Kamis, 05 Desember 2013

KONSEP HIDUP DALAM MASYARAKAT YANG MAJEMUK: "LAKUM DIINUMUM WALIADIIN"


"LAKUM DIINUMUM WALIADIIN"
DAN FIRMAN ALLAH JUGA 
"WALANA A'MALUNA WALAKUM A'MALUKUM"

Kawan-kawan sedang memperbincangkan persoalan fenomena agama di Jawa. Itu boleh-boleh saja mencari bukti yang benar, kalau memang bertujuan untuk meredam klik antara Syia'ah dan Sunni. Sebagaimana klaim Sunni bahwa Syi'ah orang baru di Indonesia dimana dengan alasan yang tidak sahih itu mereka hendak membenarkan untuk mengeluarkan penganut Syiah dari kawasan yang mayoritas Sunni.


Bagi orang indonesia yang jujur dan mau berpikir secara kemanusiaan akan berkesim pulan bahwa semua penganut agama berhak hidup dimanapun diatas bumi Allah. Untuk hal ini Allah berkata: "Bagimu agamamu dan bagikulah agamaku". Realita sejarah di Ma dinah itu ketika Rasulullah mendirikan system Islam (Negara Islam), disana ada 4 komunitas yang berbeda a gama. Yaitu Islam, Yahudi, Nasrani dan agama Aminisme. Rasulullah sebagai Rasul Allah dan juga kepala pemerintahan berbuat adil terhadap mereka dan melindungi non moslem seba gaimana moslem sendiri dimata hukum. Lalu kenapa sekarang ada komunitas di Indonesia yang "lebih keras ban depan daripada ban belakang", kalau diumpamakan 'sepeda'? Semoga kaum takfiri itu sadar bahwa mengusir manusia dari tanah endatunya sama dengan sepak terjang kaum quraisy dulu yang mengusir pengikut Rasulullah dari Mekkah hingga terpaksa hijrah ke Madinah dan juga ke Taif sebahagiannya (baca negri non moslem)

Kaum takfiri Indonesia juga sudah pernah mengusir dan membunuh komunitas Muhammaddiah dan Syiah Sampang. Andaikata mereka menggunakan pikiran secara tepat yang telah dianugerahkan Allah kepada manusia, pasti menyadari bahwa mereka boleh saja menganggap Syiah dan Ahmadiah sesat sebagaimana Ahmadiah juga menganggap mereka sesat, itu wajar. Yang tidak wajar mengusir mereka, apalagi membunuhnya, pasti justeru mereka pembunuh itu yang tidak meyakini larangan Allah bahwa membunuh seorang manusia sama dengan membunuh manusia seluruhnya:

Allah berfirman dalam Al-Qur’an : “Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia seluruhnya”. (QS. 5 : 32).

Kalau pemerintah maindonesia tidak bergegas melindungi komunitas Syi'ah, Ahmadiah dan juga komunitas lainnya, pemerintah dan segenap aparatnya juga akan mendapat hukuman dan azab Allah kelak, termasuk yang bersekongkol dengan pihak pembunuh tersebut.

Para hakim indonesia juga ikut ambil bagian dari pikiran yang tidak manusiawi seperti terhadap pengikut Ahmad Mosaddeq dimana para kaum takfiri tidak mampu melawan logika Ahmad Mosaddeq lalu memanfaatkan power penguasa untuk memasukkah Ahmad Mosaddeq dalam penjara, begitu rendahnyakah cara mereka mengambil kesimpulan? Untuk kasus Mosaddeq silakan klik disini: 


http://www.youtube.com/watch?v=NcPdbdz85Js
http://www.youtube.com/watch?v=NcPdbdz85Js

Ada hal yang sangat baik kita petik dari Ahmad Mosaddeq ini: "Mengapa mereka resah? Mereka resah sebab tidak punya konsep yang benar dalam beragama"

Kalimat Ahmad Musaddeq ini secara ideologi kembali kepada pihak manapun yang gegabah menghadapi komunitas yang berbeda paham dengan mereka. Logikanya begini: Orang nasrani berkeyakinan bahwa tuhan itu 3 (Trinitas), sedangkan orang Islam meyakini Tuhan Itu satu (surah al ikhlas). Pertanyaannya kenapa kaum takfiri itu tidak mengusir orang Nasrani? Sebabnya konsep mereka para takfiri sedikit lebih baik dari konsep orang Nasrani, makanya mereka bersikap "engeh-enggeh saja". Ketika para takfiri berhadapan dengan Ahmadiah ternyata konsep beragama yang dimiliki komunitas Ahmadiah lebih baik dari konsep para takfiri. Adapun konsep beragama daripada komunitas Syi'ah Imamiah 12 jauh mengungguli dari komsep pihak manapun, makanya kaum takfiri sangat membenci Syiah Imamiah 12. Lalu kenapa mereka sepertinya seolah-olah dapat menerima syiah Zaidiyah? Sebabnya Zaidiah tidak sama dengan Syiah Imamiah 12. Zaidiyah hanya mengaku Imam terakhir Zaid yang bukan Imam yang dinyatakan Allah dan Rasulknya sejak permulaan Islam. Kemudian adalagi Syiah Ismailiah yang juga tidak jauh berbeda dengan komunitas Zaidiyah, namun bagi kami tidak menganggap kedua komunitas itu kafir sebagaimana persepsi kaum takfiri terhadap kami Syiah Imamiah 12 (Islam mazhab Ja'fari)

Kesimpulannya mereka resah terhadap komunitas Syiah dan Ahmadih disebabkan konsep mereka kalah dibandingkan konsep Syiah Imamiah 12 dan Ahmaduah. Dari itu jangan heran kalau mereka gegabah dalam menghadapi kami dan Ahmadiah. Perlu diketahui bahwa kaum takfiri yang kini menjamur di Indonesia adalah exportir dari Arab Saudi yang wahabi. Mereka mengklaim diri sebagai orang 'Salafi', mereka kira orang salafi itu Muawiyah dan ulama 'bal'am' yang ditugaskan Mu'awiyah untuk memproduksikan hadist palsu sampai "berjuta" jumlahnya. Disitulah kesesatan mereka tetapi ironisnya mereka menuduh pengikut Ahlulbayt yang sesat. Mereka lupa bahwa orang Salafi itu juga Imam Ali dan segenap pengikutnya kala itu. Berikut ini saya sertakan jawaban terhadap apa yang mereka tuduhkan bahwa seolah-olah Syiah tidak ada zaman Rasulullah saww:


1. Mazhab Syiah Imamiyah Itsna Asy'ariyah (Pengikut 12 Imam) adalah sebuah komunitas besar dari umat Islam pada masa sekarang ini, dan jumlah mereka diperkirakan ¼ jumlah um mat Islam. Latar bela kang sejarahnya bermuara pada masa permulaan Islam, yaitu saat turun nya firman Allah swt. surat Al-Bayyinah ayat 7 :

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُوْلَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّة

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, mereka adalah sebaik-baiknya penduduk bumi. (QS. Al Bayyinah [98]:7)

Selekas itu juga, Rasulullah saww. meletakkan tangannya di atas pundak Imam Ali bin Abi Tha lib a.s., sedang para sahabat hadir dan menyaksikannya, seraya bersabda: “Hai Ali!, Kamu dan para Syi’ahmu adalah sebaik-baiknya penduduk Bumi”. [1] Dari sinilah, golongan ini dise but dengan nama “Syi’ah”, dan dinisbatkan kepada Ja’far Ash-Shadiq a.s. karena mengikuti beliau dalam bidang fiqih. Read more:



http://achehkarbala.blogspot.no/.../inilah-syiah-ima miah...
http://achehkarbala.blogspot.no/.../inilah-syiah-ima miah...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar