Rabu, 20 Januari 2010

TANGGAPAN BUAT ORANG - ORANG YANG MENGAKU BERIMAN TAPI ALLAH MENGATAKAN: " . . . . . . . WAMA HUM BIMUKMININ" ( QS, 2 : 8)



 
Bismillaahirrahmaanirrahiim

DI "PINTU GERBANG ILMU" TERTULIS DENGAN JELAS: "DILARANG MASUK BAGI ORANG-ORANG YANG TIDAK BERIMAN" (QS,56:77 - 80)
SAYA ADALAH KOTA ILMU DAN ALI ADALAH PINTU GERBANGNYA.
BARANG SIAPA MENGHENDAKI ILMU
AMBILLAH MELALUI PINTUNYA (HADIST)
hsndwsp
Acheh - Sumatra

Ayat tersebut diatas bermakna bahwa Al Qur-an itu tidak dapat dipahami kalau kita termasuk orang yang tidak beriman. Orang beriman dapat memahaminya melalui orang yang disucikan (baca Ahlulbayt Nabi sebagai pendamping Al Qur-an). Beriman kepada Allah dibuktikan dengan beriman kepada Rasulullah. Beriman kepada Rasulullah dibuktikan dengan beriman kepada orang yang diangkat Rasulullah sebagai penggantinya. Pengganti Rasulullah ada 12 orang Imam, mulai dari Imam Ali as sampai Muhammad al Mahdi, al Muntazhar as. Bagaimana mungkin Allah membiarkan begitu saja hambanya sepeninggal RasulNya tanpa mengangkat penerus kepemimpinan Rasulullah sebagai hujjah Allah terhadap manusia di kolong langit.

Siapapun yang tidak mengenal Imam yang diutus, terpuruk pada kesimpulan yang keliru tentang pemahaman agamanya. Dalam hal ini Imam al Baqir as berkata: " Setiap orang yang mendekatkan diri kepada Allah dalam bentuk ibadah yang ditekuninya dengan sungguh-sungguh, tetapi ia tidak mengetahui Imam yang diutus Allah, maka semua amal usahanya itu tidak diterima. Ia adalah orang yang sesat dan kebingungan. Allah menolak semua amalnya, perumpamaan orang seperti itu adalah ibarat seekor domba yang tersesat dan terpisah dari kelompok dan pengembalanya. Keterpisahannya itu merusak hari-hari yang dilaluinya. Ketika malam tiba, ia bergabubg dengan kelompoknya dalam kandang mereka, dan ketika sang pengembala menggiring mereka, domba tersebut membangkang dan memisahkan diri dari kelompoknya, sehingga ia kebingungan mencari pengembala dan kelompoknya. Ketika ia bertemu dengan seorang pengembala dengan sekelompok dombanya, ia diperlakukan dengan baik, dan sigembala berteriak kepadanya, 'Ayo, bergabunglah engkau dengan pengembala dan kelompokmu. Engkau domba sesat yang kebingungan.' Domba itu lalu mencari-cari kelompok dan pengembalanya dengan kebingungan. Ia tidak punya gembala yang menggiringnya ke padang rumput atau mengajaknya pulang. Ia tetap dalam kebingungan seperti itu disaat ada seekor serigala yang menemuinya, lalu menerkamnya. (Ushul al Kafi)

Setelah Nabi Musa dan Harun menyelamatkan bani Israil dari sepakterjang Fir'un, Samiri menipu bani Israil dengan sihir anak lembu yang terbuat dari emas. Renungkanlah bagaimana mungkin bani Israil membelakangi Nabi Harun, mengikuti Samiri, sementara nabi Musa masih hidup ketika itu. Mereka berpatahbalik sebagaimana berpatahbalik ummat Muhammad, membelakangi Imam Ali, penerus keimamahan Rasul. Apabila kita tidak mampu berpikir bagaimana mungkin Ummat Muhammad berpatahbalik, renungkanlah bagaimana ummat Nabi Musa dan Harun berpatahbalik. Demikianlah Allah membuat kesamaan antara Imam Ali dengan Nabi Harun, dimana Harun ditinggalkan ummatnya, mengikuti Samiri sementara Imam Ali ditinggalkan "ummatnya", mengikuti "Samiri cs" sepeninggal Rasulullah saww.

Kecuali ayat muhkamad, Al Qur-an itu tidak dapat dipahami tanpa pendampingnya. Pendamping Qur-an adalah Imam Ali, Fatimah az Zahara, Hassan dan Hussein. nabi berkata: “Wahai manusia sesungguhnya Aku meninggalkan untuk kalian apa yang jika kalian berpegang kepadanya niscaya kalian tidak akan sesat ,Kitab Allah dan Itrati Ahlul BaitKu”.(Hadis riwayat Tirmidzi, Ahmad, Thabrani, Thahawi dan dishahihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albany dalam kitabnya Silsilah Al Hadits Al Shahihah no 1761).

Hadis diatas adalah hadis Tsaqalain, disebut Tsaqalain karena berarti dua peninggalan yang berat, berharga atau dua pusaka. Hadis ini menjelaskan tentang wasiat Rasulullah SAW kepada umatnya agar tidak sesat dengan cara berpegang teguh kepada Al Quran dan Itrati Ahlul Bait Rasul as. dan Kedua hal tersebut yang dimaksud dengan At Tsaqalain atau dua peninggalan yang berharga. Kebanyakan dari umat muslim lebih sering mendengar hadis dengan redaksi yang berbeda yaitu

Bahwa Rasulullah SAW bersabda “wahai sekalian manusia sesungguhnya Aku telah meninggalkan pada kamu apa yang jika kamu pegang teguh pasti kamu sekalian tidak akan sesat selamanya yaitu Kitabullah dan Sunah Rasul-Nya”(Hadis riwayat Malik dalam Al Muwatta dan Al Hakim dalam Al Mustadrak As Shahihain)

Hadist tersebut memiliki sanad yang dhaif dan yang lshahih adalah hadist dengan redaksi wa itraty ahlul baity atau hadist Tsaqalain. Walaupun pada dasarnya Kitabullah dan Sunah Rasulullah saww adalah dua sumber hukum yang mutlak bagi umat Islam dan hal ini telah ditetapkan dengan dalil yang qathi dari Al Quranul Karim. Sebenarnya tidak diragukan lagi bahwa hal ini bersifat pasti kebenarannya, tetapi yang ingin ditekankan disini bahwa Rasulullah saww telah berpesan kepada ummatnya untuk berpegang teguh kepada Kitabullah dan Ahlul Bait Rasul as, karena redaksi inilah yang sanadnya shahih Sedangkan redaksi Kitabullah dan Sunah RasulNya memiliki sanad yang dhaif .

Kondisi orang Islam di zaman kita ini sepertinya sama dengan kondisi ketika Imam Hussein dan keluarga Rasulullah di bantai di Karbala dulu. Ironisnya mereka mengaku orang Islam tapi ketika Imam orang Islam ditindas mereka diam seribu satu bahasa. Sepertinya orang semacam itu tidak punya semangat lagi dalam beragama. Sepertinya pikiran mereka hampa. Kalau kita telusuri ayat-ayat Qur-an, Allah memberitahukan kepada orang-orang yang beriman agar kritis membaca fenomena . Ketika kita melihat awan, kita bertanya pada diri kita kenapa awan ada disana. Apakah awan itu sebetulnya dan apa penyebabnya hingga awan berada di angkasa. Lalu kita mendapat keterangan bahwa itu adalah bunga air yang dipancarkan dari lautan yang terbentang luas. Pasalnya adalah Matahari yang menerpa permukaan laut hingga membuat air yang dipermukaannya mengalami proses deltilasi hingga membumbung ke angkasa. lalu ditiup angin hingga hujan lebat banyak menimpa gunung. Justru itulah rimba exist di lereng-lereng gunung. Dari gunung air itu menuju sungai dan akhirnya menggapai lautan kembali. Demikianlah proses siklon air, mensimbolisasikan 'mata air Islam' atau manusia yang selalu hidup tak pernah mati. Sementara embun walaupun indah tidak mampu menggapai sungai tapi musnah diterpa sinar matahari. Embun disimbolisasikan basyar yang bukan manusia dalam arti positif.

Ketika kita lihat gunung dan rimba, orang beriman juga tidak hampar. Mereka terus menganalisa untuk apa Allah menjadikannya. Apakah hanya untuk dunianya binatang saja? Bukan. Ada lagi yang lebih penting dari sekedar dunia satwa. Di rimba itu berlakunya hukum rimba dimana siapa yang kuat memakan yang lemah. Rupanya hukum rimba tidak hanya berlaku di rimba tapi juga di tempat yang banyak didomisili oleh makhluk yang bernama basyar. Dikampung dan di kota basyar melakukan tindakan semena-mena terhadap kaum dhuafa. Basyar secara bergerombolan memangsakan kaum dhuafa dimana sepakterjangnya lebih ngeri daripada hukum di rimba belantara. Ketika kerbau dimangsa Harimau, kerbau tetap lari terbirit-birit walau hanya seekor harimau yang mengejarnya. Lebih aneh lagi domba, dimana tetap saja bermain dikawasan serigala dan tidak melawan sedikitpun ketika tubuhnya dilahap sang serigala.

Kaum dhuafa tidak seperti domba. Kerap kali muncul pemimpin dikalangan mereka. Ketika basyar memiliki power yang tidak dapat diimbanginya, Rimba dan gunung adalah benteng yang paling ampuh untuk mengatur strateginya bagi pejuang kaum dhuafa. Inilah fungsi gunung dan rimba yang paling signifikan buat manusia Habil, untuk melindungi diri dari kekejaman manusia Qabil alis basyar. Apabila kaum dhuafa tidak memilih gunung dan rimba ketika hak azasinya diinjak-injak manusia Qabil, kaum dhuafa berobah statusnya menjadi domba. Justru itulah diberitahukan para ideolog bahwa yang sangat rugi di Akhirat kelak bukan saja manusia yang disimbolisasikan sebagai anjing, serigala dan tikus tapi juga domba.

Sebagaimana Allah telah mengklasifikasikan manusia di Akhirat nanti kepada yang berwajah hitam muram dan putih berseri-seri, di Dunia juga para ideolog telah membagi manusia kepada 2 klasifikasi, yaitu penindas dan yang tertindas. Realitanya sampai hari ini dapat kita saksikan bahwa manusia manusia penindas bersatu demi meraih "prestisnya" sementara korbannya manusia Habil yang tertindas bersatu berdasarkan nasib mereka, sama-sama merasa ditindas. Dalam realitanya juga kita tidak menafikan bahwa adanya kaum tertindas yang menohok kawan seiring. Orang tersebut termasuk kelas tertindas tapi memihak kepada penindas itu sendiri. Ini sebetulnya tipe manusia yang paling malang dalam hidupnya.

Ketika seorang kaum dhuafa yang dipaksakan kerja keras memecahkan batu dipegunungan diangkat penindas sebagai mandornya, orang itu berobah sepakterjangnya terhadap kawan senasib. Orang tersebut memperlakukan pekerja keras lainnya seperti majikannya.

Ketika Suharto menindas kaum dhuafa dengan kenderaan Golkarnya, kaum dhuafa membenci pegawai negeri disebabkan mereka dianggap sebagai golongan karya. Anehnya ada kaum dhuafa yang memihak golkar disebabkan ada anaknya yang pegawai negri atau pemborong, padahal orang tersebut khatib mesjid. Ketika khatib ini menikmati kekayaan anaknya yang tidak halal itu, beliau serta merta memihak kaum mutakabbirun.

Kembali kepersoalan Koran Al-Ahram terbitan Mesir, mengundang orang orang beriman untuk berpikir siapakah mereka itu sebetulnya? Bukankah kita meragukan keislamannya ketika menganalisa sepakterjang mereka yang memihak pejabat rezim Zionis Israel. Apabila kita terus menganalisa kita juga mampu berpikir kenapa Israel yang sedikit jumlahnya dapat mengalahkan orang Arab yang jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan orang Israel. Sejak pertama sekali Israel melakukan interfensi ke Palestina takpernah mengalami keka lahan, kenapa? Dengan kata lain Saudi Arabiya, Mesir, Yordania dan Irak dengan mudahnya dikalahkan Israel, kenapa? Ketika Israel membombardir Libanon hingga hampir seluruh perumahan rakyat Libanon lenyap seketika, partai Hizbullah yang Syiah didikan Imam Khomaini itu tidak pernah lenyap. Mereka bangkit dengan serta merta menggempur tentara Israel dalam perang 33 hari hingga Israel luluhlantak dan mengaku kekalahannya, kenapa?

Seharusnya orang-orang yang kerapkali menuduh Syiah sebagai yahudi, dapat merenunginya hingga sadar justru orang tersebutlah yang secara tidak sadar telah menguntungkan yahudi dan melemah kan barisan Islam sendiri. Kemenangan Hizbullah atas Israel juga diiringi dengan pembangunan rumah rakyat Libanon secara gratis yang dibiayai RII, hingga AS kalap menuduh RII membiayai Hizbullah di Libanon, sedangkan mereka boleh membiayai Israel, betapa lugunya?

Ketika AS mengintervensi Irak, justru Saudi Arabia yang memberikan fasilitas tempat pemukiman serdadu as, kenapa? Masihkah kita mengira itu pemerintah Saudi Islam atau munafiqun. Ketika negara-negara yang penduduknya mayoritas Islam mengusulkan agar menggunakan senjata petrodolar untuk melemahkan negara-negara pemasok senjata ke Israel justru Saudi yang duluan membantahnya agar tidak berhasil digunakan, kenapa? Sekarang negara pemasok senjata terbesar dari AS adalah Saudi Arabia dan Israel. Apakah beda Penguasa Arab dengan penguasa Israel? Rakyat di Negara-negara Arab tidak semuanya sama dengan penguasa, konon pula kalau mereka juga ditindas oleh penguasa sebagaimana penguasa Indonesia menindas kaum dhuafa dalam system yang dhalim, hipokrit dan korrup itu..

Sepertinya sekarang ini tidak ada negara yang penduduknya beragama Islam berwibawa dimata Internasional kecuali RII, kenapa? Kalau anda tidak setuju dengan saya tolong tunjukkan mana negara yang berpenduduk Islam mayoritas, berwibawa dimata Internasional sekarang. Kenapa kita tidak mampu berpikir ketika dihadapkan pada suatu fenomena yang sangat menentukan? Apakah urat saraf kita sudah putus sebagaimana kata DR Hasan Muhammad Ditiro?

Billahi fi sabililhaq
hsndwsp
di Ujung Dunia


From: Vendra.dj
To: IACSF@yahoogroups. com
Sent: Tue, January 19, 2010 7:49:55 PM
Subject: IACSF Al Ahram Terimakasih Mossad atas Teror Ilmuan Nuklir Iran

Koran Al-Ahram terbitan Mesir mengucapkan terima kasih kepada para pejabat rezim Zionis Israel karena telah meneror ilmuwan nuklir fisika Iran, Masoud Ali-Mohammadi.

IRNA melaporkan, koran milik pemerintah Mesir ini dalam sebuah artikelnya secara terang-terangan mengapresiasi aksi teror terhadap ilmuwan nuklir Iran oleh para pejabat Badan Intelejen Israel (Mossad). Secara lebih spesifik apresiasi tersebut ditujukan terhadap upaya perlambatan proses kemajuan Iran di bidang nuklir.

Teror terhadap Ali-Mohammadi dinilai koran ini akan menghambat berlanjutnya aktivitas nuklir Iran oleh karena itu aksi teror tersebut patut diapresiasi.

Tidak hanya itu, media cetak Mesir ini juga menyebutkan bahwa Ketua Mossad, Mir Dagan, menyetir langsung operasi perusakan program nuklir Iran.

Al-Ahram menyebut Dagan sebagai "Superman" karena berbagai aksinya meneror para ilmuwan, provokasi penentang, spionase, dan perusakan terselubung terhadap instalasi nuklir Iran. [irib].



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar