Rabu, 20 Maret 2013

BAGAIMANA MUNGKIN PENGUASA TURKI, QATAR DAN SAUDI ARABIA MENZALIMI RAKYAT SURIAH KALAU BUKAN TELAH TERTUTUP MATAHATI ?



KENAPA KEBANYAKAN MANUSIA MENGIKUTI KETURUNAN MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB ASSAUD, MENININGGALKAN KETURUNAN RASULULLAH SAWW YANG SUCI?



Kecuali manusia "pakturut", kodokpun tau bahwa Zionis Israel, Saudi Arabia, Qatar dan Turki dan dibantu sebagagian negara Barat membuat konspirasi di Syria. Pasalnya:
Zionis: Suriah termasuk negara yang paling aktif membantu bang sa Palestina setelah Republik Islam Iran dan Hizbullah Libanon. Realitanya justeru 3 negara itulah yang membuat zionis mati kutu untuk menzalimi bangsa Palestina.


Arab Saudi: Revolusi yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan bahkan sudah mulai di AS dan Barat sendiri, terinspirasi dari Revolusi Islam Iran, dimana Hizbullah dan Suriah bekerja sama dalam membantu Bangsa Palestina. Revolusi tersebut dihambat secara aktif oleh Arab saudi, Qatar, Turki dengan bantuan pihak Barat. Raja Saudi takut akan merambas ke Arab Saudi dan rea litanya sekarang sudahpun mulai revolusi Arab Saudi.


Dulu ketika AS memaksakan perang Irak-Iran, justeru Arab Saudi yang mempengaruhi semua negara di Timur Tengah untuk mem bantu Irak, kecuali Suriah yang tidak bisa mereka pengaruhi. Selo gan Arab kala itu terkenal dengan "Pan-Arabisme" sementara Iran terkenal dengan "Pan-Islamisme". Disini saja menjadi tanda tanya bagi manusia yang mau berpikir, kenapa sebahagian mereka me mihak agama wahabi (keturunan Muhammad bin Abdul Wahab yang latar belakangnya proto type Muawiyah dan anaknya Yazid, pembantai keturunan Rasulullah?. Wahabi sekarang sedang mem pengarusi Sunni yang fanatik buta. Sedangkan Sunni yang tidak fanatik buta mampu bersatu dengan Syiah Imamiah 12 (Islam pe ngikut Ahlulbayt Rasulullah saww) bukan pengikut keturunan Mu hammad bin Abdul Wahab di Arab Saudi.


Walaupun Iran diperangi secara ramai-ramai tetapi Iran tetap ung gul. Namun Akhirnya Iran mau menerima tawaran perdamaian da ri Saddam Irak disebabkan bukan saja seluruh Timur Tengah me mihak Irak tetapi hampir seluruh dunia. Bayangkan mengapa Iran masih mampu mempertahankan diri, padahal mereka kala itu ba rusaja melepaskan diri dari rezim despotik Syah Reza Palevi. Iran sekarang sudah menjadi negara Superpower Islami:
http://www.youtube.com/watch?v=Y3w YJAPheF8


Qatar: Negara dimana memiliki jendela Ajazira yang keliru. Klik disini: http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=10628&type=104#.UUls9Dv1W-Y. Qatar sangat anti kepada Suriah tetapi bekerjasama dengan Zionis yang menzalimi bangsa Palestina: http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/12/11/11/mdazfd-qatar-dan-israel-rencanakan-pembunuhan-assad.


Turki: Secara diam-diam berkerja sama dengan Zionis dan ber mimpi menjadi negara Hebat atas bantuan Barat dan Zionis hing ga batas negaranya dengan tetangga (Suriah) dipenuhi dengan senjata berat dari Barat. Seharusnya moncong senjata Turki dia rahkan ke Israel yang menzalimi bangsa Palestina tetapi realita nya dengan bantuan Barat mereka arahkan ke Suriah yang anti Israel betapa penguasa Turki tidak menjalankan amanah rakyat nya. Untuk lebih jelas silakan klik disini: http://www.abna.ir/print.asp?lang=12&id=305832.


Sebetulnya saya tidak perlu memaparkan "http" tersebut diatas, sebab lebih banyak lagi "http" yang bohong untuk menolak tulisan saya. Makanya perlu kita pertanyakan apakah kita termasuk ma nusia yang berhati nurani atau manusia ikut-ikutan dan fanatik bu ta macam "Pakturut Indonesia".
Renungkanlah saudaraku:


Qalbu diciptakan Tuhan bukan untuk di jadikan musuh yang sela lu merintangi dan menentang segala gerak dan tindak kita, kita di perlengkapi dengan hati agar dapat memanfaatkan akal berlan daskan hati, jadikan hati nurani itu penasehat untuk memudahkan segala tindak dan gerak, dan memberi arah bagi segala amal dan usaha.

  (Jasuli Ahmad)
Acheh - Sumatra
أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آَذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ ( الحج:46)

Tidakkah mereka berjalan di muka bumi, agar mereka memiliki ha ti yang dengannya mereka dapat menggunkan akal, dan mereka memiliki telinga yang dengannya mereka dapat mendengar, kare na sesungguhnya bukan mata yang buta, tapi hati yang di dalam dada yang buta.(QS, al Hajj: 46)

From: muhammad dahlan <tang_ce@yahoo.com>
 To:
atjehnese_affair@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, March 20, 2013 12:50 AM
Subject: Re: |The Atjehnese Affair| BAGAIMANA MUNGKIN TURKI MELAKUKAN KEKEJIAN BERSAMA QATAR DANSAUDI ARABKALAU BUKAN TELAH TERTUTUP MATAHAI MEREKA?
 
Itu, Pemerintah ASat laknatullah di Siriya, telah lempar batu sembunyi tangan. Maling teriak maling. Dia yang membunuh ummat Islam disana, lalu nuduh Turki, Qatar DAN Saudi Arabia. Pemerintah Zindiq Asat memang paling jahat selama ini, semoga Allah menghancurkan Asat dan segala pembantu2nya.

From: Ali Al Asytar
Subject: |The Atjehnese Affair| BAGAIMANA MUNGKIN TURKI MELAKUKAN KEKEJIAN BERSAMA QATAR DANSAUDI ARABKALAU BUKAN TELAH TERTUTUP MATAHAI MEREKA?


Menteri Penerangan Suriah, Amran Al-Zaghbi mereaksi penggu naan senjata kimia oleh para teroris di Aleppo dan menyatakan bahwa tanggung jawab tindak kriminal tidak berprikemanusiaan itu ada di tangan pemerintah Turki dan Qatar.


FNA (19/3) melaporkan, anasir bersenjata di Suriah menembak kan sebuah roket yang mengandung zat kimia ke wilayah Khan  Al-Assal, di kota Aleppo yang menewaskan 25 warga setempat.
Al-Zaghbi mengecam serangan tersebut dan menegaskan, "Aksi ini menunjukkan bahaya dan dampak pertama dari keputusan Li ga Arab."


Ditambahkannya, "Apa yang dilakukan kelompok teroris hari ini adalah menggunakan senjata yang dilarang oleh ketentuan inter nasional dan digunakan dengan persetuan negara-negara yang menyuplai senjata untuk kelompok teroris." Menurutnya, penggunaan senjata yang telah dilarang oleh keten tuan internasional menunjukkan besarnya bahaya keamanan dan militer dalam krisis di Suriah. "Pemerintah Suriah akan menunjuk kan reaksi tegas dalam hal ini serta akan mengajukan gugatan ke pada lembaga-lembaga internasional."(IRIB Indonesia/MZ)
Tags:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar