Senin, 01 Agustus 2011

TERJADINYA PERPECAHAN SAMPAI 23 FIRQAH ADALAH AKIBAT ADANYA SAHABAT YANG AMBISIUS KEPEMIMPINAN, TIDAK "SAMI'NA WA ATA'NA" KEPADA RASULULLAH SAWW


DISEBABKAN KATA "AHLULBAYTKU" DIGANTIKAN DENGAN KATA "SUNNAHKU"
ATAS PERINTAH MUAWIYAH KEPADA ALIM PALSU,
SEMUA ORANG MUDAH MEMALSUKAN HADIST NABI SUCI.
HAL INI DISEBABKAN KATA "AHLULBAYTKU" YANG BERFUNGSI SEBAGAI 
"FILTER"
SUDAH DIGANTI DENGAN KATA 
"SUNNAHKU"
= HADIST TSAQALAIN =
(hsndwsp)
Acheh - Sumatra


Bismillaahirrahmaanirrahiim
Kebanyakan orang Indonesia sampai ke Acheh -Sumatra adalah korban sejarah. Justeru itulah terjadi silang pendapat dari hal yang kecil sampai hal yang paling signifikan, menyangkut agamanya. Apa yang saya nyatakan ini pasti dapat dibantah walau bantahan tersebut tidak benar. Jangankan penjelasan kita sebagai pengikut Ahlulbayt Rasulullah saww, Nabi sendiri dengan antusiasnya dibantah oleh kaum Nasrani Najran dan baru mereka mengaku kesalahannya setelah Allah swt mengarahkan NabiNya untuk bermubahalah. (Lihat video dibawah ini)

Saya ulang untuk sekian kalinya, bahwa sahabat adalah teman, dimana teman Rasulullah saww itu ada yang dapat dipercaya dan banyak juga yang hypocrite. Disebabkan banyaknya sahabat yang hypocrite itulah, Rasulullah saww menangguhkan pengumuman Pengangkatan Imam Ali sebagai perpanjangan keimamahannya atau penerus kepemimpinannya sampai Allah swt menegur Nabi bahwa andaikata Nabi tidak mengumumkan penunjukan penerus kepemimpinan atau penggantinya, bermakna Nabi belum menyampaikan risalahnya. Jus teru itulah Nabi mengumpulkan para sahabat dan ummahnya di Ghadirkhum. Dalam khutbahnya Nabi berka ta: "Sesungguhnya Allah adalah mawlaku, dan aku adalah maula setiap mu'min dan mukminat. Kemudian Nabi memegang tangan 'Ali seraya berkata: "Barangsiapa (mengakui) aku sebagai walinya, maka ia ('Ali) adalah walinya. Ya Allah, kasihilah orang yang memperwalikan 'Ali, dan musuhilah orang yang memusuhinya!".

Khutbah Rasulullah saww tentunya panjang dan semuanya penting, tidak ada yang sia-sia. Hal ini cukup jelas pernyataan Allah dalam Qur-an bahwa apa saja yang di ucapkan Nabi berasal dari Allah sendiri. Sungguhpun panjang kita singkatkan saja dalam kesempatan ini. Di Ghadirkhumlah turun ayat : " … Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agama-mu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu ...” [Al-Maa’idah: 3]. Namun orang-orang Sunni membantahnya sebagaimana kebiasaan orang yang suka membantah, yang haqpun tetap dibantah. Argumen ini perlu untuk orang yang lapang dada dan tidak termasuk orang fanatik buta yang terjauh dari hidayah Allah swt.

Paska pengangkatan Imam Ali di Ghadirkhum, tiga orang sahabat yang anda puji itu, membuat rapat gelap di belakang Kakbah untuk menjauhkan Imam Ali dari kedudukannya sebagai Khalifah yang sah disisi Allah dan Rasul Nya. Padahal sahabat tersebut di depan Rasulullah saww turut membai'at Imam Ali. Malah Umar ketika membai'at Imam Ali juga berkata: "Tahniah ya Abbal Hasan, anda telah menjadi maula kaum Muslimin dan Muslimah". Tidakkah karakter seperti ini hypocrite namanya? Tidakkah perbuatan yang demikian mem buat sirna 'Aqidahnya?

Kemudian Abubakar, Umar dan Usman cs pernah membantah perintah Rasulullah saww ketika disuruh berperang dibawah kepemimpinan perang, Usamah bin Zaid bin Harisah. Mereka cs juga menyakiti hati putri kesayangan Rasulullah saww, Fatimah az Zahara. Hal ini berarti membantah Hadist Nabi: "Fahtimah belahan nyawaku, maka barangsiapa yang membuatnya marah berarti orang tersebut telah membuatku marah. "(Shahihu l`Bukha ri 2/308). Dan lagi Hadist: "Dia (Fathimah) adalah belahan nyawaku, maka barangsiapa yang mencemaskannya berarti dia telah mencemaskan diriku, dan barangsiapa yang manyakitinya berarti dia telah menyakiti diriku". (Shahihul` Bukhari 3/265).

Bukti lainnya dalam hal ini, amanah Fatimah az Zahara agar kuburannya tidak diketahui oleh Abubakar dan Umar cs. Realitanya memang Abubakar dan Umar cs tidak tau dimana kuburan Fatimah disebabkan tidak melihat ketika dikuburkan pada waktu malam oleh Imam Ali. Ketika Umar hendak menggali 3 buah kuburan yang sengaja dibuat Imam agar Abubakar dan Umar cs tidak mengetahuinya, Imam bersumpah untuk membunuhnya siapa saja yang berani membongkar kuburan tersebut. Kalau Imam telah bersumpah tidak ada seorangpun yang berani menghadapinya.

Bukti sahabat yang hypocrite lebih banyak dari sahabat yang setia dan brillian dapat dianalisa ketika Imam Ali mendatangi semua rumah orang Muhajirin dan Anshar untuk menjelaskan persioalan yang sebenarnya sesuai arahan Nabi. Semua mereka berjanji untuk mendatangi Imam Ali diwaktu pagi-pagi benar sebelum Subueh, masing-masing dilengkapi dengan sebilah pedang dengan rambut dalam keadaan tercukur. Realitanya tidak seorangpun yanbg menepati janjinya kecuali hanya 4 orang yang brillian dan setia kepada Rasulullah dan Ahlulbaytnya. Mereka itu adalah Abu Dzar Ghifari, Salman al Farisi, Al Miqdad dan Zubeir bin Awwam. (Hanya mereka inilah sahabt yang tidak pernah membantah Nabi dan Ahlulbaytnya tetapi sayang banyak orang terkecoh dengan hadist palsu yang mengatakan sahabat nabi semuanya umpama bintang-bintang. Ini hadist palsu produksi Muawiyah melalui alim palsu yang bersedia disogok Muawiyah, termasuk Abu Hurairah yang membuat lebih terkecoh orang Sunni lagi)

Sesuai arahan Nabi, Imam tidak boleh melawan sahabat yang hypocrite serta ummahnya yang telah berpatah balik demi untuk menjaga darah keluarganya, kecuali Imam memiliki pengikut minimal 40 orang (baca kitab MALAM-MALAM DI PESHAWAR (Dialog Agama Di Peshawar) by Sultanu'l-Wa'izin Shirazi. I dan II.dan juga kitab KITAB MUKTAMAR ULAMA - ULAMA BAGDHAD. Kalau anda tidak memiliki kitab ter sebut, alhamdulillah saya memilikinya: http://achehkarbala.blogspot.com/2011/07/malam-malam-di-peshawar-i-dialog-agama.html . . .http://achehkarbala.blogspot.com/2011/07/malam-malam-di-peshawar-ii-dialog-agama.html . . . http://achehkarbala.blogspot.com/2010/06/kitab-muktamar-ulama-ulama-bagdhad.html

Setelah Syahidnya Imam Ali, Muawiyah meracuni Imam Hassan melalui isterinya yang durhaka. Setelah Mua wiyah mati, penguasa kaum muslimin yang Sunni terus-menerus dipegang oleh keturunan Muawiyah (baca Bani Umayyah). Ketika Muawiyah berkuasa memerintahkan alim palsu untuk memalsukan hadist. Yang namanya alim palsu itu bersedia disogok, sedangkan alim benaran yang teguh mempertahankan kemurnian Hadist Nabi hanya sedikit kala itu, hingga mereka terpaksa lari keluar negeri agar tidak dibunuh oleh tentara Muawiyah. Justru itulah kaum muslimin terpecah belah akibat pemalsuan Hadist yang demikian banyak.

Hadist yang pertama dipalsukan adalah hadist Tsaqalain yang berfungsi sebagai "filter". Disebabkan kata "ah lulbaytku" diganti dengan kata "Sunnahku", semua orang bisa memalsukan hadist, sebab kata "ahlulbaytku" yang ber fungsi sebagai "Filter" sudah diganti dengan kata "sunnahku".

Ketika Yazid berkuasa membantai seluruh keluarga Rasulullah di Karbala kecuali bibi Zainab al Kubra dan Imam Ali Zainal Abidin bin Hussein. Hal itu dsisebabkan beliau dalam keadaan sakit di dalam tenda dan lagipun beliau masih kanak-kanak ketika itu. Ketika penguasa Bani Abbaisiah menggulingkan system Bani Umayyah, keturunan Rasulullah dan pengikutnya (baca Syiah Imamiah 12) juga tetap diburu untuk dihilangkan agar kebathilan agama Sunni mereka tidak terbongkar.

Sebagian pengikut Ahlulbayt lari ke Acheh - Sumatra dan mendirikan kerajaan Acheh di Perlak pertama, teta pi sampai ke Achehpun di kejar oleh orang Sunni hingga terjadi perang. Kenapa orang Sunni tidak mendirikan kerajaan di kawasan lainnya, dimana Sumatra begitu luas? Dapat dipastikan itu perintah dari Timur Tengah agar Syiah dapat dilenyapkan. Untuk apa? Hanaya argumen Syiah Imamiah 12 lah yang dapat meluluhlantak kan argumen Sunni yang palsu. Sayang disebabkan untuk kepentingan politik banyak orang yang melarang hal ini untuk diperdebatkan. Mereka khawatir terjadi pertempuran antara Sunni dan Syiah. Padahal andaikata Sunni tidak fanatik buta sebagaimana Sunni di Libanon dan Republik Islam Iran, tidak akan terjadi pertikaian. Dengan Kristian Jimmi saja dapat bersatu, konon pula antara Syiah dan Sunni. Perlu digarisbawahi bahwa bukan agamanya yang dipersatukan tetapi penganut agamanya agar tidak bermusuhan. Hal ini sesuai arahan Allah swt: "Lakum dinukum waliadin", yang terjemahan bebasnya: "Bagimu agamamu dan bagiku agamaku".

Alhamdulillah sekarang dengan kesadaran Rakyat dikawasan Timur Tengah yang berevolusi untuk menggu lingkan rezim-rezim despotik, Sunni mulai mendekati Republik Islam Iran, hingga terungkaplah kepalsuan rezim-rezim despotik di kawasan Timur Tengah yang anti Syiah itu.

Akibat kekeliruan yang dibuat Abubakar, Umar dan Usman cs, Muawiyah berkesempatan berkuasa merusak system Islam yang telah dibangun oleh Nabi Suci, hingga Bani Umayyah dan Abbaisiah membunuh semua Imam penerus keimamahan Rasulullah saww kecuali Imam Muhammad Mahdi al Muntazhar yang diselamat kan Allah melalui ghaib Syughra dan ghaib Kubra. Andaikata Umar dan Abubakar cs tidak ambisius kepe mimpinan, Imam Mahdi tidak perlu Ghaib dan Imam Hussein pun tidak akan ada kesempatan untuk dibantai di Karbala.Untuk mengetahui info tentang Imam Mahdi yang lazim disebut "Imam Zaman", silakan klik disini: http://achehkarbala.blogspot.com/2009/06/kabar-gembira-dalam-al-qur-anulkarim.html

Bayangkan andaikata anda lahir saat itu, juga berkemungkinan besar menjadi musuh keluarga Rasulullah saww. Realitanya sampai hari ini Timur Tengah masih dikuasai kaum yang anti Ahlulbayt. Mereka bekerja sa ma dengan Zionis untuk menzalimi rakyat mereka sendiri baik di Saudi Arabia khususnya maupun di Timur Tengah dan Afrika Utara pada umumnya.

Secara syar'i orang berargumen bahwa negara Indonesia, Malaysia, Brunai Darussalam, Pakistan, Arab Saudi, Mesir, Libya, Yordania, Yaman Sudan dan sebagainya adalah negara-negara Islam tetapi secara philosofis dan ideologis tidak satupun diantara negara-negara yang saya sebutkan diatas sebagai negara Islam atau system Islam kecuali Republik Islam Iran dan insya Allah akan menyusul Libanon. Andaikata keba nyakan negara negara yang saya sebutkan tadi berhasil digulingkan rakyat mereka sendiri yang sudah mulai sadar dan mendekati RII serta Hizbullah di Libanion, akan mengikuti system Islam RII. Secara filosofis semua negara yang saya sebutkan tadi terkena arahan Allah swt di Surah al Maidah ayat 44, 45 dan 47.Ayat-ayat tersebut merupakan sebagai indikator bahwa Islam adalah agama bersystem. Bagaimana mungkin kita meng hukum dengan hukum yang diturunkan Allah andaikata systemnya tidak exist? Mungkinkah hukum Allah diber lakukan dalam system Taghut semacam Indonesia dan Acheh - Sumatra yang masih dalam "ketiak" Taghut?

Orang-orang yang bersatu padu dalam Negara-negara yang saya sebutkan diatas terkena petunjuk Allah ayat 8 surah al Baqarah. Mereka yang tertutup hati disebabkan fanatik buta tidak berbeda sifatnya dengan orang -orang yang dinyatakan Allah dalam ayat 6 dan 7 surah al Baqarah: "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. (QS.2: 6) Ini adalah kafir Harbi yang anti kepada Islam bersystem bukan kafir Jimmi yang masih memiliki kemungkinan untuk menerima kebenaran Islam sejati.

Bagi partisipan yang memahami bahasa Acheh - Sumatra, anda dapat menambah wawasan tentang system Allah. Untuk itu anda bisa klik disini: /achehwatch?ot.com/2011/05/suyarahtml.www.youtube.com

Ini untuk saudara kita yang benar dari Jawa: Ini penjelasan Wali Negara Acheh - Sumatra, DR Tgk Hasan Muhammad di Tiro tentang prinsip kemerdeka an sesuai Al Qur-an, sebagai Pedoman Hidup bangsa Islam, Orang Jawa yang dicela wali disini adalah Jawa dalam system despotik Indonesia. Sedangkan orang Islam Jawa diluar system tersebut tidak berbeda dengan orang Islam Acheh dan orang Islam West Papua. Hal ini sesuai firman Allah sendiri, dimana tidak lebih bangsa Arab diatas bangsa Ajam (asing) kecuali disebabkan "Taqwa". Realitanya orang Acheh yang menerima "penipuan" penguasa Indonesia via MoU Helsinki tidak ada beda dengan orang jawa yang bersatupadu dalam system Taghut Despotik Indonesia. Catatan ini diperlukan agar orang Islam Jawa yang baik tidak salah paham.

Billahi fi sabililhaq

(hsndwsp, Acheh - Sumatra)

di Ujung Dunia
 
 
 
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar