Kamis, 24 Oktober 2013

ISLAM ADALAH AGAMA BERSYSTEM DAN RAHMATAN LIL'ALAMIN


DIUTUSNYA NABI KEDUNIA UTAMANYA UNTUK
MEMBEBASKAN KAUM MUSTADHAFIN  
DARI BELENGGU PENINDASAN DAN PENJAJAHAN
YANG MENIMPA KUDUK-KUDUK MEREKA
(QS,7:157 & QS, 90:12-18)


Andaikata kita belum mampu memahami definisi Islam agar mampu memahami mana fenomena Islam murni dan mana fenomena Islam palsu, masyarakat bisa juga mudah melihat kehadiran kehidupan yang Islami dengan melihat dan mengamati masyarakat atau komunitas atau suatu negara itu dengan kehidupan rakyat keseluruhannya. Adakah disana yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin? Apabila kaum mustadhafin belum terbebaskan dari belenggu penindasan dan penjajahan, yang menimpa kuduk-kuduk mereka, membebaskan manusia dari sistem perbudakan baik perbudakan ortodok mahupun perbudakan modern (QS,7:157 &QS,90:12-18), dapat dipastikan itu belum Islami tetapi hypocrite, walaupun banyak tokoh politik yang berkutat bahwa itu negara Islam.

Hugo Chavez, Evo Morales and Nicolás Maduro

Negara yang dipimpin orang non Islam yang berwawasan "Kemanusiaan" (baca Venozuela dan Bolivia) masih jauh lebih baik dibandingkan dengan suatu negara yang dipimpin oleh orang 'Islam' yang tidak berwawasan kemanusiaan hingga tidak berpihak pada kaum mustadhafin (baca, Indonesia, Turki, Arab Saudi dan sebagainya)

Dari itu Rhoma Irama sangat keliru ketika mengutip ayat Allah untuk menghadang Jokawi dan Ahok. Yang menghadang Jokawi bukan saja Rhoma tetapi juga Amin Rais, Ruhut Sitompul dan masih banyak lagi politikus salah makan obat lainnya.

 Rhoma Irama belum memahami esensi Islam. Hal ini terindikasi saat dia khawatir Indonesia akan dipimpin Ahok kelak. Sejak dari Suharto sampai Yudhoyono Indonesia menjadi permainan ditangan orang-orang hypocrite. Rhoma tidak memahami kalau pada diri orang non Islam masih ada kebaikan tetapi tidak ada pada diri orang hypocrite. Ini perlu digarisbawahi secara idelologis bukan secara basa-basi. (
http://www.youtube.com/watch?v=KiYEc2z30mo)

Saya yakin orang Acheh yang punya wawasan kemanusiaan dan berpihak kepada kaum mus tadhafinpun, pasti memuji (Jokawi - Ahok). Semoga Megawati menyadari sosok Jokawi yang Islami dalam realita dibandingkan politikus lainnya kerap berbicara Islam tetapi sepak terjangnya tidak Islami. Saya rasa belum pernah muncul di Indonesia itu sosok pemimpin yang merakyat macam Jokawi - Ahok. Semoga via mereka berdua Indonesia akan menjadi milik Rakyat bukan milik pejabat atau penguasa dan segenap konco-konconya.
(Angku di Awegeutah, Tampokdjok)


Dari humaira Widiawati ; 
INI HARUS DIBACA DAN DIANALISA!
 Semoga rakyat Indonesia dan Acheh - Sumatra sadar bahwa korupsi di Indonesia sudah mencapai klimaksnya. Para koruptor yang mencuri harta negara yang seharusnya diperuntukkan untuk kesejahte raan rakyat jelata, realitanya sejak jaman Suharto sampai Yudhoyono, rakyat Indonesia secara mayori tas tetap hidup menderita. Hal ini bukan saja penguasa yang bermental korup alias pencuri berdasi tetapi juga systemnya yang tidak Islami. Satu komponen saja tidak benar, mampu menggerogoti kehidupan bernegara hingga collaps, konon pula kalau seluruh komponen dari system nya tidak benar.

Baru-baru ini masyarakat Indonesia agak gempar dengan kemunculan pemimpin yang merakyat ( baca Jokowi, gubernur DKI Jkarta). Saya juga salut buat Jokowi dan wakilnya Ahok tetapi saya yakin bukan saja pemimpin macam Jokowi dibutuhkan Indonesia tetapi juga systemnya yang dapat menjamin kepemimpinan macam Jokowi tidak hanya di Kota Jakarta tetapi juga diseluruh Nusantara. Dalam system yang benar dapat diproduksikan kepemimpinan secara massal macam sosok Jokowi. Kemunculan sosok Jokowi hari ini bagaikan "sebatang pohon" yang tumbuh di lerenggunung tetapi tidak kita saksikan adanya "pohon-pohon" macam itu di setiap wilayah lain. Persoalannya berkemungkinan besar ide-ide Jokawi yang merakyat akan dihadang di kawasan-kawasan lain dimana mental para politikus berperangai cangkul secara mayoritas. Realitanya di Jakarta saja Jokawi dihadang oleh politikus-politikus yang 'salah makan obat'

Berikut ini sedikit gambaran "sandiwara" dalam wilayah hukum, kerusakan systemnya:

1.
http://www.youtube.com/watch?v=giVv4UZsXAw

2.
http://www.youtube.com/watch?v=bCWE_hQw9Kk

3.
http://www.youtube.com/watch?v=U5ZTyMJtx14

4. http://www.tempo.co/read/opiniKT/2013/10/22/5622/Eksekusi-40-Koruptor-Mangkrak

5. http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/12/03/27/m1jtgh-kuasa-hukum-pertanyakan-jumlah-harta-dw-yang-diungkap-kejagung


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar