Sabtu, 01 Oktober 2011

TEKS KHUTBAH AHMADINEJAD DI FORUM PBB TAHUN 2011 DAN VIDEO-VIDEONYA

 

Bismillahirrahmanirrahim

Al-Hamdulillahi Rabbil ‘Alamin. Wassalamu ‘ala Sayyidina wa Nabiyyina Muhammad, wa Alihi at-Thahirina wa Shahbihi al-Muntajabina wa ‘ala Jami’i al-Anbiya wa al-Mursalin…


Salam dan shalawat kepada para Nabi Ilahi, khususnya Nabi Muhammad Saw, Ahlul Bayt yang suci, para sahabat terpilihnya dan kepada seluruh para Nabi Ilahi…


Allahumma ‘Ajjil li Waliyyika al-Faraj, wal’afiata wa an-Nashr. Waj’alna min Khairi Ansharihi wa A’awanihi, wal Mustasyhadina baina Yadaih…


Ya Allah Yang Maha Besar! Percepat kemunculan Wali-Mu disertai dengan keselamatan dan kemenangan. Jadikan kami sebagai penolong dan pendukung terbaiknya dan senantiasa berkorban di jalannya…


Tuan Ketua dan rekan-rekan yang mulia…

Saya bersyukur kepada Allah Yang Maha Besar yang masih memberikan kesempatan untuk hadir lagi di sidang Majelis Umum PBB ini. Di awal pidato, saya ingin mengingatkan semua yang hadir untuk memberikan penghormatan kepada para korban bencana banjir bandang yang melanda Pakistan. Saya mengucapkan belasungkawa kepada mereka yang ditinggal, pemerintah dan bangsa Pakistan. Pada kesempatan ini juga saya mengajak semua untuk segera menolong sesama manusia sebagai kewajiban kemanusiaannya.


Di sini, saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada manajemen Majelis Umum PBB.

Di tahun-tahun lalu, saya telah berbicara di depan kalian tentang sebagian harapan, kecemasan, krisis keluarga, keamanan, kemuliaan manusia, ekonomi, iklim, harapan akan keadilan dan perdamaian yang berkelanjutan.


Kini, kekuasaan sistem Kapitalisme dan manajemen yang ada di dunia pasca satu abad telah sampai pada titik akhirnya. Sistem Kapitalisme tidak mampu memberikan jawaban yang tepat terhadap tuntutan masyarakat. Untuk itu saya akan berusaha menggambarkan sebagian parameter sistem yang tepat bagi masa depan dengan mencermati dua faktor utama kegagalan yang ada.


Pertama, Cara Pandang dan Keyakinan

Kalian semua tahu tentang misi yang diemban oleh para Nabi Ilahi. Mereka diutus untuk menyeru seluruh manusia kepada monoteisme, cinta dan keadilan. Mereka diutus untuk menghamparkan jalan bagi manusia mencapai kebahagiaan. Para Nabi Ilahi mengajak manusia kepada pemikiran dan keilmuan agar lebih baik dalam mengenal hakikat. Mereka juga diutus untuk memperingatkan manusia akan kesyirikan dan egoisme.

Hakikat seruan para Nabi adalah satu. Setiap Nabi membenarkan Nabi sebelumnya dan memberikan kabar gembira akan kedatangan Nabi yang baru. Para Nabi Ilahi memperkenalkan agama yang sesuai dengan kapasitas manusia dan lebih sempurna dari yang terdahulu. Semua ini berjalan hingga sampai kepada Nabi Muhammad Saw, Nabi pamungkas yang mengetengahkan agama secara sempurna.


Sesuai dengan perjalanan ini ada saja para arogan dan penyembah dunia yang berusaha menghadang seruan yang jelas ini dan bangkit menghadapi pesan-pesan para Nabi.


Para pengikut Namrud bangkit menghadapi Nabi Ibrahim as, para pengikut Firaun di hadapan Nabi Musa as dan para penyembah dunia melawan Nabi Isa as dan Nabi Muhammad Saw. Di abad-abad terakhir, dengan alasan kezaliman yang dilakukan mereka yang mengklaim orang-orang beragama di Barat di Masa Pertengahan, segala nilai, moral ditafsirkan sebagai faktor keterbelakangan dan meletakkannya berhadap-hadapan dengan sains dan rasionalitas.


Pemutusan hubungan manusia dengan Langit sejatinya manusia telah memutuskan hubungannya dengan hakikat dirinya sendiri.


Manusia yang memiliki potensi mengenal hakikat alam dan pencari kebenaran, cenderung akan keadilan dan kesempurnaan, kesucian dan keindahaan dan menjadi wakil Allah di bumi telah berubah menjadi keberadaan yang terbatas pada materi. Kewajiban manusia didefinisikan tidak lebih dari upaya untuk sampai pada kelezatan individu. Naluri manusia telah menggantikan esensi hakikat manusia.


Seluruh manusia dan bangsa-bangsa dianggap sebagai rival masing-masing. Kebahagiaan seorang individu atau sebuah bangsa didefinisikan dengan mengganggu, menghabisi dan menumpas lainnya. Pertikaian merusak untuk tetap eksis dijadikan dasar dalam mengatur hubungan sesama manusia menggantikan Interaksi konstruktif dan saling menyempurnakan.


Penyembahan modal dan hegemoni telah menggantikan monoteisme yang menjadi rahasia persatuan dan cinta.

Semua aksi luas penentangan terhadap nilai-nilai ilahi telah membuka jalan bagi perbudakan dan penjajahan.

Bagian luas dari dunia berada di bawah kekuasaan beberapa negara Barat. Puluhan juta manusia telah dijadikan budak dan puluhan juta keluarga telah tercerai-berai. Seluruh sumber-sumber kekayaan, hak dan budaya bangsa-bangsa jajahan telah dijarah. Tanah air yang diduduki dan masyarakat asli telah dibantai dan dihinakan.


Namun dengan bangkit bangsa-bangsa, para imperialis semakin terisolasi dan kemerdekaan bangsa-bangsa kemudian diakui. Harapan akan penghormatan, kesejahteraan dan keamanan telah hidup di tengah bangsa-bangsa. Di awal-awal abad lalu, slogan-slogan indah kebebasan, hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi telah menciptakan banyak harapan yang menjadi obat penawar bagi luka-luka dalam yang masih menganga. Namun kini bukanhanya harapan-harapan itu tidak terealisasikan, justru kenangan yang lebih pahit dari masa lalu dalam sejarah yang terekam dalam ingatan.


Dalam dua Perang Dunia, penjajah Palestina, dalam perang Korea dan Vietnam, dalam perang Irak-Iran, dalam penjajahan Afghanistan dan Irak dan dalam perang-perang di Irak, ratusan juta manusia tewas, terluka dan menjadi pengungsi.


Terorisme, produksi narkotika, kemiskinan dan kesenjangan sosial telah semakin meluas. Pelbagai pemerintahan kudeta dan diktator yang didukung Barat di Amerika Selatan telah melakukan kejahatan yang luar biasa.


Bukannya melucuti senjata, produksi dan simpanan senjata-senjata nuklir, biologi dan kimia justru semakin meluas. Dunia kini berada dalam ancaman yang lebih besar.


Dengan demikian, tampaknya apa yang terjadi adalah penerapan dari tujuan-tujuan para imperialis dan pemilik budak, tapi kali ini dengan slogan-slogan baru.


Kedua, Faktor Manajemen Global dan Sistem Berkuasa

Masyarakat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa dibentuk dengan slogan menegakkan perdamaian dan keamanan, serta menjaga HAM.


Mekanisme manajemen yang berlaku di dunia dapat diteliti dengan membedah tiga peristiwa.

Pertama: 11 September yang telah mempengaruhi kondisi dunia sekitar 10 tahun.

  • -Secara tiba-tiba ditayangkan ke seluruh penjuru dunia berbagai rekaman serangan terhadap menara kembar.

  • -Kira-kira semua pemerintah dan politisi terkemuka mengecam serangan tersebut.

  • -Motor propaganda pun bergerak dan dunia diambang ancaman besar dengan nama terorisme dan diumumkan bahwa satu-satunya jalan keluar adalah invasi militer ke Afghanistan.

  • -Pada akhirnya, Afghanistan dan tidak lama kemudian Irak diduduki.

Mohon diperhatikan;

Diklaim bahwa serangan 11 September telah menewaskan sekitar 3.000 orang dan kami sangat menyayangkan hal tersebut. Namun di Afghanistan dan Irak hingga kini ratusan ribu orang tewas dan jutaan lainnya cedera serta bentrokan terus meningkat setiap harinya.


Terkait pelaku serangan 11 September, ada tiga pendapat:

  • 1-Kelompok teroris yang sangat kuat dan pelik yang berhasil menembus seluruh lapisan keamanan dan intelejensi Amerika. Pendapat ini yang disebar luaskan oleh pemerintah Amerika.

  • 2-Sebagian pihak di dalam pemerintah Amerika Serikat untuk menciptakan perubahan dalam proses kelesuan ekonomi Amerika dan penguasaan Washington terhadap Timur Tengah dan juga upaya penyelamatan rezim Zionis. Mayoritas warga Amerika, bangsa-bangsa, dan juga para politisi dunia yang meyakini pendapat ini.

  • 3-Sebuah kelompok teroris yang didukung dan dimanfaatkan oleh pemerintah Amerika Serikat kala itu. Tampaknya pendapat ini yang mendapat dukungan paling sedikit.

Dokumen terpenting dari tuduhan tersebut adalah beberapa paspor yang diangkat dari puing-puing dahsyat itu dan sebuah rekaman video dari seorang yang tidak jelas tempat tinggalnya. Namun disebutkan bahwa sebelumnya ia pernah terlibat dalam kontrak dagang minyak dengan sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat. Ingin dikesankan bahwa karena kebakaran hebat dan ledakan, tidak ada sisa dari para pelakunya serangan itu.


Ada beberapa pertanyaan pokok yang belum terjawab

  • 1-Apakah logika tidak membenarkan bahwa pertama harus dilakukan penelitian serius oleh kelompok-kelompok independen dan kemudian identifikasi seluruh pelaku dan menentukan program untuk menindak mereka.

  • 2-Bila pendapat pemerintah Amerika diterima, apakah tindakan terhadap kelompok teroris, adalah invasi meluas, perang teratur, dan pembantaian ratusan ribu orang?

  • 3-Apakah tidak mungkin dilakukan seperti cara Iran dalam menyikapi kelompok teroris Rigi yang telah membuat 400 warga Iran gugur dan cedera? Dalam operasi yang dilancarkan Iran tak satupun nyawa orang yang tidak berdosa yang melayang.

Diusulkan bahwa PBB harus membentuk tim pencari fakta terkait Serangan 11/9 sehingga sejumlah pihak tidak melarang penyampaian pendapat terkait masalah ini.


Di sini, Saya ingin mengumumkan bahwa Republik Islam Iran, tahun depan, akan menjadi tuan rumah sebuah konferensi yang bertujuan mengidentifikasi terorisme dan mencari mekanisme menghadapinya. Untuk itu, Saya mengundang para pejabat dunia, pemikir, intelektual dan peneliti untuk menghandiri konferensi ini.


Kedua: Pendudukan Palestina

Bangsa tertindas Palestina selama 60 tahun berada di bawah pendudukan Rezim Zionis Israel, dan mereka tidak mendapat kebebasan, keamanan dan hak kedaulatan. Akan tetapi keberadaan para penjajah malah diakui.


Hingga kini, Zionis Israel melakukan perang sebanyak 5 kali. Rezim ini melakukan perang terburuk terhadap Lebanon dan Gaza karena membantai warga-warga tak berdosa. Zionis Israel juga melanggar semua ketentuan internasional bahkan menyerang konvoi kapal pengangkut bantuan kemanusiaan dan membantai warga tak berdosa.


Rezim Zionis Israel mendapat dukungan dari sejumlah negara Barat. Rezim ini juga selalu mengintimidasi kawasan dan meneror tokoh-tokoh Palestina dan negara lainnya. Bahkan para pendukung Palestina dan penentang Zionis Israel menyandang status sepeti teroris dan anti-Yahudi, serta terus mendapat tekanan. Semua nilai bahkan kebebasan berpendapat di Eropa dan AS diberangus Rezim Zionis.

Semua solusi gagal diselesaikan karena tidak memperhatikan hak-hak bangsa Palestina.

  • -Jika semenjak awal, hak kedaulatan bangsa Palestina diakui sebagai ganti dari mengakui rezim penjajah Zionis Israel, apakah kita akan menyaksikan semua kejahatan yang terjadi?!!

  • -Usulan kami adalah pemulangan pengungsi Palestina ke tanah air mereka dan merujuk pada referendum semua warga Palestina untuk menentukan kedaulatan dan bentuk pemerintahan.

Ketiga: Energi Nuklir

Energi nuklir, bersih, murah, dan merupakan kenikmatan ilahi yang juga salah satu alternatif terbaik untuk mengurangi polusi bahan bakar fosil.


Traktat Non Proliferasi Nuklir (NPT) mengizinkan semua anggotanya untuk memanfaatkan nuklir sipil tanpa batas, dan bahkan Badan Tenaga Nuklir Internasional (IAEA) berkewajiban mendukung dan melindungi dari sisi teknis dan hukum.


Bom nuklir adalah senjata anti-kemanusiaan yang harus dimusnahkan total. NPT juga melarang produksi bom nuklir dan penyimpanannya, bahkan menilai pelucutan senjata nuklir sebagai keharusan.


Akan tetapi perhatikanlah apa yang dilakukan sejumlah pemilik senjata nuklir yang juga anggota Dewan Keamanan (DK) PBB.

  • -Mereka malah menilai tenaga nuklir sebagai bom, dan berupaya memonopolinya dan menekan IAEA agar membatasi kepemilikan tenaga nuklir ini hanya untuk segelintir negara.

  • -Pada saat yang sama, negara-negara itu menimbun bom nuklir dan memproduksinya. Tentu Anda mendengar bahwa pemerintah Amerika tahun ini mengalokasikan 80 milyar dolar untuk bom nuklir.

Kebijakan seperti ini bukan hanya membuat perlucutan senjata tidak terealisasi, tapi malah terjadi perluasan senjata nuklir di sejumlah wilayah termasuk Rezim Zionis Israel yang penjajah dan pengancam.


Di sini diusulkan sebagai agar tahun 2011 dinamakan sebagai tahun pelucutan senjata nuklir, energi nuklir untuk semua, senjata nuklir tidak untuk siapa pun. Dalam semua masalah ini, PBB tidak dapat melakukan langkah penting. Sangat disayangkan bahwa dalam dekade yang diberi nama Dekade Perdamaian, justru terjadi peperangan, agresi dan pendudukan. Bahkan ratusan ribu orang tewas dan terluka, yang terus bertambah karena permusuhan dan kedengkian. [TAMAT]
_______________

Dicari Kotak Hitam Misteri 11 September


Pembahasan seputar esensi dan penyebab terjadinya Peristiwa 11 September masih menyimpan sensitivitas yang tinggi meski kejadian itu telah berlalu sembilan tahun. Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, memaparkan tiga hipotesa tentang Peristiwa 11 September. Dalam salah satu hipotesanya, Ahmadinejad mengatakan, sebagian besar warga AS, bangsa-bangsa lain dan para politisi meyakini serangan 11 September dilakukan oleh pemerintah AS sendiri dan untuk menciptakan perubahan dalam kelesuan ekonomi AS, menguasai Timur Tengah, dan menyelamatkan rezim Zionis Israel.


Ada banyak dokumen yang tersebar dalam beberapa tahun terakhir yang memperkuat kemungkinan kebenaran analisa tersebut. Sebagai contoh, berdasarkan dokumen yang dipublikasikan oleh pemerintah AS, Menteri Pertahanan AS waktu itu, Donald Rumsfeld meminta salah satu wakil di Pentagon untuk menemukan dokumen seputar hubungan rezim Saddam Hussein dengan al-Qaeda. Perintah itu dikeluarkan beberapa jam setelah serangan teror ke New York dan Washington. Beberapa hari kemudian, Wakil Presiden AS waktu itu, Dick Cheney meminta kabinet perang AS untuk menyerang Irak sebagai ganti Afghanistan. Padahal dinas-dinas intelijen AS menepis segala bentuk hubungan antara Saddam Hussein dengan al-Qaeda.


Dokumen akurat lainnya menunjukkan bahwa para agen Dinas Intelijen Pusat AS (CIA) jauh-jauh hari sudah mengetahui keputusan al-Qaeda untuk melancarkan sebuah operasi besar di wilayah AS. Namun Presiden AS waktu itu, George W. Bush dan para penasehat keamanannya tidak menggubris peringatan-peringatan tersebut. Jelas jika peringatan-peringatan itu disikapi serius, maka perjalanan sejarah akan berbeda.


Mayoritas sejarawan AS meyakini bahwa pada era Perang Dunia II juga terjadi kejadian serupa sampai-sampai Presiden Franklin Roosevelt tidak melakukan langkah antisipasi untuk mencegah Jepang menyerang Pearl Harbor di Hawaii. Serangan itu kemudian dijadikan alasan oleh AS untuk melibatkan diri dalam Perang Dunia II.


Terlepas hipotesa yang mana lebih dekat dengan kebenaran di antara tiga paparan Ahmadinejad, namun yang pasti pemerintah AS menyalahgunakan peristiwa itu untuk mengobarkan perang dan mengerahkan pasukannya ke berbagai penjuru dunia. Tanpa mengeksploitasi shock warga akibat kematian sekitar 3.000 orang pada 11 September, pemerintah AS tidak akan mampu menginvasi Afghanistan dan Irak. Lebih dari satu juta warga sipil dan 5.000 tentara AS tewas dalam serangan ke dua negara tersebut. Gedung Putih menginjak-injak prinsip hak asasi manusia dan juga merusak tatanan dunia.


Eksploitasi pemerintah AS terhadap masalah perang melawan terorisme dan keberadaan dokumen-dokumen resmi terkait upaya Kubu Neo Konservatif untuk menyerang Irak, telah memperkuat hipotesa tentang intervensi pemerintah AS dalam Peristiwa 11 September. Meski demikian, pemerintah AS sepertinya tidak akan mengizinkan investigasi menyeluruh untuk menguak misteri 11 September.
_______

Ahmadinejad: 11/9 untuk AS & Holocaust untuk Israel


 
Ahmadinejad selama berada di New York, menyampaikan pernyataan-pernyataan tegas dalam berbagai wawancaranya dengan media-media lokal AS dan pidatonya di Majelis Umum PBB. Isu-isu seperti terorisme, Palestina, Afghanistan, Irak dan nuklir menjadi topik utama yang disampaikan Ahmadinejad selama di New York.


Kunjungan Ahmadinejad benar-benar sukses, bahkan berhasil membongkar kebobrokan Barat. Ahmadinejad tampil bak pahlawan yang menyuarakan kebenaran di sarang kebatilan. Ahmadinejad menyampaikan problema sistem yang berkuasa di dunia secara blak-blakan. Tidaklah heran bila delegasi negara-negara Barat kebakaran jenggot ketika mendengar pidato tegas Ahmadinejad di Majelis Umum PBB.


Ahmadinejad sebelum berpidato di Majelis Umum PBB, berjanji akan mengungkap kasus 11 September yang mencurigakan. Hal itu pun dibuktikan dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, bahkan Serangan 11 September disebut sebagai problema utama sistem yang berlaku di dunia. Retorika khas Ahmadinejad mengungkap Serangan 11 September, benar-benar mengejutkan semua pihak.


Setelah menjelaskan rincian Serangan 11/9 yang mencurigakan itu, Ahmadinejad dalam pidatonya di Majelis Umum PBB melontarkan sejumlah pertanyaan. Dikatakannya, “Ada beberapa pertanyaaan mendasar yang tidak terjawab. Pertama; Bukankah akal pertama-tama menilai harus adanya investigasi menyeluruh oleh tim-tim independen yang kemudian mengindentifikasi para pelaku dan merancang agenda logis untuk menyikapi para perancang skenario? Kedua; Anggap saja bahwa pandangan AS diterima. Akan tetapi apakah sekelompok teroris harus disikapi dengan agresi, perang terorganisir dan pembantaian ratusan ribu warga? Ketiga; Apakah tidak mungkin menyikapi sekelompok teroris seperti sikap Iran dalam menangkap kelompok teroris Rigi yang membantai dan menciderai 400 warga tak berdosa? Dalam operasi itu, tidak ada korban warga sipil.”


Sebelumnya, Ahmadinejad seringkali mempertanyakan peristiwa Holocaust yang membuat para Zionis Israel geram. Retorika Ahmadinejad dalam mempertanyakan Holocaust pun mengguncang dunia. Terkait Holocaust, Ahmadinejad selalu mempertanyakan, “Jika Holocaust itu terjadi di Eropa, mengapa bangsa Palestina yang harus menanggung dosanya.” Ahmadinejad juga mempertanyakan mengapa upaya mengungkap kasus itu berujung pada penangkapan terhadap para peneliti dan pakar sejarah. Semua ini menunjukkan adanya kesangsian atas kebenaran peristiwa tersebut.


Dengan retorika serupa, Ahmadinejad kembali mengungkap Peristiwa 11/9 yang mencurigakan. Retorika Ahmadinejad kali ini membuat geram para pejabat AS yang tertuding sebagai konspirator utama Serangan 11/9.


Isu Holocaust dan Serangan 11/9 dijadikan isu utama dalam berbagai pernyataan Ahmadinejad untuk menghantam Zionis Israel dan AS. Dua isu itu benar-benar membuat Barat harus menuntaskan PR yang melilitnya. Dengan retorika Ahmadinejad itu, Dunia Islam tidak lagi disibukkan dengan isu-isu yang dibuat Barat seperti terorisme hak asasi manusia dan isu lainnya. Kini, giliran Barat harus memeras pikiran untuk menjawab opini yang dikembangkan oleh Ahmadinejad. Dengan isu Holocaust, Ahmadinejad membidik Zionis Israel, dan dengan isu Serangan 11/ 9, Ahmadinejad menarget AS. Inilah strategi ofensif Ahmadinejad dalam menghadapi Barat. [irib]








Tidak ada komentar:

Posting Komentar