Sabtu, 09 Maret 2013

BUKAN BARAT DAN BUKAN TIMUR YANG ZALIM TETAPI PENGUASANYA BAIK DIBARAT MAUPUN DI TIMUR


 
BUKAN BARAT DAN BUKAN TIMUR YANG ZALIM TETAPI PENGUASANYA BAIK DIBARAT MAUPUN DI TIMUR SEDANGKAN RAKYAT DI BARAT (WE ARE OCCUPY 99 %) TIDAK BERSALAH, KAN?

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Banyak orang yang keliru dalam menganalisa istilah Barat dan Timur. Sebagian orang Islam cendrung memandang negatif kepada komunitas-komunitas manusia di belahan Dunia Barat dan sebaliknya menyanjung komunitas-komunitas manusia di belahan Dunia Timur. Secara kasat mata sepertinya benar tetapi ketika kita analisa sedalam-dalamnya ternyata keliru 180 derajat. 

Yang benar komunitas zalim atau komunitas manusia kutub Qabil itu ada di Barat dan juga di Timur. Katakanlah AS, dan Nato itu menzalimi komunitas Afganistan, Irak, Bahrain, Yaman, Palestin, Suriah dan sebagainya. Siapa AS dan Nato itu? Apakah bisa kita klaim atas nama Barat? Tidakkah kita lihat bagaimana Hugo Chaves yang kepergiannya ditangisi hampir seluruh rakyatnya itu komunitas Barat juga? Bukankah Hugo dan pemimpin-pemimpin negara Amerika latin Itu juga Barat? Sebaliknya kezaliman rezim Saudi Arabia, Qatar, Turki dan liga Arab tidak kalah ngerinya dengan kezaliman rezim-rezim Barat? Israel yang menzalimi bangsa Palestina itu termasuk kawasan mana, kan Timur juga?

Saya berulangkali menyampaikan bahwa tidak benar kezaliman itu kita alamatkan peradaban Barat dan juga tidak benar kebenaran itu peradaban Timur. Yang benar penguasanya yang zalim baik di Barat maupun di Timur. Mereka menzalimi kaum mustadh afin baik di Barat maupun di Timur.

Penguasa despotik Bahrain, Yaman dari Dunia Timur, yang mengaku beragama Islam menzalimi rakyat mereka masing-masing. Sebaliknya pemerintah Amerika Latin dibawah kepemimpinan Hugo Chaves melepaskan kaum mustadhafin di negaranya (Venezuela) dari belenggu yang menimpa kuduk-kuduk mereka (QS, 7:157 & QS, 90:12-18)
 
Secara ideology Islam, Hugo Chaves yang beragama Kristian adala manusia kutub Habil sedangkan presiden Bahrain dan Yaman adalah manusia kutub Qabil, pembunuh saudaranya. Apabila kita mampu berpikir secara Islami adalah "gombal" mengatakan saya Islam, saya Sunni dan bahkan saya Syiah Imamiah 12. (baca syiah hitam atau syiah dekaden yang ditentang keras oleh Syahid DR Ali Syariaty, Rausyanfikr Iran yang belum ada duanya sampai hari ini). 

Ketika DR Mahmoud Ahmadinejad menghadiri acara pemakaman Hugo Chaves, beliau mengatakan Hugo Syahid. Adalah hal yang sama juga dikatakan syahid oleh Ayatullah Sayed Ali Khameney kepada pilot Iran yang Kristian, mati dalam perang Iran-Irak, saat beliau mengunjungi keluarga pilot tersebut. Persoalan seperti ini tidak dapat dilihat dengan kaca mata syar'i tetapi dengan kaca mata Ideology Islam murni. Persoalan seperti ini tidak mampu dipahami oleh para ilmuwan tetapi para ideolog yang Islami.

Berikut ini beberapa persoalan yang identik dengan persoalan diatas:

1. Di hari kiamat nanti semua anak yang mati sebelum baligh akan dimasukkan Allah dalam Syurga, baik orang tuanya Islam, Kristian, Hindu, Budha, Yahudi, Penzina, zalim dan sebagainya, kenapa? Apabila Allah memasukkan mereka kedalam neraka, mereka akan bertanya kepada Allah:"Ya Allah, kenapa tidak Engkau panjangkan umur kami supaya kami dapat menjadi orang yang beriman kepadaMu?

Dosa orang tua tidak dibebankan Allah kepada anak mereka. Dari itu kenapa ada istilah anak Zina? Bukankah setiap hamba Allah yang baru lahir adalah suci disisi Allah? Bukankah orang tuanyalah yang menjadikannya baik ataupun buruk? Andaikata system Negara dan pemimpin baik tidak akan kita temukan orang dalam negara tersebut berzina kecuali orang yang benar-benar celaka. Andaikata system dan pemimpin sudah benar tidak ada lagi orang miskin di negara tersebut. Harta negara adalah milik rakyatnya bukan milik pegawai negeri saja. Rakyat yang non pegawaipun harus punya gaji dan gaji pensiun saat umurnya sudah memenuhi syarat untuk pensiun. Lalu tolong beritahukan kami berapa negara yang bemberikan pensiun dan gaji buat seluruh rakyatnya? 

Kalau rakyat yang miskin tetap miskin dan yang kaya bertambah kaya, masih layakkah mereka berbicara bahwa mereka beragama Islam? Tidak, mereka adalah hypocrite. Masih layakkah mereka mengaku sebagai pemimpin? Tidak, mereka adalah "Fir'un". Masih layakkah mereka mengaku sebagai orang alim dan bahkan ulama? Tidak, mereka adalah "Bal'am" (ulama palsu).

2. Orang miskin yang mencuri harta orang kaya setelah mereka memintanya terlebih dahulu tetapi tidak diberikan, bukanlah pencuri atau tidaklah berdosa. Andaikata terjadi perkelahian saat mengambilnya hingga orang miskin itu mati, berarti mati Syahid dan andaikata sikaya yang mati berarti mati zalim.(baca kata Ibnu Azm dalam buku "Islam Alternatif" karangan Jalaluddin Rahmad).

Allah berkata: Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (QS. 2:2) 

(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, (QS. 2:3)

"Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu menafkahkan (sebagian) dari hartanya dan mereka memperoleh pahala yang besar". (QS. 57:7)

Nabi berkata: "Tidak beriman diantara kamu orang yang tidur dalam keadaan kenyang sementara tetangganya lapar".

Nabi berkata: "Sesungguhnya kemiskinan itu dapat membuat kamu kekafiran". Imam Ali menimpali: "Andaikata kemiskinan itu berupa makhluk akan kubunuh dia". Abu Dzar Ghifari melanjutkan: "Ketika kemiskinan masuk suatu rumah melalui pintu, Iman keluar melalui jendela"
 
Barakallahu li walakum

Angku di Awegeutah
        Tampokdjok
    Acheh - Sumatra



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar