Sabtu, 16 Januari 2016

PENDIDIKAN ISLAM KAFFAH


MENYOROTI PENDIDIKAN ISLAM KAFFAH
by
hsndwsp
Acheh - Sumatra


Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (TQS al-Baqarah [2]: 208-209).


BERBICARA PENDIDIKAN ISLAM KAFFAH
SALAH SATUNYA ADALAH BERBICARA SYSTEM KEDAULATAN ALLAH
(SYSTEM ISLAM MURNI)



Bismillaahirrahmaanirrahiim
Berbicara tentang dunia pendidikan, tidak akan pernah selesai sebelum menuntaskan pembicaraan tentang ma nusia itu sendiri. Sebagaimana kita ketahui sesungguhnya ma nusialah pelaku pendidikan itu. Keberhasilan kita dalam merumuskan konsep pendidikan, tergantung sangat pada keberhasilan kita dalam mendefinisikan manu sia itu sendiri.


Konsep pendidikan yang kita saksikan dewasa ini di seluruh dunia, masih sangat jauh dari esensi pendidikan kemanusiaan. Di negara-negara yang maju seperti Amerika Seri kat, Perancis, Inggeris, Jerman, Jepang, Aus tralia dan lain-lainnya, secara psykolo gis mereka sedang mengalami stress berat. Hal ini terjadi disebabkan mereka kehilanganmodel yaitu sosok manusia yang mampu membimbing mereka ke jalan yang benar. Me reka kehilangan teladan, representant, sosok yang mampu membuat mereka untuk bere sensi, justeru itulah mereka gagal untuk meru muskan tujuan hidup manusia sesungguh nya.

Di abad ke 21 ini kita masih berhadapan dengan 3 pertanyaan besar Dunia:

-- Siapakah manusia itu sesungguhnya?
-- Apakah tujuan hidupnya? (untuk apa dia dijadikan)
-- Apa sajakah kebutuhannya?

Tiga pertanyaan utama di atas merupakan hal yang teramat penting untuk kita lontarkan ke panggung Dunia agar dapat didiskusikan dengan seksama. Bila kita ingin menuntas kan suatu persoalan, kita harus arif melihat akar permasalahannya. Berbicara tentang Manusia dan Pen didikan, tidak boleh tidak kita harus kembali ke pada sang Khaliq seba gai sumber pendidikan dan Pencipta Manusia itu sendiri (Surah Al-Alaq 1-5).

Untuk mengetahui apakah manusia itu, pertama sekali mari kita lihat sebuah Legenda ilmiah berikut: "Seorang sarjana Bumi akan mengadakan penelitian di planet Mars. Setibanya di Mars, dia menemui sebuah University dimana seorang sarjana planet Mars sedang memberikan kuliah kepada mahasiswanya tentang hasil peneli tiannya di Bumi. Sarjana Bumi memutuskan untuk mendengar kuliah sarjana planet Mars, bagaimana hasil pe nelitiannya di Bumi. Sarjana Bumi mencatat point yang dikira penting dari ucapan sarjana Mars: ".......manusia itu pintar, kuat dan bagus bentuknya, tetapi mereka angkuh, serakah, licik dan kejam. Hobby mereka adalah berperang sesamanya. Mula-mula saya kira mereka berperang untuk memakan dagingnya, rupanya prediksi saya keliru. Mereka meninggalkan mayat-mayat begitu saja setelah menyanyikan lagu heroiknya. Mereka berperang untuk tuannya, tanpa memiliki tujuan yang benar, untuk apa sebenarnya mereka berperang......."

Apa yang dinyatakan sarjana Mars itu tidaklah menunjukkan esensi Manusia, tetapi Basyar. Basyar adalah makhluk yang tidak pernah beresensi. Mereka adalah orang-orang yang tidak memahami tujuan hidup yang sebenarnya. Mereka tidak menemui kebenaran disebabkan banyaknya kezaliman yang telah mereka kerjakan di planet Bumi ini. Mereka memang pintar tetapi tidak teguh Iman. Betapapun kebenaran kita sampaikan kepada mereka namun mereka tetap membantahnya dengan menggunakan versi "Hikayat Mu sang". Berikut ini dengarkan apa kata Albert Camus tentang teory manusia: "Aku ada, karena aku memberontak, kalau aku tidak memberontak aku tidak pernah ada" . Inilah yang dikatakan Manusia dan ini juga yang saya terima sebagai tiory yang benar sebagai Manusia.

Adam adalah Malaikat yang baru menjadi manusia setelah memberontak terhadap intuisi Syurga. Kecuali Adam takseorangpun dibenar kan memberontak terhadap tatanan Allah. Pemberontakan terhadap tatanan Thaghut adalah proses Esensi manusia. Lihatlah bagaimana Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad yang masing-masing memberontak terha dap tatanan Namrud, Firaun, Kaisar-kaisar di Roma dan Abu Sofyan bin Harb. Imam 'Ali terhadap Muawiyah bin Abi Sofyan, Imam Hussein bin Ali terhadap Yazid, bin Muawiyah. Hasan Muhammad di Tiro, Kahar Muzakkar, Kanto Suwiryo dan lain-lain terhadap tatanan Thaghut Hindunesia. Untuk lebih jelas mari kita lihat versi Pemilik Dunia ini sebagai argumentasi yang mutlaq kebenarannya

Untuk menjawab pertanyaan apakah manusia itu utamanya harus berpedoman pada kalam Ila hi (Q.S 2:30). Bila Kitab Al Qur-an kita baca keseluruhannya akan kita temui banyak kesimpulan, diantaranya kesimpulan tentang Malaikat, Iblis dan Adam. Sesung guhnya ketiga jenis mahkluk diatas pada awalnya adalah Malaikat. Yaitu Malaikat yang diciptakan dari sinar (saya istilahkan dengan M1), Malaikat yang diciptakan dari api (saya istilahkan dengan M2) dan Ma laikat yang diciptakan dari tanah (saya istilahkan dengan M3). Adapun urutan penciptaannya adalah, M1, M2, dan terakhir sekali M3.

M1 adalah Malaikat yang tunduk patuh secara mutlak kepada Allah, sejak dari penciptaannya sampai hari Kiamat, bahkan hari Akhirat. M2 Malaikat pembangkang, tak mahu tunduk patuh kepada Allah. Setelah Allah menciptakan M3, Allah memberi perintah kepada M1 dan M2 supaya sujud kepada M3. M2 berkilah dengan kesombongannya bahawa dia dijadikan dari api sedangkan M3 (Adam) dijadikan dari tanah yang menurut M2, M3 lebih hina daripada M2. Disamping itu M2 juga beragumentasi bahwa dia dijadikan lebih duluan dari M3 (Lalu Allah mencabut status Malaikatnya dan menggantikannya dengan status Iblis atau Syaithan dan dia termasuk golongan kafir, sementara tempatnya kelak dalam Neraka (QS,7:11-18). Sedangkan M3 setelah bernegosiasi dengan M1 ternyata dia lebih unggul dari M1. M3 memiliki ilmu, ilmu tentang nama-nama yang tidak dimiliki oleh M1. Justru itu pantaslah Allah mengangkat Adam sebagai wakilNya di Bumi. Hal ini diabadikan Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 30 - 34.

M3 ditempatkan Allah dalam Syurga bersama permaisurinya Siti Hawa. Allah memberitahukan mereka berdua agar jangan mendekati pohon ini (hazihis syajarata) sebagai batas daerah operasionalnya di kawasan Syurga. Secara syar'i M1 dan permaisurinya digelincirkan Syaithan dengan mengatakan bahwa pohon itu bernama pohon Kekal (khuldi). Agar kekal tinggal di Syurga, M3 ditawarkan untuk memakannya. Dan M3-pun tergoda bersama permaisurinya. Ka rena telah melanggar batas yang telah ditentukan Allah, M3 berobah statusnya menjadi Ma nusia yang bernama Adam dan keduanya diperintahkan turun ke Bumi. Karena pelanggaran yang dilakukan M3 akibat ulah M2, Allah masih menerima taubatnya di Dunia yang kelak akan kembali lagi ke Syurga. Hal ini dapat kita lihat dalam Surah Al Baqarah ayat 35 - 38.

Secara philosofis kendatipun Syaithan menggoda M3, M3 tahupersis resiko memakan buah kayu tersebut yang secara philosophis juga lebih tepat dinamakan buah Kearifan. Ketika M3 sadar mereka tidak produktif di alam surgawi, mereka berkorban demi kemanusiaan dengan cara me makan buah Kearifan . Kendatipun resikonya diturunkan ke Bumi, sebagai hukuman dari pelanggaran yang mereka lakukan, namun mereka juga punya nilai plus yaitu disamping punya Wa wasan dan Kearifan mereka juga sudah dapat berproduksi sementara sebelum memakan buah kearifan, mereka harus tunduk patuh secara mutlak terhadap Konstitusi yang ada di Syurga, tanpa memberi kesempatan kepada mereka untuk berfikir bebas dan juga bebas berbuat de ngan segala resikonya.

Diatas segalanya mereka melepaskan diri dari status Malaikat yang tunduk patuh secara mutlak kepada Allah menjadi Manusia yang bebas berbuat dan mengembangkan keturu nannya (berpro duksi). Pengorbanan M3 sangat diharapkan manusia sebagai keberun tungan. Andaikata M3 tidak mahu memakan buah Kearifan, sampai hari ini mereka tetap berdua saja yaitu M3 dan permaisurinya Siti Hawa. Sebab di Syurga hanya tempat berse nang-senang dan menikmati fasilitas Syurga yang serba kompleks, gemerlap dan fantastis, bukan tempat bekerja dan mela hirkan bayi. Andaikata di Syurga dapat mela hirkan bayi, otomatis memerlukan kerja, paling kurang Baby Sister, buat perawatan bayi-bayinya. Padahal di Surga tidak ada anak-anak dan juga tidak ada orang tua. Umur mereka semua muda belia dan jangan lupa kelak Imam Hassan dan Imam Hussein seba gi ketua pemudanya di Syurga (Hadist Nabi suci)

Adam sebagai manusia pertama, diciptakan Allah dari tanah, elemen yang paling hina namun di kombinasikan dengan roh Allah, spirit suci. Justru itu pada manusia terdapat dua kecenderungan. Kecenderungan mengikuti tanah sebagai bahan bakunya yang membuat dia hina dan kecenderungan mengikuti spirit Allah, roh suci yang menjadikan dia sangat mulia dalam pan dangan Allah (lebih unggul dari para Malaikat). Tubuh manusia bera sal dari tanah namun ken datipun dia cantik (ganteng) tidaklah berarti apa-apa kalau tidak ada nyawa, roh su ci. Tubuh tanpa nyawa akan menjadi santapan cacing-cacing tanah.

Kehidupan di Dunia akan menghadapkan manusia pada dua jalan. Jalan yang mendaki lagi sukar dan jalan yang mulus lagi menyenangkan (QS,90:10). Jalan yang mendaki lagi sukar adalah jalan yang membebaskan kaum dhuafa dari belenggu penindasan dan penjajahan, yang menimpa kuduk-kuduk mereka, membebaskan manusia dari system perbudakan, baik perbudakan ortodok maupun perbudakan modern (QS,7:157 & QS, 90:12-18). Untuk menempuh jalan ini tidak boleh tidak dituntut untuk mendirikan system Allah. Untuk mendi rikan sistem Allah membutuhkan kemantapan Power dan Ideology sebab pasti akan berhadapan dengan keku atan system Thaghut, jelasnya pasti akan berhadapan dengan medan tempur. Justru itulah para Rasul dilengka pi dengan Ideology, Mizan dan Power (QS Al-Hadid : 25).

Setelah periode para Rasul berakhir, tugas mendirikan system Allah dilanjutkan para Imam yang diutus. Andai kata di suatu negeri tidak ada para Imam, tugas tersebut akan diambil alih oleh Ulama atau Penyeru-penyeru kebenaran secara kolektif sebab tugas mendirikan system Allah adalah Haq, lawan kata daripada Bathil. Hal ini perlu digarisba wahi sebab banyak orang yang terkecoh dengan pendapat klasik yang mengatakan hukumnya wajib. Haq dalam konteks ini kedudukannya di atas wajib. Bila hukumnya wajib, andaikata tidak didirikan paling-paling berdosa. Sedangkan perkara dosa masih ada jalan untuk meminta ampun. Sedangkan perka ra Haq, bila tidak didirikan hukumnya bathil. Resiko berada dalam system yang batil adalah Neraka. Andaika ta kita tidak berada dalam system Allah (Haq), otomatis kita berada dalam system Thaghut (bathil) kecuali taqiyah. Untuk kasus ini Allah berfirman; "Qul ja al haqqu wazahaqal baathil, innal bathilakana zahuuqa"

Jalan yang mulus lagi menyenangkan adalah jalan Qabil, pembunuh manusia. Jalan Namruz, Fir-aun, Kaisar-Kaisar di Rhoma. Jalan Abu Sofyan bin Harb, Muawiyah bin Abi Sofyan, Yazid bin Muawiyah. Jalan orang-orang yang bersatu padu dalam system Thaghut Hindunesia-Jawa kecu ali "Taqiah". Kesemuanya adalah jalan orang - orang yang mencari kebahagiaan Dunia diatas penderitaan orang lain (baca kaum dhuafa). Mereka itu umumnya baik secara langsung maupun tidak langsung, menentang ayat-ayat Allah. Mereka sekedar bereksis tensi dan tak pernah beresensi. Manakala berbicara tentang Negara Islam, Kedaulatan Allah, System Allah, sebagian me reka langsung menentangnya, sementara sebagian yang lain merasa grogi, memperlihatkan sikap yang tidak senang dengan mengemukakan berbagai dalih. Tidak mungkinlah, mustahillah, mimpilah, dsb. Mere ka mengaku diri sebagai orang beriman, Islam. Mereka sesungguh nya telah dinyatakan Allah dengan jelas da lam Al Qur-an Karim surat Al Baqarah ayat 8 - 20. Hal ini juga terdapat dalam surat yang lainnya seperti Su rat Al-Munafiqun dari ayat 1 sampai ayat 8 dan juga ayat-ayat di surat-surat lainnya.

Untuk menjawab pertanyaan kedua: apakah tujuan hidup manusia, ada beberapa pendapat yang beredar di kalangan Ummat Islam tentang tujuan hidup. Ada yang mengatakan tujuan hidup adalah untuk mencari kese nangan, kebahagiaan, kesejah teraan, ketenteraman, keamanan dan keharmonisan. Orang-orang yang menga kui tujuan hidup seperti itu, sangat tidak mungkin untuk diajak mendirikan system Allah. Mereka tidak mahu mengambil resiko yang akan memba hayakan kehidupannya. Sementara yang lain meyakini bahawa tujuan hidup adalah untuk beribadah. Mereka meyakini bahawa yang dimaksudkan ibadah hanyalah shalat, shaum (puasa) bertahlil dan bersamadiyah, berdo'a, membaca Quran dan naik Haji ke Baitullah. Mereka itu keli ru 180 derajat. Kekeliruan ini disebabkan ketidaktepatan dalam menterjemahkan kata "liya'buduni" dalam Surat Azzariyat ayat 56. Adapun terjemahan yang tepat adalah: "tunduk patuh kepadaKu" lengkapnya: "tidaklah Ku jadikan Jin dan Manusia kecuali untuk tunduk patuh ke padaKu".

Namun demikian tidaklah salah kita terjemahkan beri'badah kepada-Ku asal saja kita mampu memahami apakah "ibadah" itu sesungguhnya. Apa saja kegiatan manusia di dunia ini disebut i'badah mulai dari aktivitas yang terkecil (kedip mata) sampai membangun Daulah Allah (System Allah). Tinggal lagi alamat i'badah terse but ada dua, yaitu Allah dan Thaghut. Kedip mata saat membaca Kitab Al-Quran untuk membuat lebih jelas/terang berarti beribadah kepada Allah, sedangkan kedip mata saat berjumpa dengan lawan jenis adalah beri badah kepada Thaghut. Mendirikan system Allah berarti beribadah kepada Allah sedangkan mendirikan sys tem Thaghut berarti beribadah kepada Thaghut. Disamping itu kita juga harus memahami benar bahwa ibadah itu memiliki dua dymensi yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya bagaikan dua sisi mata uang. Yaitu sisi ritual (hablum minallah) dan sisi sosial (hablum minannas). Ibadah dalam persepsi orang sesat, hanyalah men cakup sisi ritual saja, mereka cenderung mengabaikan sisi sosialnya, termasuk ibadah sosial yang terbesar ya itu mendirikan system Allah (kedaulatan Allah).

Membaca Qur-an adalah ibadah ritual. Ketika kita pahami dalam bahasa kita sendiri untuk kita amalkan, barulah masuk wilayah sosial, kecuali penduduk Dunia yang berbahasa Arab. Hal inilah yang membuat orang keliru. Banyak sekali orang-orang yang mengaku dirinya orang Islam, namun tidak memahami akan fungsi Al Qur-an. Padahal Allah sendiri telah menyatakan dalam Al-Quran: "Kitab (Qur-an ini) tidak ada keraguan (sedikitpun) padanya, adalah sebagai Petunjuk bagi orang-orang yang taqwa". Namun mereka sepertinya telah merobah fungsi Al Qur-an dari hudal lin Naas kepada lil Qari. Bagaimana mungkin pada satu sisi kita mengaku al Qur-an sebagai Pedoman Hidup, namun di sisi yang lain kita hanya membaca-baca saja tanpa be rusaha memahami pesan-pesan Allah dalam pedoman itu sendiri.

Dewasa ini memang sudah menjadi kenyataan dimana-mana hampir di seluruh dunia, banyak sekali sekolah-sekolah yang kuri kulumnya sekedar membaca Qur-an, menghafal Qur-an dan menggunakan Qur-an sebagai seni, baik seni qari maupun seni kaligrafi. sepertinya tak ada sama sekali sekolah memahami Qu-ran. Kalau kita pikir berdasarkan pesan Allah sendiri " . . . .Afala ta'qilun dan afala yatazakkarun". Bagaimana mungkin ada sekolah untuk memahami al Qur-an di negara-negara yang menggu nakan system Thaghut. Andaikata ada sekolah memahami Qur-an di negara tersbeut pastilah akan bermuara kepada mendirikan system Allah. Itulah yang membuat mereka berusaha untuk mempelintirkan fungsi Qur-an di tengah-tengah ummat Islam (ayat-ayat muhkamat dikatakan mutasyabihat). Ini sebetulnya kerjanya antek-antek Snough Hugronye. Snough Hughronye ada lah orientasli Bangsa Belanda yang telah mengenyam pendidikan di Saudi Arabia selama lebih kurang 20 tahun dan berhasil mengelabui sebahagian besar bangsa Acheh - Sumatra dengan menukar nama nya menjadi Abdul Ghafur.

Orang-orang yang meyakini tujuan hidup hanya untuk beribadah ritual semata, juga meyakini untuk mencari pahala semata-mata. Keyakinan mereka berbuat baik di dunia juga untuk mem peroleh syurga di Akhirat ke lak. Untuk memperjelas masalah ini pembaca dipersilakan me ngikuti alinea berikut dengan seksama. Sebagai mana yang telah ditegaskan oleh Allah SWT: " . . . . . afala ta'kiluun? . . . . . . . afala yatazakkarun?"

Umpamakan saja kita mempunyai dua orang kemenakan. Yang pertama bernama Bal'am dan yang kedua bernama Mukhlis. Si Bal'am senantiasa siap melakukan apa saja yang kita suruh asal saja memberikan sedikit uang setiap tugas itu dilaksanakan. Sementara si Mukhlis juga siap apasaja yang kita suruh, namun dia tidak mengharapkan pemberian kita. Dia mahu melakukan apa saja yang kita suruh adalah semata-mata karena kita adalah pamannya. Sebagai paman se jati, kita mustahil mengabaikan keihklasan karya baktinya. Sudah barang pasti kita akan mem berikan yang terbaik sebagai imbalannya pada saat - saat tertentu. Si Bal'am perumpa maan orang-orang yang berbuat baik di Dunia ini dengan mengharapkan pahala yang nota benenya tentu saja Syurga.

Mereka menfokuskan harapannya pada pemberian Allah, bukan padaNya. Sedangkan si Mukhlis, perum pamaan orang-orang yang berbuat baik di dunia secara ikhlas tanpa mengharapkan pahala. Mereka mahu berbuat baik semata-mata kerana Allah yang mereka yakini benar sebagi Tuhannya, Kekasih nya, Pemiliknya. Orang-orang yang memperham bakan diri kepada Allah semacam itu Allah pasti memberi Syurga kepada mereka di hari Akhirat kelak. Si Bal'am pasti akan menjadi orang jahat di permukaan planet Bumi ini andai kata, Oh, "Andaikata" ini harus digarisbawahi agar tidak terjadi kesalahpahaman (mis-under standing) bak kata orang European. Andaikata Allah tidak membuat Neraka, orang-orang seperti Si Bal'am pasti menjadi orang jahat di Dunia ini, sebab mereka juga akan memperoleh fasilitas surga kelak di hari Akhirat (Imam Khomeini: 40 Hadis-hadis Pilihan, Penerbit Mizan Bandung).

"Afala Ta'kilun afala yatazakkarun"
Karena manusia dijadikan Allah dari dua unsur, tanah dan spirit Allah, kebutuhanpun terdiri dari dua unsur, unsur material dan unsur spiritual. Dengan kata lain manusia membutuhkan kurikulum perut dan kurikulum otak. Karena manusia membutuhkan kedua jenis kurikulum tersebut, Allahpun melengkapi manusia dengan ilmu primer dan sekunder. Ilmu primer adalah ilmu yang diturunkan Allah melalui para Rasul yaitu Al-Quran dan Hikmah (QS 62: 2). Sipapun yang telah memiliki ilmu tersebut pasti tidak akan sesat dalam hidup ini. Ilmu tersebut merupakan sebagai mesin untuk menghidupkan "lampu-lampu" kehidupan yang dapat menerangi jalan hidup seseorang untuk menapaki jalan yang lurus (Mahdi Ghulyani: Falsafah Al-Quran dalam Perspektif Ilmu-ilmu Islam, Mizan Bandung). Di dunia Barat pada umumnya mengalami kekosongan daripada jenis ilmu-ilmu tersebut. Hal ini terjadi bersamaan dengan kehilangan manusia teladan, representant atau model untuk ditiru. Sedangkan di dunia Timur umumnya mengalami dekaden.

Di dalam ilmu primer tersebut di atas terdapat juga sinyal-sinyal berkenaan dengan ilmu-ilmu sekunder. Dengan istilah yang lain terdapat lampu-lampu untuk menerangi esensi dari ilmu-ilmu sekunder. Ilmu sekunder dibutuhkan manusia untuk meraih kesejahteraan hidup di atas planet Bumi ini. Dengan kata lain, ilmu sekunder yaitu ilmu untuk mempermak permukaan Bumi ini sekalian dengan manusianya yaitu science dan tekhnology. Ilmu tersebut diturunkan Allah di "Padang Arafah", tempat pertama bertemunya Adam dan Hawa. Sedangkan ilmu Hikmah diturunkan di "Masyarul Haram", suatu tempat yang ditujukan Adam dan Hawa untuk mendapatkan kesadaran suci (DR 'Ali Syari'ati: Haji. Penerbit Rajawali, Surabaya).

Ilmu sekunder (science dan technology) merupakan suatu alat untuk meraih Tujuan Hidup yang benar, yaitu mencari keredhaan Allah. Kalau pemilik alat tersebut juga memiliki petunjuk yang benar (baca ilmu primer) otomatis mereka akan menggunakan alat tersebut untuk mencari keredhaan Allah. Berbicara tentang alat sama dengan berbicara tentang sarana. Umpamakan saja "GLM" yang pernah digunakan TNA dalam meluluhlantakkan Taghut Hindunesia. Persoa lannya sekarang kalau GLM itu dipegang oleh orang-orang yang sedang mabuk (gila) tentu me reka akan menembak siapa saja yang melintas di depan mata kepalanya. Namun kalau pe megang GLM tersebut orang-orang beriman (memiliki ilmu primer yang benar) mereka tidak akan menembak siapapun kecuali musuh Allah, yaitu orang-orang yang haq ditembak, berda sarkan petunjuk Allah sendiri dari Al Qur-an (QS,4:75-76,QS,2:193,216,QS,8:60-65,73,QS,4:71-78,QS,9:14-15) dan masih banyak lagi ayat-ayat lainnya. Dengan demikian kalau ada orang yang mengatakan bahwa ilmu science dan tehnology itu ilmu sekuler, keliru 180 derajat. Ilmu terse but netral, sekuler tidaknya suatu ilmu tergantung kepada pemiliknya. Ilmu tersebut berasal dari Allah (Imanuddin Abdul Rahim, Pengantar buku Islam Alternatif, karya DR Jalaluddin Rah mat, Penerbit Mizan, Bandung).

Pendidikan
Berbicara tentang Pendidikan adalah berbicara tentang kebutuhan manusia. Sebagaimana yang telah penulis uraikan di atas yang berhubungan dengan pertanyaan nomor 3, yaitu apa saja kebutuhan-kebutuhan Manusia.
Dalam alinea-alinea berikut ini akan kita bicarakan konsep pendidikan Islam secara Kaffah. Berbicara menge nai konsep sama halnya dengan berbicara tentang Percetakan dalam suatu Pabrik/mesin Pencetak. Jadi yang pertama kita pikir adalah model barang yang bagaimana yang dibutuhkan konsumen. Sedangkan konsep Pendidikan adalah percetakan kader-kader yang dibutuhkan oleh Pemilik konsep itu sendiri. Kalau kita ingin membuat konsep pendidikan Islam secara Kaffah, pemilik konsepnya adalah Allah. Artinya konsep yang kita buat haruslah berdasarkan petunjuk Allah dalam Al Qur-an. Justru itu kurikulum setiap jenjang pendidikan haruslah terdiri dari materi pemahaman Al-Quran di urutan nomor satu, mulai dari sekolah lanjutan pertama sampai ke Perguruan Tinggi.

Di Perguruan Tinggi selain adanya materi Pemahaman Al-Quran sebagai mata kuliah mayor di setiap jurusan, pemahaman Al-Quran juga harus merupaka syarat mutlak untuk meraih gelar sarjana. Sedangkan di S2, dan Program Doktoral otomatis tentang pemahaman Al-Quran dalah pakarnya. Konsep seperti ini akan mem buahkan manusia-manusia yang pintar dan juga teguh Iman. Setiap lembaga pendidikan dapat dipastikan bah wa materi yang terutama adalah Pemahaman Al-Quran. Lalu porsi kedua ditempatkan oleh Hadist Ittrah Nabi suci. Sejarah Para Rasul, Imam-imam yang di utus dan Ulama Warasaul Ambiya. Selanjutnya diikuti oleh materi perbandingan mazhab yang difokuskan pada toleransi yang sangat tinggi antar semua pengikut mazhab. Mengingat pesan persatuan sangat diutamakan dalam Islam sejati (QS,3:103-107), sehingga kita sadar siapa musuh kita yang sebenarnya. Sering kali terjadi pertikaian antar mazhab di tengah-tengah komu nitas kaum muslimin, padahal hal ini merupakan PR yang disodorkan oleh musuh-musuh kita.

Biaya Pendidikan sejak dari Sekolah Dasar sampai ke Perguruan Tinggi ditanggung sepenuhnya oleh Negara, termasuk biaya transportasi. Sedangkan gaji para guru haruslah yang tertinggi dibandingkan pegawai-pegawai lainnya termasuk militer sekalipun. Dalam pandangan Islam, guru adalah posisi yang paling mulia di tengah-te ngah masyarakat. Dalam hal ini kita dapat meyaksikan apa yang terjadi di Acheh khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Dari penelitian yang pernah penulis buat dengan opsi guru, dokter, tentara, dan pegawai sipil, rata-rata responden lebih suka menjadi dokter dan tentara daripada guru. Minat untuk jadi guru lebih tipis bah kan dibandingkan dengan pegawai sipil sekalipun. Hal ini terjadi disebabkan financial guru yang kurang terja min dibandingkan dengan pegawai lainnya.

Perpustakaan
Perpustakaan merupakan sarana yang paling penting dalam dunia pendidikan, sama halnya dengan Apotik da lam dunia pengobatan. Karena itu perpustakaan haruslah selektif daripada unsur-unsur yang merusakkan idea lis Islam. Buku-buku orientalis tidak boleh dibaca kecuali pasca Sarjana, mengingat mereka adalah orang-orang yang telah mantap di bidang 'Akidah/ Ideology, Siasah Fatanah (politik Rasul) dan Sejarah Islam.

Untuk orang-orang non akademis (masyarakat biasa) membutuhkan Perpustakaan Keliling yang juga gratis/ dibiayai oleh Negara. Buku-buku di Perpustakaan Keliling juga harus selektif benar, sedangkan buku-buku yang masuk dari Luar Negeri harus melalui tim sensor yang be nar-benar terpercaya dan bertanggung-jawab kepada Allah SWT. Apabila konsep Perpustakaan Keliling berhasil diterapkan akan membuahkan kesadaran masyarakat Islam yang luarbiasa. Seorang kepala keluarga akan sadar bahwa ketika mereka kembali ke rumah tangga tidak hanya membawa roti kepada keluarganya tetapi juga buku. Roti pelambang makanan adalah sarana un tuk memenuhi kurikulum perut (empat sehat lima sempurna), sedangkan buku untuk meme nuhi kebutuhan kurikulum otak. Hal ini memang tidak akan berhasil selama pemimpin-pemim pin negara itu sendiri belum siap untuk hal seperti itu.

Jadi faktor kepemimpinan sangat menentukan keberhasilan suatu konsep. Karena itu berbicara Pendidikan Islam kaffah adalah berbicara system kedaulatan Allah dimana Pemimpin Top Leadernya pastilah Imam atau minimal Ulama Warasatul Ambiya yang tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah.

Pemimpin yang bertype seperti itulah yang benar-benar memimpin ummahnya ke jalan yang diredhai Allah dan ummahpun bersatu padu bergerak ke arah yang sama pada poros bimbingan Sang Imam (Wakil Tuhan). Ne gara yang memiliki ummah dan Imamah seperti itulah yang da pat disebut Baldatun Thaiyyibatun Wa Rabbun Ghafur. Tidak sembarangan negara dan tidak mungkin disandang oleh suatu negara yang nota benenya lebih tepat disebut negara Thaghut macam Hindunesia-Jawa, bukan?

Penutup
Karena sumber pendidikan manusia berasal daripada Allah (Surah Al-Alaq 1-5), maka konsep Pendidikan Islam Kaffah haruslah dapat memproduksikan manusia-manusia yang pintar dan te guh Iman, bukan manusia-manusia sekuler. Kalau Manager Perusahaan harus memahami pro duksi yang bagaimana dibutuhkan konsu mer, Manager Pendidikan harus memahami kualitas manusia yang bagaimana dikehendaki Allah, bukan yang dikehendaki masyarakat/konsumen.

Billahi fi sabilil haq.
hsndswp
di Ujung Dunia



ISLAMIC EDUCATION kaffah


ISLAMIC EDUCATION HIGHLIGHTS kaffah
by
hsndwsp
Acheh - Sumatra


O ye who believe, enter into Islam as a whole, and do you share the steps of Satan. He is an outright enemy to you. (TQS al-Baqarah [2]: 208-209).


SPEAKING OF ISLAMIC STUDIES kaffah
SYSTEM EITHER IS SOVEREIGN GOD SPEAKS
(ISLAMIC SYSTEM PURE)


Bismillaahirrahmaanirrahiim
Speaking of education, will never be completed before completing talks on human ma itself. As we know the real ma nusialah the educational actors. Our success in formulating the concept of education, depends greatly on our success in defining manu drain itself.


The concept of education that we see today around the world, is still very far from the essence of humanitarian education. In developed countries such as America Series kat, France, Britain, Germany, Japan, Aus Austra- and others, are psykolo gis they are experiencing severe stress. This happens because they kehilanganmodel namely human figure capable of guiding them to the right path. Me they lose exemplary, representant, a figure that was able to make them for bere sensi, is precisely why they failed to Meru muskan verily its goal of human life.

In the 21st century we are still faced with three major questions World:

- Who is the real man?
- What is the purpose of life? (For what he is made)
- What are the needs?

Three main questions are of paramount importance to us catapult to the world stage in order to be discussed carefully. If we want the menuntas a problem, we must be wise see the root of the problem. Humans and Pen Speaking of education, may not be so we have to return to at the Khaliq seba a source of education and Creator of man himself (Surah Al-Alaq 1-5).

To find out what man is, first of all let's look at a legend scientific follows: "A scholar Earth will conduct research on Mars. On arrival at Mars, he met a University where a scholar of the planet Mars was giving a lecture to students about the results of research in tiannya in earth, Bachelor of earth decided to hear a college undergraduate planet Mars, how the pe nelitiannya on earth. Bachelor calculated the earth noted that an important point of greeting scholars Mars: "....... man is smart, strong and good shape, but they arrogant, greedy, cunning and cruel. Hobby they are fighting each other. At first I thought they were fighting to eat meat, it seems that my prediction was wrong. They left the bodies just after sing heroic. They fought for his master, without having the right purpose, for what they actually fight ....... "

What is stated undergraduate Mars that is not the essence of Man, but Bechar. Bechar is a creature that never beresensi. They are the ones who do not understand the real purpose of life. They do not see the truth due to the abundance of injustice they have done on this planet Earth. They were smart but not steadfast faith. Whatever the truth we told them, but they still deny it by using the version of "The Tale of the Mu". Here's listen to what Albert Camus said about the theory of man: "I am, because I'm rebelling, if I was not rebellious I was never there." This is what the man said and this is what I received as tiory right as a human.

Adam is a new angel to be human after rebelling against intuition heaven. Except Adam takseorangpun dibenar the rebellion against God's order. Rebellion against the order Taghout is the essence of man. Look how Abraham, Moses, Jesus and Muhammad were each rebel terha dap order Nimrod, Pharaoh, Emperors in Rome and Abu Sufyan ibn Harb. Imam 'Ali to Muawiyah bin Abi Sofyan, Imam Hussein bin Ali against Yazid ibn Muawiyah. Hasan Muhammad di Tiro, Kahar Muzakkar, Kanto Suwiryo and others against the order taghout Hindunesia. To more clearly let us see this as a version of the World Own arguments mutlaq truth


To answer the question of whether humans should primarily be guided by the word of Ila hi (Q.S 2:30). When Kitab Al Qur'an we read the whole we encounter a lot of conclusions, including the conclusion of the Angels, Satan and Adam. Sesung guhnya above three types of creatures in the beginning is Angel. Namely Angels were created from light (I termed M1), the Angels were created from fire (I termed M2) and Ma angels were created from the ground (I termed M3). As for the order of creation is, M1, M2, M3 and the latter once.

M1 is Angel absolutely submissive to God, since from its creation until the Day of Judgment, even the day of judgment. M2 Angels dissidents, mahu not submissive to God. After God created the M3, God told M1 and M2 in order to bow down to M3. M2 argued with pride that he was made of fire, while M3 (Adam) made from soil by M2, M3 is more despicable than M2. Besides, M2 also argued that he made more ahead of M3 (Then Allah revoke his angel status and replace it with the Devil or syaithan status and he was among the unbelievers, while its place in Hell (Qur'an, 7: 11-18). While the M3 after negotiating with M1 turns out he is superior to the M1, M3 has the science, the study of names not owned by M1. Rather it is worth God appointed Adam as his representative on earth. this is immortalized Allah in surah Al-Baqarah verse 30-34.

M3 placed God in heaven with his wife Eve. God told them both that do not approach this tree (hazihis syajarata) as border operations in the area of ​​heaven. Syar'i M1 and his queen syaithan derailed by saying that the tree was named tree Eternal (Eternity). To be eternally live in Heaven, M3 offered to eat it. And M3-was tempted with his wife. Ka for having violated God's predetermined limits, M3 Ma changed the status of a human named Adam and both were ordered down to Earth. Because of violations committed M3 induced M2, God still accepts the repentance of the World who would return to heaven. This can be seen in Surah Al Baqarah verse 35-38.

In spite of syaithan seductive philosophy by M3, M3 tahupersis risk of eating the fruit of the wood that is philosophis also more accurately be called wisdom fruit. M3 conscious when they are not productive in the heavenly realms, their sacrifice for humanity with how to eat fruit Wisdom. Despite the risk is lowered to the Earth, as the penalty of their transgressions, but they also had a plus that addition has Wa wasan and wisdom they have also been able to produce a while before eating the fruit of wisdom, they should be submissive in absolute terms to the Constitution that is in heaven , without giving them the opportunity to think freely and are also free to do de Ngan all hazards.


Above all else they break away from the status Angels absolutely submissive to God made Man is free to do and develop keturu nannya (berpro duction). M3 is expected human sacrifice as keberun Tungan. If the M3 not want to eat the fruit of wisdom, to this day they remain alone ie M3 and queen Eve. Because in heaven only place berse nang fun and enjoy heaven paced complex, vivid and fantastic, not a place to work and a mela birth to a baby. Suppose in Heaven can mela birth to a baby, automatically requires work, at least Baby Sister, for the treatment of babies. Whereas in heaven there are no children and no parents. They are all very young age and do not forget later Imam Hassan and Imam Hussein seba gi chairman of its youth in Heaven (Hadith the Holy Prophet)

Adam as the first man, created by God from the land, the least element, but in combination with the spirit of God, the holy spirit. That's in humans there are two tendencies. The tendency to follow the ground as the raw material that makes him contemptible and the tendency to follow the spirit of God, the holy spirit which makes him very precious in God's invitation pan (ahead of the Angels). The human body on the ground fallow sal ken datipun but she is beautiful (handsome) does not mean anything if there were no lives, spirits su ci. Body without a soul will be dining earthworms.

Life in the world will confront humans in two ways. The road that climb more difficult and more pleasant smooth path (Qur'an, 90: 10). The road that climb more difficult is the path of liberating the poor from the shackles of oppression and occupation, the goose-neck befall them, freeing man from the system of slavery, servitude both orthodox and modern slavery (Qur'an, 7: 157 & QS, 90: 12-18 ). For this path must not be not required to establish a system of God. For God's mendi Rikan system requires steadiness Power and Ideology because it would be faced with Keku atan Thaghut system, he explained would have to deal with battlefield. That is precisely the Apostles equipped with an integrated pi with Ideology, Mizan and Power (Surat al-Hadid: 25).

After the period of the Apostles ends, the task of establishing the system of God followed the priest who is sent. If the word in a country no Imams, the task will be taken over by the Crier-caller Ulama or collectively truth because God is the task of establishing the system Haq, said opponents rather than false. It is necessary digarisba Wahi because many people are fooled by the classic opinion that said obligatory. Haq in this context its position above the mandatory. If obligatory, suppose not established at most sinful. While the matter of sin is still no way to ask for forgiveness. While Perka ra Haq, if not established legal falsehood. Risks are in a system that vanity is Hell. Andaika ta we were not in the system of Allah (Haq), we are in the automated system Thaghut (false) except taqiyah. For this case Allah says; "Qul ja al haqqu wazahaqal baathil, innal bathilakana zahuuqa"

A smooth road more enjoyable is the way of Cain, human killer. Namruz road, Fir-aun, emperors in Rhoma. Jalan Abu Sufyan ibn Harb, Muawiyah bin Abi Sofyan, Yazid. The way of those who united in Thaghut Hindunesia Java system robber ali "Taqiah". These are all the people - those who seek happiness over the world the suffering of others (read the poor). They are generally either directly or indirectly, against the verses of Allah. They just bereksis tension and never beresensi. When talking about the Islamic State, Sovereignty of Allah, Allah System, most of them direct me against it, while others feel groggy, shows the attitude is not happy with the forward various pretexts. It is impossible, impossible, mimpilah, etc. Mere ka claim to be people of faith, Islam. They verily it has been revealed by God clearly da lam Al Qur'an Karim surah Al-Baqarah 8 - 20. It is also contained in a letter such as Su rat Al-Munafiqun of paragraph 1 to paragraph 8 and the passages in the letter other -surat.


To answer the second question: whether the goal of human life, there are some opinions that circulated among the Muslims about the purpose of life. Some say the purpose of life is to find Mo memories, happiness, kesejah-being, peace, security and harmony. People are finding it kui purpose in life as it is, is very unlikely to be invited to establish a system of God. They do not want to take risks that would boa hayakan life. While others believe THAT the purpose of life is to worship. They believe THAT is meant worship only prayer, fasting (fasting) bertahlil and bersamadiyah, pray, read the Quran and the Hajj to the House. They keli ru 180 degrees. This mistake caused by inaccuracies in translating the word "liya'buduni" in the Letter Azzariyat paragraph 56. The right translation is: "submissive to Me" complete "does not make the Ku Jin and Human except for submissive to Me".


However, it is not one we translate beri'badah to me, if only we are able to understand whether "worship" it really is. Any human activity in this world called i'badah ranging from the smallest activity (eye blink) to establish Daulah Allah (Allah System). Staying longer i'badah address terse but there are two, namely God and Evil. Eye blink when reading the Koran to make clearer / brighter means to worship Allah, while blinking eyes when he met with the opposite sex is to give badah to taghout. Establish a system of God means worshiping Allah while establishing sys tem means to worship the Evil Evil. Besides that we also have to understand that it has two dymensi worship that can not be separated from each other like two sides of a coin. Namely the ritual (hablum minallah) and the social side (hablum hablum). Worship in the perception of heresy, simply download cover ritual side, they tend to neglect the social side, including the largest social worship yes it established the system of Allah (Allah's sovereignty).

Reading the Qur'an is the worship ritual. When we understand in our own language to our resume practicing, then go in the social area, unless the world population who speak Arabic. This makes the wrong person. There are so many people who claim to be Muslims, but do not understand the function of the Qur-an. In fact, God himself has stated in the Quran: "The Book (this Qur'an) there is no doubt (the least) to him, is as guidance for those who fear". But they seemed to have amend function Qur-an of hudal lin Naas to lil Qari. How is it possible on the one hand we admitted al Qur'an as a guide Life, but on the other hand we only read-rusaha be read without understanding the message of God in the guideline itself.

Today it has become a reality almost everywhere in the world, a lot of schools that kuri kulumnya just reading the Qur'an, memorizing the Qur'an and use the Qur'an as art, good art and calligraphy art reciter. there did not seem at all schools understand the Qu-ran. If we think based on the message of God himself "... .Afala Ta'qilun and Afala yatazakkarun". How could there be schools to understand al Qur'an in countries menggu taghout nThis system. Suppose there are schools understand the Qur'an in tersbeut countries must be geared towards establishing the system of God. That's what makes them try to mempelintirkan function of the Qur'an in the midst of the Muslims (verses muhkamat said mutashabihat). It actually works lackeys Snough Hugronye. Snough Hughronye there was orientasli Dutch people who had been educated in Saudi Arabia for about 20 years and are largely managed to fool the people of Acheh - Sumatra by swapping its name into Abdul Ghafur.

People who believe the purpose of life is only to worship ritual alone, is also believed to seek reward solely. Their belief in doing good in the world as well to earn mem heaven in the hereafter to shellac. To clarify this issue readers are welcome me ngikuti following paragraphs carefully. As which has been affirmed by Allah SWT: "..... Afala ta'kiluun?....... Afala yatazakkarun?"


Suppose we have two nephew. The first named Balaam and the second Mukhlis. Si Balaam always ready to do whatever we tell if only to give a little money each task was executed. While the Mukhlis also prepared anything what we sent, but he did not expect our giving. He mahu do whatever we tell is simply because we are his uncle. As uncle se identity, our sincerity impossible to ignore the work of devotion. Of mem sure we will give the best return at the moment - a particular moment. Si Balaam perumpa maan those who do good in this world to expect a reward memorandum benenya course heaven.

They focused their hopes on the gift of God, not Him. While the Mukhlis, Housing parable those who do good in the world sincerely without expecting a reward. They do good mahu solely because the God they believe to be true as a Lord, her lover, owner. People who memperham bakan to God such a God certainly gave heaven to them in the Hereafter later. Si Balaam will definitely be the bad guy on the surface of planet Earth is supposing, Oh, "If" this should be highlighted in order to avoid misunderstandings (mis-under standing) said the European tub. If God did not create Hell, people like Si Balaam definitely be the bad guy in this world, because they will also get the facility heaven someday in the Hereafter (Imam Khomeini: 40 Hadiths options, Mizan Bandung).

"Afala Ta'kilun Afala yatazakkarun"
Because God made man of the two elements, the soil and the spirit of God, kebutuhanpun composed of two elements, elements of material and spiritual elements. In other words, man is in need of curriculum and curriculum abdominal brain. Because humans need both types of curriculum, Allahpun human complement the primary and secondary science. The primary science is the science that revealed by God through the Apostles, namely the Qur'an and Wisdom (Sura 62: 2). Sipapun who have had such knowledge will definitely not go astray in life. The science is as a machine to turn "lights" to illuminate the life of a person's life path to tread the straight path (Mahdi Ghulyani: Philosophy of the Koran in the Perspective of Islamic Sciences, Bandung Mizan). In the Western world in general experienced vacancies than other types of these sciences. This coincided with the loss of an exemplary human being, representant or model to be imitated. While in the East generally experience decadent.


In the primary science mentioned above there are also signals with respect to the secondary sciences. There are other terms with lights to illuminate the essence of secondary sciences. Secondary science needed to achieve the welfare of human life on planet Earth. In other words, the secondary science to improve his knowledge of Earth's surface that is at once by human science and tekhnology. The Science of God was revealed in "Padang Arafah", where the first meeting of Adam and Eve. While the science of Wisdom was revealed in "Masyarul Haram", a place intended Adam and Eve to gain awareness of the sacred (DR 'Ali: Haji. Publisher Rajawali, Surabaya).

Education
Speaking of education is to talk about human needs. As has been the author outlined above relating to the question number 3, that any man needs.
In the following paragraphs we will discuss the concept of Islamic education in Kaffah. Speaking pulled nai concept as well as talking about printing in a factory / machine Printer. So first we thought it was a model of how the required items consumers. While the concept of education is printing cadres needed by business concept itself. If we want to make the concept of Islamic education in Kaffah, the owner of the concept is God. That is the concept that we make should be based on the instructions of God in the Qur-an. That's the curriculum for each education level must consist of material understanding of the Koran at number one, ranging from secondary school to university.

Universities in addition to the material understanding of the Koran as a major subject in each department, understanding the Koran should be an absolute requirement for a degree. While in S2, and automatic Doctoral Program of understanding the Koran dalah experts. Concepts such as these will be mem buahkan humans are clever and steadfast faith. Each institution can be ascertained sump wa material mainly is understanding the Quran. Then the second portion placed by Ittrah Hadith the Holy Prophet. History of the Apostles, Priests who were requested and Ulama Warasaul Ambiya. Followed by schools of comparative material which is focused on a very high tolerance among all followers of sects. Given the highly preferred message of unity in the true Islam (Qur'an, 3: 103-107), so that we realize who our enemy really is. Often there was a dispute between the schools in the middle of routine Komu Muslims, but this is a PR proffered by our enemies.

Cost of Education since from elementary school up to college is borne entirely by the State, including transportation costs. While teachers' salaries should be the highest compared to other employees, including the military though. In the view of Islam, the teacher is the most glorious position in the middle-te middle of society. In this case we can meyaksikan what happened in Acheh in particular and Indonesia in general. Of the studies that have been the author created with an option teachers, doctors, soldiers and civil servants, the average respondent would rather be a soldier than a doctor and a teacher. Interest to be a teacher thinner compared to the flood of civil servants though. This happens due to lack of financial teachers are conducive min compared to other employees.

Library
Libraries are the most important means in the world of education, as well as pharmacies da lam medicine. Because the library should be selective rather than elements that destroy the idea lis Islam. Books orientalis should not be read except post-graduate, considering they are the ones who have been steady in the field of 'Aqeedah / Ideology, Siasah Fatanah (political Apostles) and Islamic history.

For those non-academic (common people) need a mobile library which is also free / paid for by the State. Books in the bookmobile should also be selective right, while the books of Foreign Affairs must sign in with a team of sensors that are properly completely reliable and accountable to Allah SWT. If successfully implemented the concept of Mobile Library will bring tremendous awareness of Islamic society. A head of the family will be aware that when they go back to households not only bring bread to his family but also books. Bakery both Palembang food is a means ts to meet the curriculum stomach (four of five perfectly healthy), while the book to suit curriculum requirements nuhi brain. This is not going to work for the leader-pin pemim state itself is not yet ready for such a thing.

So the leadership of factors determine the success of a concept. Because it speaks of Islamic Education kaffah is speaking God's sovereignty system where Top Leader Imam or leader, must have a minimum of Ulama Warasatul Ambiya are not afraid of anyone except God.

Bertype leader like that who really lead the Ummah to the path of Allah and ummahpun diredhai united moving in the same direction on the shaft guidance of the Imam (Vice Lord). Ne gara which has ummah and Imamah like that that may exist that are called baldatun Thaiyyibatun Wa Rabbun Ghafur. Not haphazard state and may not be held by a country that is more appropriately called memorandum benenya Thaghut country-wide Hindunesia Java, is not it?

Cover
Because humans originated educational resources than Allah (Surah Al-Alaq 1-5), then the concept of Islamic Education Kaffah must be able to produce human beings who are smart and te guh Faith, not humans secular. If the Manager Companies must understand how the pro duction that takes the consumers mer, Manager of Education must understand how the human quality that God desired and not desired public / consumer.

Billahi fi sabilil haq.
hsndswp

at the End of the World

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar