Senin, 23 November 2015

PERBANDINGAN KETA'ATAN ANTAR MANUSIA DAN BINATANG

KUDA YANG MENCETUSKAN API DARI PUKULAN KUKU KAKINYA

SOROTAN SURAH AL 'ADIAT  

MERUPAKAN PERBANDINGAN ANTARA MANUSIA DAN BINATANG

hsndwsp 
Acheh - Sumatra



KONSEPSI PERBANDINGAN KETAATAN BINATANG KEPADA TUANNYA DAN MANUSIA KEPADA TUHANNYA.




Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Demi kuda perang yang berlari kencang dengan (nafasnya) yang terengah-engah, (QS. 100:1) dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya), (QS. 100:2) dan kuda yang menye rang dengan tiba-tiba di waktu subuh, (QS. 100:3) maka ia menerbangkan debu, (QS. 100:4) dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh, (QS. 100:5) Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak berterima kasih kepada Tuhannya, (QS. 100:6) dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, (QS. 100:7) dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta (QS. 100:8) Maka apakah dia tidak mengetahui apa bila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, (QS. 100:9) dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada?, (QS. 100:10) Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha mengetahui keadaan mereka. (QS. 100:11)

Dalam surah Al 'Adiat ini Allah bersumpah dengan kuda bahwa sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih terhadap Tuhannya. Justru itu marilah kita kaji kenapa sampai Allah sendiri menyatakan bahwa sesungguhnya manusia itu ingkar, tidak berterima kasih kepadaNya dan bakhil.

Ada dua jenis makhluk yang dapat kita buat perbandingan dari surah Al 'Adiat ini yaitu antara binatang dan manusia. Binatang disini diwakili kuda. Kuda adalah binatang yang konon dulunya (ketika surah ini diturun kan) di gunakan manusia sebagai kenderaan dalam berperang, satu-satunya sebagai pasukan kavalerinya. Kuda itu tidak mengharapkan banyak pada tuannya kecuali segumpal rumput. Kendatipun demikian kuda memiliki kepatuhan luarbiasa kepada tuannya. Lihatlah ketika tuannya membangunkannya di waktu pagi-pagi benar, dia tidak pernah memberitahukan tuannya bahwa dia belum cukup tidur, dia tidak pernah menanyakan pada tuannya apabila dia dibawa untuk bertempur, dia tidak pernah menanyakan pada tuannya bila dia mati berada dalam pertempuran itu. Dalam hal ini bukanlah disebabkan dia tidak dapat berbicara. Buktinya, dia langsung bangun ketika tuannya membangunkannya walau pagi-pagi benar sekalipun. Kenapa? Demi mengharapkan se gumpal rumput sebagai makanan dalam hidupnya.

Lihatlah bagaimana kencangnya kuda berlari sampai-sampai nafasnya terengah-engah, bagaimana kencangnya kuda berlari sampai mencetuskan api dari pukulan kuku kakinya, bagaimana beraninya kuda menyerang dengan tiba-tiba di waktu subuh, bagaimana dia lari sampai menerbangkan debu, lalu masuk ke tengah-tengah perkumpulan musuh.

Namun lihatlah kebanyakan manusia yang banyak sekali menggantungkan harapannya pada Allah, Tuhan mereka. Manusia mengharapkan kemerdekaan sebagaimana bangsa Acheh Sumatra, bangsa Chechenia, bangsa Bosnia, bangsa Palestina dan bangsa-bangsa lainnya. Manusia mengharapkan ketentraman, kese hatan, keadilan, kesenangan dan sebagainya. Namun lihatlah ketika manusia dibangunkan Allah, Tuhan nya di waktu pagi-pagi benar untuk Shalat Subukh yang hanya menghabiskan waktu lebih-kurang 15 menit, kebanyakan dari mereka lebih senang menikmati tidurnya.

Islam kaffah tidak hanya Shalat, namun andaikata shalatnya saja tidak digubris, sirnalah imannya kendatipun di depan manusia berkaok-kaok bahwa mereka adalah orang-orang yang beriman, seba liknya Allah menyatakan mereka tidak beriman (Q.S, 2: 8 -20). Sementara sebahagian manusia sangat peduli tentang shalatnya, namun mereka mengabaikan "hablum minannasnya". Hablum minannas bukan lah sebatas baik hubungannya saat shalat berjamaah, apa artinya sementara saudara kita merintih di gubuk-gubuk derita. Shalat, puasa, zakat naik Haji dan latin-lain sebagainya tak ada arti sama sekali kalau Aqidahnya sudah sirna, kalau pedoman hidupnya bukan Al-Qur-an, kalau tidak mendambakan agar berlakunya hukum Allah dipermukaan bumi Allah ini. Untuk apa? Untuk membebaskan kaum dhu'afa dari belenggu yang menimpa kuduk-kuduk mereka (Q.S,7:157)

Pembaca yang mulia !Andaikata kita melihat seseorang yang menunggang kuda namun orang tersebut tidak sanggup bangun pagi-pagi benar untuk memenuhi perintah Tuhannya, yakinlah bahwa derajat orang tersebut dibawah kuda kendatipun dia duduk diatas kuda. Maafkan saya. Ini bukan fatwa saya sebagaimana ada orang dimilis ini yang menuduh saya mendahului Allah. Bagi orang-orang yang mampu befikir pasti memahami bahwa orang-orang yang benar-benar beriman senantiasa berpedoman pada pernyataan Allah sendiri, bukan fatwa manusia. Sebaliknya bagi orang-orang yang tidak mampu berfikir sebaiknya belajar pada orang-orang yang mampu, bukan sekedar melambungkan bantahan yang tidak sesuai dengan keadaan dirinya.

Billahi fi sabililhaq

hsndwsp 

di  Ujung Dunia



HORSE OF BLOW API that sparked her toenails

HIGHLIGHTS Surah Al 'ADIAT

IS COMPARISON BETWEEN MAN AND ANIMALS
hsndwsp
Acheh - Sumatra

HIGHLIGHTS Surah Al 'ADIAT

CONCEPTION OF COMPARISON OF COMPLIANCE AND HUMAN ANIMAL his master to his Lord.



Bismillaahirrahmaanirrahiim.
For the sake of a war horse who raced with (breath) panting, (QS. 100: 1) and the horse that sparked the fire with punches (hooves), (QS. 100: 2) and the horse bears a rang suddenly at dawn, (QS. 100: 3) then he flew dust, (QS. 100: 4) and stormed into the middle set of enemies, (QS. 100: 5) man is indeed broken ungrateful to his Lord, (Qur'an, 100: 6), and in fact he is a witness (alone) keingkarannya, (QS. 100: 7) and indeed he was griping because of his love for treasure (QS. 100: 8) so if he did not know anything when raised what was in the tomb, (QS. 100: 9) and was born what is in the chest ?, (QS. 100: 10) Verily their Lord on that day Knowledgeable their circumstances. (Qur'an, 100: 11)

In Surah Al 'Adiat is Allah swears by the horse that the real man is ingrate, ungrateful to his Lord. Instead, let us examine why until God himself stated that the real man is broken, do not thank him and griping.

There are two types of creatures we can make a comparison of Surah Al 'Adiat this is between animals and humans. Equine animals are represented here. Horses are animals that supposedly once (when this surah been copied right) in human use as a vehicle in the war, only as cavalry. The horse was not expecting much to his master but a lump of grass. Nevertheless horse has remarkable adherence to his master. Look at the time when his master woke him early in the morning, he never told his master that he is not getting enough sleep, he never asked his master when he was brought in to fight, he never asked his master when he died were in the battle. In this case not because she could not speak. The proof, he immediately woke up when his master woke him early in the morning even though. Why? Demi expect se blocky grass as food in his life.


Look at how the hardness of a galloping horse to the point of gasping for breath, how the hardness of a galloping horse to spark the fire of punches toenail, how dare horse attack suddenly at dawn, how he ran up to blow away the dust, and into the middle bevy of enemies.

But look at the majority of people that a lot of pinning their hopes on God, their Lord. Humans expect independence as a nation of Acheh Sumatra, Chechenia nation, the nation of Bosnia, the Palestinian nation and other nations. Humans expect tranquility, health-Mo, justice, pleasure and so on. But look at when people were woken Allah, his Lord at a time early in the morning for prayers Subukh who just spent more or less 15 minutes, most of them prefer to enjoy their sleep.

Islam kaffah not only prayer, but suppose prayer alone is not heeded, it will cease in spite of his faith before men berkaok-caw that they are people who believe, contrary seba Allah stated they did not believe (Q.S, 2: 8 -20). While human sebahagian very concerned about his prayer, but they ignore the "hablum minannasnya". Hablum hablum fact not merely a good relationship when the prayers, what is our brother while groaning in pain shacks. Prayer, fasting, zakat Hajj and latin-so there is no sense at all that creed was already gone, if not his life guidelines Al-Qur-an, if not crave to enactment of the law of God God's earth's surface. What for? To liberate people from the shackles that afflicts Dhu'afa-neck scruff of their (Q.S, 7: 157)

Readers glorious! If we see someone on a horse, but the person is not able to get up early in the morning to meet God's instructions, rest assured that the degree they are under the horse even though he was sitting on a horse. Forgive me. This is not a fatwa me as there are people who accuse me of this dimilis ahead of God. For people who are able befikir certainly understand that people who are true believers always be guided by God's own statement, not a fatwa humans. In contrast to those who are not able to think should be studied in people who are able, not just toss denial that does not comply with the state itself.

Billahi fi sabililhaq

hsndwsp


at the End of the World
-------------
-------

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar