Jumat, 09 September 2011

ANTARA PERASAAN BERAGAMA SECARA BUDAYA DAN IDEOLOGY AGAMA MURNI


 
SYAHID DR ALI SYARI'ATI, RAUSYANFIKR IRAN 
YANG BELUM ADA DUANYA SAMPAI HARI INI




SEPERTINYA BAGUS JUGA TULISAN INI UNTUK SUATU RENUNGAN 
BUAT KITA SENDIRI DAN UNTUK MEMAHAMI 
BAGAIMANA LAZIMNYA PERASAAN KITA 
SAAT MENDENGAR KEMATIAN SESEORANG DAN APA UKURANNYA
KETIKA KITA MENGANGGAP BAIK ATAU BURUK DISISI ALLAH. 
ADAKAH INDIKASI DISISINYA?
(hsndwsp)
Acheh - Sumatra




MEUNJE PENG GADEH DJANGGOT, MEUNJE EUNGKOT LAGEE   Message List  

Reply
Message #6718 of 9656 < Prev | Next >

 
Teruntuk Njak  Banta Syahrizal
Meuseue hanalom tatuoh pat bida antara Idiology Islam dan Idiology Pancasila, tasaba dilee hai meutuah, atawa tasimak narit gob dilee njeng teungeh meusambong di milis njoe.

--- Anwar Ali < anwar_acheh@ yahoo.no> wrote:
Nampaknya agak banyak email yang mengucapkan selamat jalan kepada saudara Rufriadi. Saya sendiri tidak mengenalnya apakah dia itu orang beridiology Islam atau Pancasila, semoga beliau termasuk orang yang beri deology Islam. Disebabkan saya tidak mengenal persis bagaimana sepakterjangnya maka saya tidak punya komentar apapun menyangkut kematiannya. 

Dalam kesempatan ini perlu kita ambil i'tibar bahwa semua manusia pasti akan menemui kematian, tinggallagi waktu dan tempat yang tepat tidak dapat dijangkau manusia biasa. Pepatah Acheh mengatakan ."Bek ta sangka u akan rhet watee riek, u groh le tjit njeng rhet".  Terjemahan melayunya:" Jangan disangka ke lapa akan jatuh ketika riek, kelapa mudapun banyak yang jatuh". Artinya mati itu bukan saja menimpa orang yang sudah tua usianya tapi orang mudapun banyak juga yang mati. Apakah mati berdarah dalam perjuangan , mati di bunuh orang, mati disebabkan penyakit tertentu atau mati dengan tiba-tiba sebagaimana Rufriadi itu. Justru itu ingatlah wahai saudaraku bangsa Acheh bahwa andaikata kita mati dalam keadaan berjuang karena Allah pasti kita diampuni dari segala dosa dimasa lampau kendatipun tidak seorangpun berdoa kepada kita a gar Allah mengampuni dosa kita serta ditempatkan Allah dalam Sorga. Namun andaikata kita mati dalam se pakterjang yang berlawanan dengan pejuang kebenaran atau dulu pernah berjuang tapi tidak berhasil mem pertahankan esensi tersebut hingga kita berbalik menjadi basyar kembali, kita pasti akan dimasukkan Allah dalam Neraka, (na 'uzubillahi minzalik) kendatipun sepenuh dunia ini berdoa kepada kita agar diampuni do sanya. Apabila kita termasuk katagori yang terakhir ini berarti kita tidak termasuk pejuang asli tapi kita dulu berjuang untuk kita sendiri bukan untuk membela kaum dhu'afa. 

Mungkin timbul pertanyaan, apakah kalau begitu tidak ada gunanya berdoa?  Pastinya doa itu sangat berguna sebagaimana firman Allah: "Waiza saalaka 'ibadi 'anni, fainni qarib.  Ujibud dakwatidda'i iza da'ani, fal yastaji buli, wal yukminubi, la'allahum yarsyudun". Terjemahan bebas:" Apabila ditanya engkau (wahai Muhammad) akan daku.oleh hambaku, (katakanlah) sesungguhnya aku dekat. Aku akan memperkenalkan setiap doa ham baKu apabila (hambaku) berdo'a. (Tapi) hendaklah mereka itu memenuhi seruanKu dan (benar-benar) beri man kepadaKu.  Mudah-mudahan mereka mendapat kemenangan. 

Nah! Yang perlu kita pertanyakan disini apakah kita termasuk orang yang memenuhi seruan Allah dan benar benar beriman kepada Nya atau hanya beriman dimulut saja. Perlu kita ketahui bahwa ketika Rasulullah me ninggal dunia tidak ada orang yang berdoa dirumahnya, kecuali orang menangis, yaitu anaknya sendiri Fatimah Az Zahara sampai bengkak matanya.  Lucunya di Acheh terkenal sebuah lagu: 

" Nabina neu wasiet nibak geutanjoe
  Han geubi moe-moe bak ureueng mate
  Meunje nathat weueh inseueh that sajang
  Neutjok Quru-an kaalam neubatjale"
Lagu ini berasal dari sebuah hadist palsu (hikajat musang, pakek istilah Muhammad A l Qubra)

Peristiwa sebenarnya:
Suatu hari Rasulullah melewati kuburan orang Yahudi dimana isterinya sedang menangis diatas kuburan suami nya. Rasulullah mengatakan kepada kaum Muslimin yang juga turut menyaksikannya bahwa orang tersebut menangis sedangkan suaminya dalam kubur diazab Allah. sebahagian kaum Muslimin keliru memahami mak sud Rasulullah. Suatau hari Ibnu Umar (Abdullah bin Umar) berkata dalam ceramahnya bahwa kita tidak bo leh menangisi orang mati disebabkan akan disiksa Allah sebagaimana kata Rasulullah. Aisyah menegur Ibnu Umar:"Bukan demikian hai Ibnu Umar. Tidak ada sebab 'akibat antara isteri yang menangis diatas kuburan de ngan  suami yang disiksa dalam kubur. Disiksanya orang dalam kubur bukan disebabkan menangisnya isteri ta pi disebabkan suaminya itu orang Yahudi.  Penjelasan Aisyah sesuai realitanya bahwa justru anak kesayangan Rasulullah sendiri yang menangisi kematiannya.  Ironisnya justru pendapat Ibnu Umar yang keliru yang diyaki ni di Acheh dan juga di berbagai negara yang penduduknya mayoriras Islam. 

Akibatnya Al Qur-an sebagai hudallinnas (Petunjuk bagi manusia atau orang hidup) sudah di fungsikan hanya sebagai bacaan buat orang mati. Sementara anak yatim yang ditinggalkan orang tuanya terpaksa melayani pembaca Qur-an itu dengan kenduri, kendatipun masa depan mereka membutuhkan dana namun tidak men cukupi. 

Ada satu lagi yang aneh bin ajaib:
Ketika Neil Amstrong naik ke Bulan dengan pesawat Apolo ihda 'asyara, tersiar kabar dengan derasnya bah wa beliau masuk Islam setelah mendengar suara Nabi Muhammad diantara bermacam suara lainnya. Menurut kabar burung itu bahwa semua suara dapat didengar kembali di angkasa lepas. Sebagai follow up nya dari ka bar itu, MH Ainun Najib jebolan pesantren di Jawa sempat menggubah sebuah lagu berkenaan Neilm Ams trong masuk Islam, malah kaset tersebut masih beredar dipasaran sampai hari ini saya kira. Anehnya ketika Neil Amstrong singgah di Singapore, beliau menyatakan bahwa tidak pernah masuk Islam. Demikianlah keane han sering muncul dikalangan kita ummat Islam yang sering bertentangan dengan kebenaran sejati. 

Demikianlah saudaraku, semoga kita mendapat hidayah dari Allah swt hingga kita mampu berfikir vsecara be nar dalam beragama. Aamin yaa Rabbal 'aalamin.
anwr,- 





On 6/1/07, Banta Syahrizal <banta05@gmail. com> wrote:
Terserah apa yang kalian semua katakan.....
Tapi semua kami yang pernah kenal dekat dengan Alm. Rufriadi sangat kehilangan.. . Karna Dia merupakan salah satu tumpuan masa depan demokrasi dan penegakan HAM di Aceh.

Persoalan dia di BRR, bagi kami semua persoalan yang lain dari kedukaan kami... Tapi, Emangnya kenapa ka lau dia bisa sempat kerja di BRR, emangnya kenapa kalau dia punya gaji besar.... Jelas dia bekerja, dan itu halal..... Karna dia tidak minta gaji segitu... itu ketetapan Kepala, dan dia pun masuk BRR bukan karna pingin punya gaji besar.... dan diapun di jadikan direktur bukan karna dia minta, tapi memang Alm.pantas dan punya kapasitas untuk itu....

dan ingat, Dia keluar negeri bukan dari Uang mayat yang kalian tuduh itu... dia dibawa oleh majalah TEM PO..... Dan itu juga karna independensi beliau... dan aku yakin kalian yang mencercanya, bukanlah siapa2 dibandingkan almarhum, dan jika kalian tiadapun dalam sejarah Aceh tidak akan ada pengaruh apapun..... Bahkan jika kalian karna takdir Allah - pun harus meninggalkan dunia ini, tidak ada pengaruhnya bagi Aceh... Jelas beda seperti bumi dan langit dengan Alm. Rufriadi.... 

Dan kalian juga harus tau, Saat Darurat Militer, hanya dia (aktifis sekalibernya) yang berani tinggal di Aceh... Hanya dia yang berani menjadi pengacara bagi sekian banyak tawanan GAM yang ditangkap pada masa Dar urat Militer... Dia Pengacara Juru runding GAM... dan Perlu kalian tau, dimasa sulit seperti itu... DIA PA SANG BADAN DENGAN TIDAK DI BAYAR.....
DIMANA KALIAN SAAT itu... bahkan sekarang...

 
Maaf, jika kasar.
makanya jaga kata-kata kalian
jika ingin complain langsung, saya ada email... bahkan kalau mau telp ke no. telp saya, atau mau ketemupun saya siap..
Banta Syahrizal
 
 
 
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar