Sabtu, 08 Juni 2013

KETELADANAN RASULULLAH HANYA BARU KITA SAKSIKAN PADA DIRI MAHMOUD AHMADINEJAD IRAN


ANDAIKATA IMAN ITU BERADA DI BINTANG SURAYYA
MEREKA DARI GOLONGAN INI (BANGSA PARSI)
SANGGUP MENGGAPAINYA
(HADIST)

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Kisahnya dua kekuatan super power yang pernah menakutkan Dunia, dikalahkan oleh bangsa yang tidak terpengaruh sedikitpun dengan kemewahan Dunia serta bersatupadu pada satu poros dibawah pimpinan seorang pengembala yang dianggap remeh oleh musuh-musuh sebelumnya.

Itulah Muhammad saww yang memilih lapar satu hari dan kenyang dihari yang lain ketika Malaikat Jibril menawarkan kemewahan Dunia tanpa mengurangi haknya di Akhirat kelak.

Itulah Muhammad saww yang tidak akan makan kenyang sebelum Ummat mendahuluinya. Itulah Muhammad saww yang memiliki kepalan tinju nabi Musa as, namun menyimpan hati Nabi Isa as yang kasih di dadanya.

Itulah Muhammad yang memiliki pedang ditangan kanannya (Power), namun memiliki Al Qur-an (Petunjuk) ditangan yang lainnya. Qur-an tanpa pedang akan mandul didepan musuh-musuhnya. Pedang tanpa Qur-an akan membuat manusia bagaikan seorang pemabuk yang akan melibas siapa saja yang melintas didepan matanya.

Itulah Muhammad saww yang dipersiapkan Allah sebagai UtusanNya yang terakhir, dilengkapi dengan Kitab, Mizan (neraca) dan Besi (Power). (Q.S. al Hadid : 25).

Itulah Muhammad saww yang mengawini wanita-wanita untuk melindungi anak yatim, bukan untuk memenuhi nafsunya sebagaimana tuduhan manusia-manusia yang tidak memahaminya.

Itulah Muhammad saww yang melarang memerangi negara manapun kecuali didalam negara tersebut terdapat kaum dhu’afa yang diperlakukan semena-mena oleh kaum mutaqabbirun, hingga mereka berseru: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!" (Q.S An Nisaa: 75)

Kepemimpinan yang dimiliki Muhammad saww lah yang dapat membawa manusia kepada rahmatan lilalamin.

Sayangnya setelah Islam menjadi Superpower tunggal sepeninggalnya tidak akan membawa kekal disebabkan mereka tidak mengikuti Imam yang haq untuk diikuti agar senantiasa memahami buat apa sesungguhnya hidup di Dunia. Akibatnya mereka mencintai Dunia secara berlebih-lebihan. Itulah yang membuat mereka akhirnya dengan mudah dikalahkan oleh bangsa Monggolia dibawah Panglima Holakokhan yang hanya memiliki kekuatan ratusan balatentara. Jaman itu terkenal dengan Pembumihangusan kota Bagdad oleh bangsa Tartar atau Monggolia dibawah Panglima Holakokhan.

"Angin badai berhembus di gunung, mengapa pohon itu dan pohon ini saja yang tumbang. Tumbangnya pohon ini dan pohon itu bukan karena angin badai tetapi karena pohon itu sendiri yang sudah keropos akarnya (dimakan rayab)".

Kalahnya Superpower Tunggal Islam kala itu bukan karena Holakokhan tetapi karena orang Islam sendiri kala itu sudah keropos ’aqidahnya (akibat dari mencintai dunia secara berlebih-lebihan). Tujuan hidup mereka bukan lagi untuk mencari redha Allah tetapi untuk mencari kesenangan semata-mata.

Sejak kepemimpinan Rasulullah diambil alih oleh orang-orang hypocrite sejak saat itulah komunitas Islam tinggal namanya saja sementara sepak terjang para pemimpin silih berganti menggunakan gaya musuh-musuh Islam yang ditentang Islam, dibawah kepemimpinan Rasulullah dan Imam Ali yang dibenci kebanyakan manusia-manusia hipocrite.

Barulah kini kita saksikan kepemimpinan Rasulullah muncul kembali di Republik Islam Iran dibawah kepemimpinan Mahmoud Ahmadinejad. Saya gagal memahami kenapa di RII kepemimpinan itu hanya berlaku dalam kurun waktu 4 tahun dan maksimal 2 kali 4 tahun, sementara Rasulullah dan penerusnya baik yang ditunjukkan beliau maupun yang dipilih rakyat, memimpin selama hidup kecuali dilengserkan rakyatnya yang sadar akibat penyelewengan kekuasaan yang sudah mencapai klmaksnya.

Mengapa kita menggarisbawahi kepemimpinan Ahmadinejad?

Realitanya Nabi muhammad memilih kehidupan yang sangat sederhana sungguhpun Allah swt telah mengutuskan Malaikat untuk menanyakan beliau apakah mengingin kan kerajaan macam Nabi Sulaiman tanpa dikurangi sedikitpun haknya diakhirat ke lak? Nabi menjawab bahwa beliau lebih senang hidup "Lapar satu hari dan kenyang dihari lainnya".

Beliau menjelaskan bahwa saat lapar beliau dapat merasakan bagaimana penderita an orang-orang miskin hingga beliau berdaya upaya untuk membebaskan mereka dari "belenggu penindasan" yang datang dari penguasa yang menjauhkan mereka dari pembendaharaan Dunia (baca bahwa milik negara sama dengan milik Rakyat tetapi dibawah kepemimpinan hypocrite hanya digunakan sebagai selogan kosong belaka). Disaat beliau kenyang, beliau dapat merasakan bagaimana nikmatnya anugerah Ilahi.

Ketika Imam Ali memimpin komunitas Islam "gudang baitalmal" dibuka dan dibagi kan kepada seluruh rakyat, sama jumlahnya tanpa pandang bulu. Demikian juga gaji bulanan yang membuat sebahagian 'pembesar' bawahannya membelot dengan alasan yang tidak masuk akal. Ketika pembesar itu ditanyakan kenapa membelot, mereka menjawab bahwa Imam tidak bijak sana dimana menurut pembelot tersebut seharusnya Imam bermusyawarah dengan mereka ketika mengambil suatu keputu san. Mereka juga menuduh Imam menghina mereka dimana gaji mereka disamakan dengan rakyat yang yunior.

Imam menjawab: "Kalau ada hal yang tidak kuketahui hukumnya baru kuajak kalian bermusyawarah. Aku menyaksikan sendiri Rasulullah tidak pernah membedakan hak rakyatnya baik kepada senior maupun yunior"

Nampaknya kebiasaan yang ditempuh Umar membedakan para senior dan yunior yang tidak dipraktekkan zaman Nabi dan Abubakar, dilanjutkan oleh Usman hingga para senior sudah terbiasa hidup lumaian dalam kurun waktu yang lama (baca prio de Umar dan Usman). Tidak pernah mereka duga bahwa Imam Ali akan mengem balikan persis sebagaimana diterapkan Rasulullah sendiri.

Para senior itu adalah Talhah bin Ubaidillah dan Zbubair bin Awwam cs. Mereka akhirnya masuk "perangkap" Muawiyah bin Abi Sofyan bin Harb.

 Akhirnya kepemimpinan garis keturunan Rasulullah yang digugat sebahagian 'para Senior' yang dianggap bertentangan dengan paham 'demokrasi', diserobot oleh keturunan Abu Sofyan bin Harb yang ternenal dengan nama "Bani Umaiyyah" dimana para pengikut Ahlulbayt dianggap manusia kelas dua. Mereka tidak mampu berpikir bahwa kedaulatan Allah dan Rsulnya tidak dapat dinafikan oleh kedaulatan rakyat (demokrasi). Kedaulatan rakyat yang benar adalah kedaulatan yang berplatformkan kedaulatan Allah. Saat itulah kalimat "fi sabilinnas sama dengan fi sabilillah", dimana "Ummah dan Imamah" berada pada poros Allah dan Rasulnya (Ali Syariati - Ummah dan Imamah). Realitanya fenomena tersebut baru kita saksikan dibawah kepemimpinan Dr Mahmoud Ahmadinejad Iran)

Apa yang membuat Zubeir cs berobah sepak terjangnya, dimana dulunya beliau pengikut setia Imam Ali? Jawabnya "materi". Manusia kerap dicoba Allah swt dengan tahta, harta dan wanita (3 ta)

Kebanyakan politikus jaman kita ini mengira bahwa kewibawaan pemimpin terletak pada harta (baca mobil mewah, Rumah luck (istana), gaji tinggi dan pakaian atau penampilan yang mentreng. Realitanya Ahmadinejad mampu menafikan ke empat faktor tersebut.

Pertama Ahmadinejad tidak mengambil gaji sebagai presiden. Beliau hanya hidup dengan honor mengajar di suatu University sekitar 2,5 juta rupiah perbulan. Adakah pemimpin lainnya yang mampu berbuat macam Ahmadinejad? Akankah calon presi den Iran kali ini juga tidak mengambil gajinya? Mari kita "wait and see"

Ahmadinejad tinggal dirumah warisan orang tuanya yang sangat sederhana dan menolak pindah kerumah mewah 'tawaran negara', sebagaimana lazimnya budaya yang menyimpang dari budaya Rasulullah dan para Ahlulbaytnya sendiri.

Ahmadinejad tidak mau menggunakan mobil mewah sebagai kendaraan pribadinya, apalagi helikopter pribadi macam kebanykan presiden lainnya. Kendaraan pribadinya mobil merek Paygon buatan tahun 1966, namun akhirnya dilelang buat kaum mustadhafin.

Ahmadinejad berpakaian yang sangat sederhana (baca pakaian rakyat). Beliau masih sering menggunakan sepatu bolong yang sepertinya dianggap mustahil bagi presiden negara manapun sekarang ini.

Ahmadinejad tidak makan makanan mewah dan mampu menahan diri dari maka nan yang mewah. Bayangkan bagaimana isterinya membara ransum kekantor presi den dan Ahmadinejad makan dengan nikmatnya, sementara di kebanyakan negara lain tingkat Camat saja hampir tidak lagi makan makanan buatan isterinya tetapi terbiasa makan diwarung-warung mewah.

Ahmadinejad, Contoh Pemimpin yang Tidak Takut Ancaman.

Saat berpidato di Libanon beliau tidak menggunakan podium jaminan teror tetapi memilih berdiri di tempat terbuka dan realitanya beliau selamat. Saat dirinya ber kunjung ke kota pesisir selatan Bandar Abbas, ada rekaman video berita tersebut kemudian diunggah oleh seseorang di situs youtube. Dalam sehari, sedikitnya 200 ribu orang sudah menontonnnya. Dalam video itu, Ahmadinejad tampak berdiri dengan kepala menyembul di atap mobilnya. Beberapa orang dalam kerumunan itu tampaknya pendukung presiden dan ingin menjabat tangannya.

  Mobil berjalan melalui jalan di tengah lalu lintas yang padat, dikelilingi oleh penjaga. Laju mobil terhenti ketika sekelompok orang menahannya. Seorang pria mulai berteriak berulang-ulang, “Ahmadinejad, aku lapar!”. Para penjaga dan orang-orang di sekitarnya kemudian bersalawat. Pasukan Garda Revolusi juga berteriak pada kerumunan, “Kembalilah!”

 Hal ini semakin menegaskan sosok Ahmadinjead sebagai seorang pemimpin yang tidak takut ancaman. Banyak tulisan yang menggambarkan hal tersebut, namun bagi sebagian orang mungkin akan dinilai sebagai mitos atau sesuatu yang terlalu dibesar-besarkan oleh pendukung Ahmadinejad. Kini justru pihak baratlah yang se cara tidak langsung ikut menegaskan hal itu. Perlu kita pertanyakan, mungkinkah hal tersebut terjadi dan dilakukan oleh presiden negara-negara lain? Sangat sulit me nemukan contoh yang lain. Mungkin Evo Morales (Presiden Bolivia) dan Hugo Chavez (Presiden Venezuela) adalah sosok yang relatif mirip Mahmoud Ahmadinejad, tetapi tidak banyak informasi yang menguatkannya. Sementara presiden-presiden lain hanya melakukannya pada saat kampanye penca lonannya, bukan pada saat menjabat. Setelah itu seorang presiden adalah seorang figur yang seperti menara gading, yang tak terjangkau oleh rakyatnya. Komunikasi presiden dengan rakyatnya hanya melalui media, baik elektronik maupun cetak, yang sekaligus digunakan sebagai media pencitraan.

Kita cukupkan sampai disini saja kepemimpinan Rasulullah saww yang baru mampu diteladani bangsa Iran, Mahmoud Ahmadinejad, semoga paska Ahmadinejad akan muncul 'Ahmadinejad-ahmadinejad' lainnya. Andaikata kali ini tidak ada yang mam pu macam Ahmadinejad, semoga 4 tahun kemudian rakyat mayoritas akan menam pilkan kembali Mahmoud Ahmadinejad hingga RII tetap jaya, Aamin ya Rabbal 'aa lamin.

(angku di Tampok Donja; Acheh - Sumatra)




Story two superpowers ever daunting world power, was defeated by a nation that is not affected at all by the World opulence and bersatupadu on the shaft under the leadership of a shepherd who underestimated by previous enemies.

That Muhammad saww who chose hungry one day and another full on the day when the Angel Gabriel offers a world of luxury without prejudice to its rights in the Hereafter later.

That Muhammad saww who will not eat well before the Ummah preceded it. That Muhammad saww with a clenched fist as the prophet Moses, but keep the heart as the love of Jesus in his chest.

That was Muhammad who had his right hand a sword (Power), but has Al Qur-an (Hint) hands of others. Qur'an without the sword will be weak in front of his enemies. Sword without the Qur'an would make like a drunk man who would crush anyone who passes in front of his eyes.

That Muhammad saww which God prepared as messengers latter, equipped with the Book, Mizan (balance sheet) and Iron (Power). (Q.S. al-Hadid: 25).

That Muhammad saww that married women to protect orphans, not to satisfy his lust as allegations of human beings who do not understand it.

That Muhammad saww which prohibits any state except fighting in the country there are people who dhu'afa mistreated by the mutaqabbirun, until they cried out: "Our Lord, remove us from the country that unjust people and give us protection from You , and give us a helper from You! " (Q.S An-Nisa: 75)

Muhammad saww held leadership that drives humans to rahmatan lilalamin.

Unfortunately, after Islam became the sole superpower after his death will not bring eternal because they do not follow the Imam of truth to be followed in order to always understand why actually live in the World. As a result, they love World superfluous. That's what makes them ultimately easily defeated by Monggolia nation under Commander Holakokhan which only has the power of hundreds of troops. The era is famous for its scorched-earth campaign of Baghdad by the Tartars or Monggolia under Commander Holakokhan.

"The wind storm blows in the mountains, the trees and why these trees are uprooted. Collapse of the tree and the tree was not because of the wind storm, but as the tree itself that is rotten roots (edible rayab)".

Sole Superpower defeat of Islam at that time not because Holakokhan but since Muslims at the time is porous' sound belief (due to the world of love superfluous). The purpose their lives no longer to seek God redha but to find sheer pleasure.

Since the leadership of the Prophet was taken over by the hypocrite since that's when the Islamic community living lunge name alone while successive leaders to use force the enemies of Islam who opposed Islam, under the leadership of the Prophet and Imam Ali the most hated men hipocrite.

It was only now we see leadership Prophet reappeared in the Islamic Republic of Iran under the leadership of Mahmoud Ahmadinejad. I fail to understand why the leadership in RII is only valid within a period of 4 years and a maximum of 2 times 4 years, while the Prophet and his successors both indicated and are elected by the people, led for life unless people are aware ousted due to abuse of power that has reached klmaksnya .

Why do we underline Ahmadinejad's leadership?

Reality Prophet muhammad chose a very simple life even though Allah has angels delegate wanted to ask him if the kingdom of Solomon sorts without the slightest right Hereafter reduced later?
The Prophet replied that he preferred to remain "Hunger and satiety on the day the other day".

He explained that when he can feel how the hungry poor people suffering until he endeavored to liberate them from "the shackles of oppression" that come from the rulers who keep them away from the World pembendaharaan (read that same state-owned but under the leadership of the People hypocrite only used as an empty slogan). While he was satisfied, he can feel how good divine grace.

When Imam Ali to lead the Islamic community "barn baitalmal" opened and distributed to all the people, equal numbers indiscriminately. Similarly, the monthly salary that makes sebahagian 'magnifying' subordinates defected for reasons that make no sense. When asked why the princes defected, they replied that the Imam is not wise there where, according to the renegade priest ought to consult with them when taking a decision. They also accuse Imam insulting them where their salaries are comparable to junior people.

Imam replied: "If there are things you do not know me show you the new legal deliberation. I witnessed the Prophet never distinguish the right people to both senior and junior"

Umar adopted the habit seems to distinguish the seniors and juniors are not practiced time of the Prophet and Abubakar, followed by Uthman to seniors lumaian was used to living in a long period of time (read period Umar and Uthman). They never thought that Ali would return exactly as applied to the Prophet himself.

The senior was Talhah bin Ubaidullah and Zbubair bin Awwam cs. They finally got "trap" Mu'awiya bin Abi Sofyan ibn Harb. Finally leadership lineage Prophet who sued partly 'the seniors' contrary to the understanding of 'democracy', appropriated by the descendants of Abu Sufyan ibn Harb who ternenal with the name "Bani Umaiyyah" where the followers of Ahlulbayt considered second-class human beings. They are not able to think that the sovereignty of God and messengers can not be disclaimed by popular sovereignty (democracy). True popular sovereignty is the sovereignty of God's sovereignty berplatformkan. That's when the phrase "fi fi sabilinnas with sabilillah", where the "Umma and Imamate" are on the shaft Allah and His Messenger (Ali Shariati - Umma and Imamate). New reality of the phenomenon we are witnessing under the leadership of Dr. Mahmoud Ahmadinejad of Iran)


What makes Zubeir cs changed his behavior, which he used to be a loyal follower of Imam Ali? He replied, "material". Humans often try to Allah Almighty throne, possessions and women (3 ta)

Most politicians of our time that the authority of the leaders of thought lies in the property (see luxury cars, luck house (palace), high salaries and mentreng clothing or appearance. Ahmadinejad able to deny reality to the four factors.

Ahmadinejad heritage stay at home parents who refused to move very simple and luxurious home 'state bid', as it is common culture that deviates from the Prophet and the Ahlulbaytnya culture itself.

Ahmadinejad did not want to use a luxury car as his personal vehicle, let alone a private helicopter sorts kebanykan other presidents. Paygon personal vehicle car brand made in 1966, but was eventually auctioned off for the mustadhafin.

Ahmadinejad dressed very modest (read people's clothes). He still often use broad shoes that seem impossible for any president of any country today.

Ahmadinejad did not fancy eating and able to stop myself from eating fancy. Ima gine how his wife simmer ration office to the president and Ahmadinejad eat with pleasure, while at another level kebanykan nnegara Head just barely made food his wife anymore but used to eat diwarung-deluxe stalls.

Ahmadinejad, the leader Sample No Fear Threat.

In a speech in Lebanon he did not use terror security podium but choose to stand in the open and reality he survived. When he visited the southern coastal city of Bandar Abbas, the news is no video footage was uploaded by someone on youtube. Within a day, at least 200 thousand people already menontonnnya. In the video, Ahmadinejad seemed to stand with his head sticking out the roof of his car. Some people in the crowd seemed to support the president and wanted to shake his hand.
Car runs through the middle of the road in heavy traffic, surrounded by guards. The pace car stalled when a group of people hold. A man started yelling over and over, "Ahmadinejad, I'm hungry!" The guards and the people around him then bersalawat. Revolutionary Guards also shouted at the crowd, "Come back!"

This further confirms the figure Ahmadinjead as a leader who is not afraid of threats. Many texts describing this, but for some people it may be considered as a myth or something that is exaggerated by supporters of Ahmadinejad. Now it baratlah party who has indirectly confirmed it. We need to question, could it happen and made by presidents of other countries? Very difficult to find another example. Maybe Evo Morales (President of Bolivia) is a figure similar to Ahmadinejad, but not a lot of information to support this. While other presidents just do it at the time of his nomination campaign, not when served. After that a president is a figure such as ivory tower, which is not affordable by the people. President of communications with people only through the media, both electronic and print, which was also used as an imaging medium.

It is enough to be here the new leadership of the Prophet saww able to emulate the people of Iran, Mahmoud Ahmadinejad, hopefully after Ahmadinejad will appear 'Ahmadinejad-ahmadinejad' other. If the time is not capable of sorts Ahmadinejad, hopefully 4 years later the majority of people will show up to back Mahmoud Ahmadinejad RII remain victorious, Aamin yes Rabbal 'aalamin.

(Angku at the end of the World; Acheh - Sumatra)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar