatas Qur-an. Artinya banyak para alim palsu berspekulasi seolah-olah Indonesia itu hebat sekali disebabkan punya Pancasila, dimana pada hakikatnya "Puncasilap" Sejak zaman Soekarno sampai Yudhoyono sekarang ini rakyat yang miskin tetap miskin sedangkan yang kaya bertambah kaya, itulah 'hebat' nya Indonesia. Berikut ini simaklah apa kata orang IRIB Indonesia tentang Pancasila/puncasilap:




Mayoritas Rakyat Ingin Pancasila Diajarkan di Sekolah
Momentum peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 2011 diupayakan terjadi revitalisasi terhadap implementasi Pancasila. Untuk mengetahui respon masyarakat, Badan Pusat Statistik melakukan survei dengan 12 ribu responden di seluruh Indonesia. Hasilnya, 80% masyarakat Indonesia menginginkan agar implementasi nilai -nilai pancasila dimasukkaan dalam kurikulum sekolah.

"Kira-kira 80 persen yang berharap ada intensitas (nilai) pancasila dalam kurikulum. Bukan hanya teorinya, le bih kepada pengamalannya, bagaimana implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, mereka merasa kurang selama ini," ujar Kepala BPS Rusman Heriawan seusai melaporkan hasil survei tersebut kepada Presiden Susi lo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (31/5).

Rusman menjelaskan, survei tersebut dilakukan selama tiga hari, yakni tanggal 27, 28 dan 29 Mei 2011. Res ponden yang disurvei sebanyak 12 ribu, kepada seluruh masyara kat yang terdistribusi sesuai dengan tingkat pendidikan dan pekerjaannya. Di 33 Pro vinsi dengan total 181 Kabupaten/Kota. "Dari berbagai golongan, a da tentara, anggota dewan, elit politik, petani juga birokrat. Pokoknya merata, dari Aceh hingga Papua. Umumnya sama responnya, positif, kangen (terhadap impelementasi pancasila)," ujar Rusman.Rusman me nyampaikan, kekangenan masyarakat terhadap Pancasila, ke mungkinan karena akhir-akhir ini banyak terjadi ketegangan-ketegangan horizontal yang terjadi di masyarakat. "Mereka merindukan bagaimana masyarakat bisa memaha mi kehidupan yang toleran, kan itu ada di Pancasila," tuturnya. Ia pun menyampaikan, dalam survei tersebut juga ada aspirasi yang tetap ekstrem, menyatakan Pancasila sebagai peninggalan indoktrinasi masa lalu.

"Memang ada yang ekstrem, tetapi itu cuma satu persen," jelas Rusman. Ia mengata kan, penerapan Pancasila dalam kurikulum sekolah, yang paling penting bagaimana mengemas paket pelajaran Pancasila. Yakni mene kankan pemahamannya, bukan dari sisi teori, seperti yang ada di masa lalu, menghafal setiap butir. "Ma syara kat ingin ba gaimana lebih kepada implementasi sebagai insan apa yang yang harus dilakukan. Misalkan untuk persatuan bangsa, apa yang akan dilakukan," tukasnya. Rusman me nyampaikan, hasil survei secara lengkap tersebut disampaikan Presiden dalam Pidato peringatan hari kelahiran Pancasila di Gedung MPR,1Juni. Presiden Yudhoyono berpidato tepat pukul 10.00 WIB di Gedung Nusantara IV MPR/DPR, Jakarta, dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).Selain SBY, dua Presiden sebelumnya juga menyampaikan pidatonya, yakni Presiden ke-3 RI BJ Habibie, Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri. SBY mendapat kan giliran ketiga setelah BJ Habibie, Megawati, lalu diakhiri SBY. Selain tiga presiden, beberapa mantan Wakil Presiden seperti Hamzah Haz, Try Sutrisno, dan Jusuf Kalla juga hadir dalam acara ini.

Agenda penting lain dalam rangkaian peringatan pidato Bung Karno, jelasnya, MPR juga akan menggelar lokakarya nasional yang akan mengundang seluruh pakar yang berkompeten untuk bersama-sama memberikan masukan tentang rumusan Pancasila. Melalui peringatan pidato Bung Karno 1 Juni 1945, dimaksudkan agar Pancasila tidak hanya sebagai konsep pemikiran semata, tetapi mampu menjadi landasan etika dan moral dalam pembangunan pranata politik, pemerintahan, ekonomi, penegakan hu kum, politik, sosial budaya, dan berbagai aspek kehidupan lainnya. (IRIB/Media Indo nesia/ AR)

Untuk melihat lebih jelas tentang kekeliruan sila pertama dari pancasila, silakan klik disini:http://achehkarbala.blogspot.no/2009/06/tak-ada-satu-bahasapun-yang-mampu.html

Video berikut ini adalah penjelasan Wali Negara Acheh - Sumatra , DR Tgk Hasan Mu hammad di Tiro tentang prinsip kemerdekaan sesuai Al Qur-an, sebagai Pedoman Hidup bangsa Islam, Orang Jawa yang dicela wali disini adalah Jawa dalam system despotik Indonesia. Sedangkan orang Islam Jawa diluar system tersebut tidak berbeda dengan orang Islam Acheh dan orang Islam West Papua. Hal ini sesuai firman Allah sendiri, dimana tidak lebih bangsa Arab diatas bangsa Ajam (asing) kecuali disebabkan "Taqwa". Catatan ini diperlukan agar orang Islam Jawa yang baik tidak salah paham. (hsndwsp, Acheh - Sumatra). . . . . . . Ralat: (Yang dimaksudkan Wali Surah an Nisa' ayat 76) Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. (QS. 4:76)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar