Sabtu, 03 Maret 2012

KALAU SYSTEM KEDAULATAN ALLAH BELUM MAMPU DIBANGUN SEGALA PERSOALAN AKAN AMBURADUR (LAGEE BEUNEUNG MEUTJUET-TJUET)

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi kamu. (QS. 2:208) 


Disatu sisi refleksi anda itu benar bung Sunni dimana anda sepertinya tidak setuju orang atheis di Indonesia dimasukkan ke penjara. Bukankah kita sudah memahami bahwa di Dunia ini ada orang yang beriman kepada Allah dengan aplikasi lidah, tasdiq di hati dan aplikasi di alam nyata atau realitanya. Kemudian ada juga yang hanya sekedar beriman di mulut macam kebanyakan penguasa di Indonesia termasuk juga mereka yang bercokol di lembaga MUI dan alimpalsu model lainnya yang berkonspirasi menzalimi kaum mustadhafin melalui dagang ayat Allah disetiap kesempatgan mereka berbicara. Kemudian ada lagi orang yang percaya kepada Trinitas yang disebut kaum Politheis (banyak Tuhan) dan banyak juga kaum yang Atheis seperti Alexander tersebut. Persoalannya kenapa Alex dimasukkan ke penjara?

Andaikata orang-orang yang bertengger di lembaga MUI itu tidak hanya beriman dimult mereka saja, pastinya mereka berefatwa bahwa tidak ada alasan buat dimasukkan ke penjara. Tugas para alim Agama Islamlah untuk memperjelaskan kepada Alex, bukti adanya Tuhan secara ilmiah dan ideologis, bukan main fonis. Itu arogan namanya. Konon katanya di Indonesia itu menganut system "Liberalis" dengan semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" nya Hindu. Namun realitanya setiap yang berbeda paham dengan kaum mayority dihancurkan macam Ahmadiah, demikian juga terhadap kaum Atheis. Semoga para agamawan yang benar-benar beriman kepada Allah merapatkan barisan untuk meluluhlantakkan kaum hypocrite tersebut di Indonesia dan sekitarnya. Soalnya akibat salah kaprah dalam beragama, segalanya amburadur.

Yang perlu kita pertanyakan bung Sunni terakhir adalah darimana beliau mengambil keterangan sepertinya ada "12 atau 72 malaekat cantik nan sexy setelah hayat meninggalkan tubuh ke alam fana". Ini persoalan yang mnyelimet. Andaikata salah paham dapat membuat pembicaraan bisa masuk katagorie fitnah terhadap Syurga sebagai rahmat Allah buat manusia yang terbesar paska kematian atau kiamat Dunia. Islam itu sangat sopan ketika berbicara peresoalan kenikmatan antara pria dan wanita. Memang ada hadist seperti yang disampaikan bung Sunni tetapi hadist seperti itu masih perlu dipertanyakan, andaikata benarpun masih dilarang membicara kan secara terbuka kepada publik yang akan mengakibatkan salah paham bagi orang-orang yang belum memahami Islam secara maksimal. Hal ini tidak obahnya seperti "haram" menjelaskan "seks" kepada anak-anak yang masih dibawah umur atau belum baligh. Ini termasuk salah satu "kebijaksanaan Islam yang bertamaddun dalam kehidupan. Kita akui banyak orang "alim" membeberka seks secara terbuka, akibatnya banyak orang terpengaruh hingga memfokuskan Islam hanya pada persoalan "sex" semata. Realitanya banyak "Kiyai" Indonesia ketika berbicara poligami sangat antusias serta mempraktekkannya yang membuat salah kaprah pengikutnya atau santrinya mengikuti sepak terjang kiyai - kiyai tersebut seolah-olah Nabi Kawin lebih dari seorang wanita hanya untuk sex semata-mata. Mereka tidak mampu meliha alasan yang sesungguhnya, yakni demi melindungi banyak wanita yang mati suaminya paska peperangan suci.

Sebetulnya Allah mengharapkan pada para kiyai agar memperjuangkan keadilan dulu disegala bidang kehidupan sebelum berbicara poligami. Namun realitanya mereka itu bukan kiyai yang redha Allah melainkan kiyai palsu. Mereka sepertinya tidak pernah berpikir bagaimana nasib kaum mustadhafin di bawah titi kota Metropolitan, di gubuk-gubuk derita dan di kawasan-kawasan kumuh lainnya, jangankan berbicara poligami, makan untuk esok saja harus mereka cari hari ini. Lalu kita pertanyakan, apa bedanya para kiyai tersebut dibandingkan para koruptor di lembaga-lemabaga DPR, Yudikatif dan eksekutifnya? Masihkah mereka asik menjualkan ayat-ayat Allah?

Andaikata Acheh - Sumatra berhasil perjuangnnya, mereka juga dituntut Allah untuk mendirikan system yang redhaNya secara kaffah, termasuk tidak dibenarkan adanya wanita yang tidak punya suami sebagai pelindung keluarganya. Justeru itulah lelaki pejuang dibenarkan kawin lebih dari seorang wanita dan bahkan sampai 4 maksimalnya. Kenapa? Realitanya bukan saja di Acheh - Sumatra, bahkan seluruh Dunia, wanita lebih banyak dibandingkan lelaki. Andaikata Allah tidak membenarkan poligami, wanita-wanita yang pergi untuk melacur tidak boleh dipersalahkan. Sayangnya banyak juga pejuang Acheh - Sumatra yang belum berhasil mendirikan system kedaulatan Allah, sudah ada yang kawin sampai 2, 3 dan 4 wanita sementara pejuang yang berpangkat kecil sebahagiannya jangankan berbicara poligami, serang wanitapun mereka tidak punya. Mengapa keadilan tergadai seperti itu? Jawabannya kalau system redha Allah belum berhasil dibangun semua persoalan akan amburadur.

Jadi maksimal ayat-ayat seperti berikut ini saja yang perlu kita angkat ketika kita hendak membicarakan kenikmatan Surga agar tidak melenceng hingga masuk perangkap para "pecandu dan pengejar sex" di Dunia yang akan fana ini:
QS 52: 17 - 20

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan, mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka. (Dikatakan kepada mereka): "Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan", mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.

QS 55: 70 -77

Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik, yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.

Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung 1452, (QS. 56:35) dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, (QS. 56:36) penuh cinta lagi sebaya umurnya, (QS. 56:37) (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan, (QS. 56:38) (yaitu) segolongan besar dari orang-orang terdahulu, (QS. 56:39) (dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.). (QS. 56:40)
Barakallah li walakujm (angku di Tampokdjok, awegeutah, Acheh - Sumatra)




From: Sunny
To: Undisclosed-Recipient@yahoo.com
Sent: Sunday, March 4, 2012 7:14 PM
Subject: «PPDi» Ateis Membawa Alex ke Penjara


Refl: Orang berpaham Ateis adalah orang yang tidak teken kontrak untuk pergi ke surga kaum agamais. Jadi tentu tidak bertambah sesak-sesak, senggol menyenggol mempersempit jalan ke surga dan tidak mau mengambil tempat di surga. Anehnya sekali penguasa Negara Kleptokrasi Republik Indonesia yang dipegang oleh oknom-oknom penipu, koruptor, bandit, tukang copet, koruptor berlagak suci mau memasukan orang Ateis seperti Alex ke dalam penjara, karena tidak percaya adanya surga dan tidak mau ke surga setelah hayat meninggalkan badan. Biar saja kalau kaum ateis tida mau bertemu dengan 12 atau 72 malaekat cantik nan sexy setelah hayat meningkan tubuh ke alam fana.


http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/03/01/ArticleHtmls/Ateis-Membawa-Alex-ke-Penjara-01032012005017.shtml?Mode=0


Ateis Membawa Alex ke Penjara


Alexander, lelaki 30 tahun, tak menyangka buah pikirannya di akun Facebook (FB) Ateis Minang akan membawa dirinya ke penjara. Pegawai negeri di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, ini dituduh menistakan agama Islam melalui jejaring sosial FB.
Salah satu tulisannya di akun Ateis Minang adalah “Tuhan di mana?“dan “Tidak ada Tuhan“.
Akibatnya, Majelis Ulama Indonesia setempat dan LSM Pandam melaporkannya ke polisi. Kemudian Kepolisian Resor Dharmasraya menahan Alex sejak 18 Januari 2012.
“Tak ada niat saya mencela Islam. Di FB itu saya hanya menuangkan pikiran-pikiran saja. Tak mengira akan jadi begini,”ujar lelaki kelahiran Padang ini saat ditemui di tahanan Polres Dharmasraya, Sumatera Barat, dua hari lalu.
Alex menuturkan, pada 2010, dia bergabung dengan akun Ateis Minang di FB. Di akun itu, dia bertukar pikiran tentang agama.
“Saya juga sempat jadi adminnya, itu pun atas saran pemilik akun itu,”ucap lelaki yang pernah kuli
ah Fakultas Hukum Universitas Andalas pada 2000 dan di Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran pada 2001 tapi tak selesai ini.
Tapi Alex mengaku tak kenal pemilik akun maupun teman-teman di grup Ateis Minang itu.“Saya tak pernah bertemu langsung, kecuali di dunia maya,”ujar lelaki yang bercita-cita menjadi ilmuwan ini.
Alex mengaku mengalami konflik batin soal ketuhanan sejak duduk di bangku SMP.“Kenapa banyak orang menderita dan banyak orang jahat. Di mana peran Tuhan yang maha pengasih dan
penyayang?”tanyanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar