Minggu, 03 April 2011

REVOLUSI KEBANGKITAN ISLAM, DARAH DAN AIR MATA



ENGKAU ANJING, SERIGALA, TIKUS DAN DOMBA
ENGKAU PENGISAP DARAH MANUSIA. HIDUPMU PENUH DURJANA
LICIK SEPERTI ANJING. RAKUS BAGAIKAN SERIGALA
SERAKAH, TAMAK SEPERTI TIKUS. MEMPERHAMBAKAN DIRI
TIDAK BERDAYA MACAM DOMBA
hsndwsp
Acheh - Sumatra


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Ketika kita saksikan di hampir seluruh dunia rakyat tertindas bermandikan darah dan air mata melalui jendela. http://www.livestation.com/en/press-tv, http://www.livestation.com/en/alalam, http://urdu.sahartv.ir/live/sahar2.flv.html dan http://www.livestation.com/en/his pantv-spanish, apa yag terpikir di benak kita?, apa kesimpulan kita dan apa tindakan kita selaku manuia yang beriman kepada Allah, pemilik Alam semesta dan kehidupan hari Akhirat? Kenapa orang yang berkuasa mebunuh orang lemah hanya disebabkan mereka sekedar memintakan haknya pada orang yang berkuasa? Apakah rakyat yang tertindas tidak punya hak untuk hidup layak sesama mereka di negara mereka sendiri? Bukankah orang yang berkuasa juga berasal dari rakyat? Bukankah Penguasa itu dilahirkan ke Dunia ini dalam keadaan tidak tau apapun sama dengan rakyat tertindas juga? Kalau se mua orang lahir dari kondisi yang sama kenapa sebahagian besar menjadi penjahat, pem bunuh dan penindas sementara yang lainnya menjadi korbannya atau yang tertindas. 


Apakah Pemilik Alam Semesta tidak sanggup menjadikan semua penduduk planet Bumi ini se mua berkuasa? Apakah Dia tidak sanggup menjadikan mereka semuanya pintar? Pastinya ujian Allah kepada manusia untuk memilih mana yang akan mejadi calon penghuni Surga dan mana calon penghuni Neraka. Amanah Pemilik Alam Se mesta menjadikan orang berkuasa untuk me lindung orang lemah, orang pintar untuk menga jarkan orang yang belum pintar hingga pintar. Apabila semua manusia mengi kuti amanah Allah, pastinya tidak ada golongan penindas dan ter tindas. Tidak ada istilah "manusia Qabil" dan "manusia Habil". Tidak ada manusia yang memper ham bakan dirinya kepada manusia lain. Semua manusia akan memper hambakan diri kepada Allah swt. 


Sepertinya revolusi di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara kali ini belum nampak sebagai revolusi Islam tetapi revolusi rakyat atau revolusi Demokrasi dalam melawan kesewenang-wenangan rezim-rezim despotik dan hypocrite. Alasan kita ini tidak ada pemimpin kharismatik ditengah-tengah mereka yang mampu membimbing mereka sampai yang terpenting mampu juga merumuskan system sebagai kunci untuk menja min keutuhan revolusi sebagaimana yang dimiliki revolusi Islam Iran.


Prediksi saya diatas semoga tidak benar. Memang sejauh ini kita belum melihat adanya pemim pin Islam kharismatik seperti di Republik Islam Iran hingga AS dan sekutunya tidak mampu ber debat dengan "anak-anak revolusi" binaan Imam Khomaini dan DR Ali Syariati cs. Mungkin saja Ulama Kharismatik di kawasan yang sedang berevolusi itu tersembunyi disebabkan kondisi yang demikian rumit. Andaikata pemimpin kharisma menampakkan diri boleh jadi akan berna sip seperti shahid Has san al Banna dan shahid Sayyid Qutub menjadi korban penindasan Rezim Anwar Sadad dan Husni Mubarrak. Demikian zalimnya rezim Sadad dan Mubarrak sampai mem buat Ikhwanul Muslim, terpaksa merobah strateginya.


Dalam kondisi perjuangan yang demikian membuat sebahagian Ikhwan tetap pada porosnya yang benar sementara yang lainnya tenggelam hingga sirna ideologi nya. Type seperti itu dapat kita telusuri bagaimana orang yang banyak ilmunya yang mampu mengarang hampir seratus buah buku, tersebar sampai ke Acheh - Sumatra tetapi bisa tenggelam seperti Yoesuf Qardhawi.


Selayang pandang tentang Revolusi Islam Iran.
Sayang sekali kebanyakan penduduk Dunia di belahan Barat tidak memahami Esensi Revolusi Islam Iran, menganggap sama seperti system sebelumnya sebagaimana per nyataan berikut ini: "The choice for the revolutionaries, their allies, and supporters is clear but fraught with peril: the revolutionary forces can change everything only to find that everything stays the same, like what eventually happened in Iran after the revolution of 1979, or they can start a Promethean struggle for the betterment of their societies piece by piece as part of a struggle for freedom, peace, social justice, and dignity, hand-in-hand with Les damn├ęs de la terre" (http://english.alja zeera.net/indepth/opinion/2011/03/201132294241122428.html)


Penduduk Dunia yang jujur sekarang dapat menyaksikan bagaimana bangsa Parsi yang baru saja melepaskan diri dari cengkeraman rezim despotik dukungan Barat (Shah Reza Palevi), mampu merumuskan system Islam yang belum ada duanya (Wi layatul Faqih). Dengan konsep Negara yang ditawarkan kepada rakyatnya secara Demokrasi, mampu mempertahankan Esensi Revolusinya hingga sekarang, sung guhpun musuh revolusi secara intern dan extern berdaya upaya merusakkannya me lalui konspirasi terselubung sampai hari ini.


Kita juga menyaksikan bagaimana melalui perdebatan dengan politikus Islam Iran makin nam pak kekerdilan AS dan sekutunya dimata penduduk dunia yang mampu berpikir secara objektif. Contohnya perdebatan yang berlansung di Swiss dan Turkey tentang Nuklir Sivil Iran, ironisnya AS secara sepihak memberlakukan embargo terha dap RII dengan mempercundang PBB, se mentara disisi lainnya mereka mau berun ding dengan RII, betapa anehnya mereka itu.

Kemudian lihat lagi perdebatan Presiden Ahmadinejad di sebuah University terkenal di Kalifor nia AS. Lihat juga 2 kali Pidato Presiden Ahmadinejad di forum PBB di http berikut ini: 






Secara Logika AS dan sekutunya kalah dengan RII tetapi secara power masih berimbang. Arti nya walaupun AS dan sekutunya memiliki banyak pangkalan militer yang tersebar diseluruh Dunia, AS harus berpikir 7 kali untuk menyerang RII. Hal inilah yang membuat AS tidak menye rang RII disebabkan tidak ada alasan yang logis. Soalnya andaikata RII memiliki pangkalan seba nyak yang dimiliki AS, mustahil bagi RII untuk menyerang AS dan sekutunya, kenapa?


Itu adalah konsekwensi Republik Islam Iran terhadap larangan Allah, tidak dibenarkan menye rang negara manapun kecuali negara tersebut duluan menyerang RII atau adanya penduduk negara tersebut yang teranianya, meminta bantuan pada penduduk Dunia sebagaimana rakyat Bahrain di bantai secara biadap. Sayangnya AS dan sekutunya tidak pernah percaya kepada RII sebagaimana kita saksikan, berulang kali RII memberitahukan penduduk Dunia bahwa mereka tidak akan merobah Tenaga Nuklir sipil kepada Tenaga Nuklir Militer. Hal ini berdasarkan pe tunjuk Pemilik Alam Semesta bahwa "bathil" hukumnya memproduksikan senjata yang memba hayakan penduduk sipil.


Dari itu tidak logis bagi AS dan sekutunya untuk tidak membela rakyat Bahrain yang tertindas dengan alasan mayoritas penduduknya Syiah Imamiah 12 akan mengun tungkan RII. Kenapa ta kut? Sebagai konsekwensinya Presiden Mahmoud Ahmadine jad menyatakan dalam forum PBB: "Energi nuklir untuk semua dan senjata nuklir tidak untuk siapa pun.". Pernyataan Ahmadine jad ini sungguh luarbiasa. Belum pernah da lam sejarah Dunia ada seorang pemimpin yang berka ta seperti itu, demi keselamatan ummat manusia dan kedamaian Dunia. Sayangnya kebanyakan negara Barat seperti tidak memahami pernyataan yang sangat manusiawi itu. Buktinya sampai sekarang AS dan sekutunya masih bias dalam berhadapan dengan logika RII.


Memang AS dan sekutunya telah menjawab jeritan rakyat Libya tetapi kita menyangsi kan keju juran AS dan sekutunya, benarkah hanya semata-mata untuk membela kaum tertindas oleh rezim Gaddafi atau ada udang di balik batu. Kita memang dilarang ber buruk sangka kecuali ada bukti-bukti yang memdukung kita sebagai prediksi, bukan buruk sangka. Prediksi kita berdasar kan pengalaman di Afganistan dan Irak yang ti dak kunjung aman sampai hari ini. Intervensi AS dan sekutunya ke Afganistan dengan alasan bahwa disana terdapat militansi al Qaeda yang menurut prediksi AS dan seku tunya bahwa yang menteror menara tertinggi di AS adalah eks tremis al Qaeda walau pun secara logika tidak dapat dipertanggung jawabkan benar tidaknya pihak al Qaeda yang membobolkan menara AS tersebut. Seharusnya walaupun terlambat AS dengan segenap fasilitas modern yang dimilikinya perlu meneliti kembali siapa teroris yang demi kian keji membuat ribuan masyarakat sipil AS korban teror mereka.


Adapun intervensi AS dan sekutunya ke Irak dengan a lasan Irak menyimpan senjata konven sional, ternyata nihil. Walau bagaimanapun Intervensi AS dan sekutunya ada sisi manfaatnya buat rakyat Irak. Hal ini disebabkan Saddam Husen terlalu zalim terhadap rakyat Irak, tidak jauh berbeda dengan raja Saudi Arab, raja Bahrain, Gad dafi, Husni Mubarak dan masih banyak lagi yang lainnya. Andaikata AS dan sekutunya langsung meninggalkan negara Irak, membiar kan mereka mengatur sendiri system negara, tidak ada alasan bagi penduduk Dunia untuk menyalahkan AS dan sekutu nya. Namun realitanya sampai tulisan ini kita angkat, AS masih saja tidak melepaskan Irak. Justeru itu kapan saja ada serangan bomb di Irak masyarakat Dunia mencurigai bah wa hal itu terjadi ada hubungannya dengan keberadaan AS dan sekutunya di Irak.


Prediksi masyarakat Dunia Irak mustahil aman selagi AS dan sekutunya tidak me ninggalkan Irak. Sekarang AS mengumumkan pada Dunia bahwa mereka tidak akan membuat Libya seper ti Irak dan Afganistan tetapi boleh jadi Nato akan mengambil alih AS yang tidak lain adalah sekutu AS juga. Kita masyarakat Dunia mengharapkan sangat agar AS dan sekutunya benar-be nar akan meninggalkjan Kawasan Timur Tengah setelah rakyat menang atas rezim-rezim des potik tersebut. Apabila AS dan sekutunya mampu berbuat demikian di kawasan tersebut, keper cayaan penduduk Dunia akan menuai nilai positif kepada AS dan sekutunya.


Selanjutnya mari kita sorot Demokrasi yang di usung AS dan sekutunya.
Penduduk Dunia tau bahwa sudah demikian lama rezim-rezim di Timur Tengah menzalimi rak yat mereka sendiri dan baru sekarang, tahun 2011 rakyat sadar untuk melawan kesewe nang-wenangan penguasa despotik tersebut. Hal ini dimulai oleh revolusi rakyat Tuni sia, lalu di ikuti oleh Mesir, Libya, Bahrain dan hampir seluruh Timur Tengah termasuk Afrika. Kendatipun Tu nisia, dan Mesir sudah mampu menumbangkan Ben Ali dan Mubarrak, namun rezim-rezim Ben Ali dan Mubarrak masih saja mempermainkan rakyat di negara tersebut. Dengan kata lain revo lusi belum berhasil seratus persen. Hal ini tidak lepas dari keterlibatan AS dan sekutunya sebagai support utama kepada rezim-rezim zalim yang diktator. Disini terbukti bahwa Demokrasin yang di usungkan AS dan sekutunya adalang selogan "Kosong" atau bertentangan dengan sepakterjang AS dan barat yang bukan saja berperan sebagai pendukung rezim-rezim zalim di Timur Tengah dan Afrika tetapi juga AS dan sekutunyalah yang menciptakan rezim-rezim zalim tersebut hingga dunia Islam tinggal hanya nama sementara esensinya tergusur habis. Ironisnya Agama hypocrite yang dianut rezim-rezim zalim tersebut diterima begitu saja tanpa analisa oleh penduduk negara-negara yang mayoritas beragama Islam 


Fenomena tersebut mengundang kita penduduk Dunia untuk menganalisa, apa se babnya. Pertama sepertinya tidak ada Ulama warasatul Ambya, pemimpin agama yang berkharismatk dika langan Negara-negara yang berpenduduk mayoritas beragama Islam  tersebut. Hal ini signifikan untuk dia nalisa sebab syarat keberhasilan dalam suatu revolusi Islam adanya Ulama warasatul Ambya sebagai poros tunggal dimana seluruh rakyat yang tepatnya disebut Ummah, "sami'na waata'na" kepada Ulama tersebut yang tepatnya disebut Imamah. Hal ini ritmenya diambil dari Ibadah Shalat dimana adanya Imam yang mantap, jujur dan amanah hingga makmum atau ummah benar-benar bergerak sebagaima na gerakan Imam tanpa kecuali. 


Kedua adanya ulama-ulama pendamping Imam sebagai gantinya manakala Imam syahid atau alasan lain hingga ummah tidak terombang ambing sebagaimana yang terjadi di Acheh - Suma tera, hanya DR Hasan Muhammad sebagai pemimpin tunggal. Akibatnya bermasalah besar keti ka beliau sakit, apalagi meninggal dunia, rakyat Acheh akan kembali menjadi permainan musuh. Untuk ini revolusi Iran adalah repre sentant untuk diambil sebagai modelnya revolusi yang sempurna walaupun tidak pernah diakui oleh musuh-musuh revolusi. Di RII yang termasyhur 9 orang Ulama warasatul Ambya dimana Imam Khomaini adalah Top Leadernya. Semua Ulama tersebut syahid kecuali Imam Khomaini.


Semoga Press TV dapat menayangkan kembali bagaimana Ummah dan Imamah bersatupadu dalam revolusi Islam Iran. Kita akan menyaksikan bagaimana pentas Karbala memperagakan darah dan airmata dihadapan despotik zalim yang banyak juga dikecam. Fenomena pentas Kar bala itulah yang merupakan benang merah yang dihubungkan dengan sejarah Imam Hussein dalam kesiapannya menghadapi despoitik zalim. Fenomena itulah yang kita saksikan bagaimana rakyat Iran yang berpakaian serba hitam berbaris seperti dalam shaf Shalat, menahan dadanya terhadap mesin senjata militer Syah Reza Palevi. Setelah darah berkubang di jalanan, regu ber baju serba putih mencelupkan tangan mereka kekubangan darah sambil mengacungkan tangan mereka yang berlumuran darah ke langit diiringi pekikan Allahu akbar yang memba hana.


Pekikan tersebut dengan kuasa Allah membuat militer gemetar tangannya hingga senjata mere ka berjatuhan. Sebahagian besar dari mereka kemudian memihak ke pada rakyat hingga penguasa despotik hengkang ke Mesir sebagaimana Ben Ali hengkang ke Saudi Arabia tetapi Husni Mu barrak masih dilindungi oleh militernya. Di Iran juga ada musuh yang tidak setuju dengan system Islam, wilayatul Fakih tetapi musuh-musuh itu dapat diminimalkan hingga sekarang tinggal hanya segelintir kaum munafiqin yang di manfaafkan oleh pihak yang belum memahami kebenaran ajaran Islam murni untuk memfitnah Republik Islam Iran.


Billahi fi sabilillhaq
hsndwsp 
di Ujung Dunia




http://achehkarbala.blogspot.com/2009/06/puisi-philosofis.html


 
 
 
 

 
nn

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar