Minggu, 12 Februari 2012

KORUPSI DI INDONESIA SUDAH MEMBUDAYA ATAU MENDARAH DAGING MAKANYA NO WAY UNTUK MEMBERANTASKANNYA


SEMOGA TIDAK DISALAHPAHAMI
SELOGAN DARI ARSITEK REVOLUSI ISLAM IRAN, DR ALI SYARIATI:
"BETAPA SERING SUATU REVOLUSI 'MEMAKAN' ANAK-ANAKNYA SENDIRI"
(Angku di Awegeutah)

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Sepertinya ada juga yang benar pendapatnya dalam video tersebut tetapi banyak juga yang keliru. Demikianlah persoalan korupsi di Indonesia yang sepertinya mustahil diselesaikan oleh mereka yang terlibat dalam system Puncasilap itu. Itu baru sedikit yang sempat dimunculkan kepermukaan. Yang di "bawah tanah" tentunya lebih banyak lagi. Perlu digarisbawahi bahwa revolusilah yang dapat menye lesaikan persoalan tersebut tetapi sepertinya tidak ada pemimpin yang mantap untuk membimbing mereka terlebih dahulu sebelum berevolusi agar tidak mengalami sebagai sangkaan negatif mereka terhadap revolusi. Revolusi itu memang mahal sebagaimana mahalnya Surga tidak seperti angan-angan para sufi yang mengira bahwa mereka akan masuk Surga sementara mereka tidak peduli atas penderitaan kaum mustadhafin sebagai "anak kuncinya Surga".

Kekeliruan mereka atas revolusi sampai mengira orang Sumatra saja yang cocok untuk itu. Sepertinya disebabkan mereka tidak memfokuskan persoalan pada ayat -ayat Allah dalam pemecahan segala per soalan negara. Contoh berikut ini semoga dapat memperjelas masalah: Pernah seorang khatib Jum'at di suatu mesjid bercerita bahwa ada seorang ayah bersama anaknya pergi ke suatu tempat yang agak jauh bersama seekor keledai. Ketika sang ayah mengendarai keledai sndirian, orang kampung yang di lewatinya berkata bahwa orang tua tersebut tidak beracklak, masak mencari enak sendiri sementara a naknya dibiarkan jalan kaki. Lalu si ayah turun dan meminta anaknya yang naik keledai itu sendirian. O rang kampung yang sedang dilaluinya berkata bahwa anak itu tidak respek orang tuanya. Kemudian me reka mengenderai keledai itu berdua. Saat itu orang kampungpun berkata bahwa mereka menganianya binatang yang hanya mampu untuk dikendarai seorang saja. Akhirnya turun keduanya dan membiarkan masing-masing jalan kaki. Saat itu orang kampung yang sedang dilaluinya berkata bahwa mereka aneh, masak kendseraan tidak digunakan?

Sang khatib itu berkesimpulan bahwa memang semua salah kalau diserahkan kepada penilaian orang yang tidak mendasarkan pikirannya pada kalam Allah atau petunjuk Allah, walaupun sebahagian orang berpendapat salah juga namun pendapat yang sesuai dengan petunjuk Pemilik Alam Semestalah yang benar, bahkan mutlak kebenarannya. Jadi dalam hal tersebut, mereka harus berjalan kaki agar tidak me nyalahi petunjuk Allah walaupun ada orang yang berpendapat aneh, itulah alternatif daripada melakukan hal yang tidak berakhlak, tidak respek terhadap orang tua dan menganiaya binatang.

Maksud daripada revolusi memakan anak-anaknya sendiri adalah revolusi yang gagal disebabkan mu suh yang hypocrite atau munafiq terlalu besar. Apabila suatu revolusi yang dipimpin oleh seorang "I mam" yang benar tujuannya tetapi tidak berhasil seperti revolusi Karto Suwiryo di Pulau Jawa, Hasan Tiro Acheh - Sumatra dan sebagainya kesalahannya tidaklah disebabkan Karto Suwiryo, Hasan Mu hammad dan orang-orang yang tunduk patuh kepadanya, melainkan orang-orang hypocritelah yang salah. Demikian juga orang-orang yang Syahid, tidaklah sia-sia sebagaimana yang sering digembar-gemburkan orang,. baik di media-media elektronik maupun via internet. Mereka yang syahid itulah yang pasti beruntung:

"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki". (QS Ali Imran: 169)

Di dalam Al Quran banyak sekali terdapat ayat-ayat Allah tentang jihad di antaranya : "Hai orang-orang yang beriman sukakah kamu aku tunjukkan sesuatu perniagaan yang menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (iaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik jika kamu mengetahui." (As Soff : 10-11)

"Diwajibkan ke atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Bo leh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai se suatu sedangkan ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Al Ba qarah : 216)

"Kerana itu, hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat, berperang dijalan Allah. Barangsiapa yang berperang dijalan Allah, lalu gugur atau memperolehi kemenangan, maka kelak kami akan berikan kepadanya pahala yang besar." (An Nisa' : 74)

"Dan janganlah kamu mengira bahawa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki." (Ali Imran : 169)

"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang dijalanNya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti satu bangunan yang tersusun kukuh." (As Saf : 4)

Perlu diingatkan kembali bahwa revolusi yang dipandu oleh orang nomor wahid di Duniapun akhir nya "termakan anak-anaknya sendiri". Untuk ini mari kita lihat cuplikan tulisan hsndwsp di "Esensi Haji III": "Wahai pasukan jihad! . . . . . . . Kendatipun engkau telah berhasil merobohkan Bal'am, namun engkau tidak boleh lengah walau sedikitpun. Betapa sering dalam sejarah, suatu revolusi memakan anak-anaknya sendiri, mengalami dekaden kembali hanya sete lah satu generasi berlalu. Kuman-kuman yang telah lama terpendam dibawah tanah, akan muncul kembali kepermukaan. Kaum reaksioner yang pernah mengaku sebagai sahabat mu sendiri muncul secara serentak untuk bereaksi. . . . . . . .Engkau telah melumpuhkan nya dalam Perang Badar namun muncul kembali dalam Perang Siffain. . . . . . . . Engkau telah memusnahkannya di mesjid-mesjid Dhirar, namun dia muncul kembali di mesjid Ko fah. . . . . . .Engkau telah merasa aman dan lega setelah menguasai Madinah, Mekkah bah kan seluruh jazirah Arabia, namun pada generasi yang kedua Islam mendapat pukulan yang paling telak di Karbala. . . . . . ." http://achehkarbala.blogspot.com/2009/06/esensi-haji-3.html

"Musuh yang sepertinya tak pernah lenyap di permukaan bumi ini diindikasikan Allah da lam surah terakhir dari Al-Qur'an al-Karim, dan disimbolisasikan di lembah Mina sebagai Bal'am (jamarah terakhir). Justru itulah di khususkan menyerang kekuatan tersebut pada tanggal 10 Zulhijjah, 7 kali tembakan. Pada tanggal 11 Zulhijjah, barulah engkau diperin tahkan untuk menggempur secara keseluruhan. Tembaklah Fir'aun 7x, Karun 7x dan lagi-lagi Bal'am 7x. Sudah berapa pelurukah kau habiskan? 7x4 = 28 peluru. Serangan dilan jutkan pada tanggal 12 Zulhijjah. Tembak Fir'aun 7x, Karun 7x, Bal'am 7x. Pada tanggal 13 Zulhijjah gempur lagi, tembak Fir'aun 7x, Karun 7x dan Bal'am pun masih perlu kau tembak 7x lagi. Sudah berapa pelurukah engkau habiskan? 28 + 7 x 6 = 28 + 42 = 70 pe luru. Engkau masih memiliki sisanya 7 peluru lagi. Selesai sudah pertempuranmu."
http://achehkarbala.blogspot.com/2009/06/esensi-haji-3.html

Perlu digarisbawahi juga bahwa revolusi yang haq bukan sekedar meluluhlantakkan rezim despotik te tapi juga mempersiapkan system yang redha Allah (Meruntuhkan yang batil, membangun yang haq) System yang redha Allah adalah system yang menggunakan hukum yang diturunkan Allah. Sebagai indikasinya adalah surah al Maidah ayat 44, 45 dan 47.

Teory John Lockj yang terkenal dengan "Tries Politica" (baca Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif) ter nyata gagal untuk melindungi negara dari perobahan presiden menjadi Diktator dimana paska kerun tuhan negara-negara yang bentuk kerajaan dan berganti dengan bentuk Demokrasi, juga presidennya tidak berbeda dengan "raja" kecuali pakaiannya saja. Hari ini kita saksikan lagi bahwa "Demokrasi" yang digembar-gemburkan Barat dan diamini oleh orang-orang dibelahan Dunia Timur, ternyata palsu. Mereka menggunakan selogan Demokrasi untuk menipu bukan saja rakyat di Timur Tengah dan Timur jauh tetapi mereka juga menipu rakyat dinegaranya sendiri (Amati Accupy Streed, 99 ")

Dalam system Islam yang benar ternyata masih ada 2 lembaga lagi yang sangat menentukan yaitu lem baga Para Ulama dan Imam. Dizaman kita ini memang belum ada contoh kecuali satu-satunya contoh "Wilayatul Fakih" (Teory Imam Khomaini yang brilliant). Sayangnya masih banyak saudarakita dari Sun ni yang belum memahami kebenaran Republik Islam Iran.

Dengan terjadinya revolusi Rakyat di Timur Tengah dan Afrika Utara sekarang mengundang kita untuk menga nalisa kembali anatomi Revolusi Islam Iran yang muncul ditengah-tengah kezaliman tetangga-tetangganya, mereka mampu bangkit dan makin lama makin cemerlang sebagaimana kita saksikan se karang ini dibawah pimpinan Mahmoud Ahmadinejad sebagai Presiden dan Ayatullah Sayed Ali Kha meney sebagai Imamnya (pengganti Imam Khomaini yang tidak lain adalah muridnya sendiri). Realita nya bukan saja system yang harus benar tetapi pemimpin juga. Sepertinya Republik Islam Iran baru se karang memiliki Imam dan Presiden yang se ide dengan Imam Khomaini. Semoga di RII itu bermuncu lan "Khameney-khameney" dan "Ahmadinejad - ahmadinejad" lainnya paska mereka berdua.

Mengapa kita sampai berdoa seperti itu? Jawabannya adalah: "Ketika kita berbicara system Islam tidak ada sampel sebagai buktinya hingga banyak orang mengira mimpi dan angan-angan, namun begitu kemunculan Ahmadinejad dan Ali Khamenei sekarang baru sebahagian orang yang dulunya ragu, meyakini keberadaan system Islam yang representant" Terakhir, mari kita tutup dengan ayat Allah swt ini:

Alam Syurga atau Neraka...
"Tiap-tiap yang bernyawa akan merasai mati dan bahawasanya pada hari kiamat sahajalah akan disempurnakan balasan kamu. Ketika itu sesiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan
ke syurga maka sesungguhnya dia telah berjaya dan ingatlah bahawa kehidupan di dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang yang terpedaya". (Surah Ali Imran 3: 185)

Billahi fi sabililhaq

(angku di Awegeutah) 
    Acheh - Sumatra


From: Tabaos Nusa Ina
To: ambon@yahoogroups.com
Sent: Saturday, February 11, 2012 10:43 AM
Subject: [ambon.com] VIDEO: "Aduuuh, DPR !!!" (9part)

Ayo ramai-ramai melihat perdebatan KORUPSI dan KEBOBROKAN
 DPR RI di Indonesia Lawyers Club - TV one, 24 Januari 2012


http://www.youtube.com/watch?v=GtQafEeD-TI ("Aduuuh, DPR !!!" (9part):)
http://www.youtube.com/watch?v=U5ZTyMJtx14 (Nikmatnya Koruptor di Negara Korup)
http://www.youtube.com/watch?v=giVv4UZsXAw (Kecanggihan Korupsi Indonesia-Bagian-1.m4v)
http://www.youtube.com/watch?v=bPbst4ti2ps (kasus hambalang)
http://www.youtube.com/watch?v=SMLuFhAqpm0#t=536 (The Best Critics of: J.E. Sahetapy)
http://www.youtube.com/watch?v=AwEb2C_Fol8  (kasus hambalang)
Masih banyak lagi seperti kasus bank centuri dan sebagainya...


http://achehkarbala.blogspot.com/2011/06/pancasila-adalah-ideology-taghuti.html
http://indonesian.irib.ir/hidden-1/-/asset_publisher/m7UK/content/koruptor-tetap-istimewa-di-penjara?


 
 
 
 
 
m

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar