Jumat, 08 April 2011

BANGSA TERTINDAS MANAPUN DISELURUH PENJURU DUNIA AKAN BERJAYA ANDAIKATA MEREKA SABAR MELAWAN MUSUHNYA


MASIH ADAKAH WAKTUNYA UNTUK INTROSPEKSI DIRI
BAGI REGIME SAUDI ARABIA DAN REGIME - REGIME LAINNYA
DI TIMUR TENGAH DAN AFRIKA UTARA?
hsndwsp
Acheh - Sumatra

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Dulu saya sangat antusias mengikuti transpormasi Revolusi Islam Iran yang digerak kan oleh Imam Khomaini, DR Ali Syariati, Murthadha Mutahhari dan 6 Ulama wara satul Ambya lainnya. Setelah rakyat Iran berhasil menggulingkan despotik regime Syah Reza Palevi dengan darah dan airmata keluarga, muncul lagi bahaya lainnya dimana regime Saddam Hussein melakukan intervensi ke RRI untuk menguasai sa tu propinsi Koramsyar yang memiliki banyak sumur emas hitam. Perkiraan Regime Saddam, RII tidak berdaya disebabkan sudah terkuras tenaganya dalam melawan despotik Syah. Realitanya perkiraan Saddam melenceng seratus delapan puluh derajat.


Rakyat RII dengan gagah berani bermodalkan harapan mati Syahid seperti rakyat Bahrain hari ini, akhirnya justeru pejuang Iran yang sudah berada ti kawasan Irak untuk menentukan tumbangnya regime Saddam untuk kemudiannya berdiri Repu blik Islam Irak. Ini adalah pertimbangan Khomaini setelah Iran dikhianati regime Saddam. Lalu apa yang terjadi? Justeru Regime Saudi Arabia yang paling takut daripada regime-regime despotik lainnya di kawasan Timur Tengah ketika itu, per sis ketakutan Regime as Saud hari ini atas bergolaknya rakyat Bahrain dan Yaman serta kawasan lainnya


Ketika itu Irak umpama "rumah yang sedang terbakar" dimana tetangga sekitarnya bergegas untuk membantunya, bukan disebabkan sayang kepada Irak tetapi takut api tersebut akan merambas ke "ru mah-rumah" mereka. Bayangkan! Kecuali Syria, seluruh negara kawasan Timur Tengah berpihak ke pada regime Saddam yang dike tuai Saudi Arabia, mempropokasikan dengan bendera "Pan Arabisme" vs "Pan Isla misme" Republik Islam Iran. Realitanya mereka tidak berdaya walau main keroyok beramai-ramai. Ayatullah Imam Khomaini sudah nekat untuk mendirikan Republik Islam Irak paska kejatuhan Saddam. Akan tetapi akhirnya Imam menerima tawaran Saddam dan desakan regime-regime tadi untuk menghentikan perang. Khomaini menerima perdamain disebabkan banyak negara lainnya yang mendukung regime Saddam termasuk AS dan Inggeris yang membangun pertahanan Irak dibawah tanah.


Justeru itu Arab saudi tidak usah main api dengan RII yang benar-benar sebagai negara Islam representant di zaman sekarang ini, dimana Politik mereka tidak ke Barat dan tidak juga ke Timur tetapi benar-be nar Independent. Marilah kita buka mata kita lebar-lebar bagaimana Allah swt, Tuhan pemilik Alam Semesta berpesan kepada hamba Nya bahwa musuh orang Islam bukan orang yang berlainan Agama dengan kita: "Lakum dinukum waliadin" artinya: "Untukmulah agamamu, dan untuk kulah agamaku" (QS. 109:6). Musuh orang yang benar Imannya adalah pihak mana saja yang menzalimi kaum dhuafa atau rakyat akar rumput sebagai mana sepak ter jang regim-.regim Timur Tengah dan Afrika Utara sekarang ini.

 
Kalau regime yang menzalimi kaum dhuafa mengumumkan diri ke seluruh Dunia bahwa mereka adalah komunitas Islam, bermakna mereka itu fenomena yang di nyatakan Allah di Surah al Baqarah ayat 8 dan 9 (hipocrite). Orang yang benar i mannya bersaudara dengan komunitas manusia yang tidak menzalimi pihak lain. Lihatlah bagaimana persaudaraan RII dengan negara-negara Amerika Latin seka rang ini. Lihatlah bagaimana hidup rukun damai komunitas Libanoin diantara orang Sunni, Syiah dan Kristian. Lihat juga bagaimana RII melindungi rakyatnya yang Sun ni, Kristian dan juga pemeluk agama apapun. RII sekarang ini sudah didukung oleh rakyat manapun walaupun penguasa mereka memusuhi RII. Kalau dulu saja RII sendirian tidak mampu diganggu, apalagi sekarang ini RII sudah disadari kebenaran mereka oleh hampir seluruh penduduk Dunia baik yang beragama Islam maupun non Islam.

 
Semoga Saudi Arabia sadar bahwa mereka berada di posisi yang keliru. Dari itu hentikanlah kezali man terhadap kaum dhuafa Bahrain dan kaum dhuafa di negara kalian sendiri. Pemilik kekayaan Saudi bukan regimenya tetapi seluruh penduduk Saudi Arabia demikian juga pemilik kekayaan Yang dikuasai oleh regime Bahrain, Mesir, Libya dan sebagainya. Ini adalah hak dari Allah swt, Pemilik Alam Semesta, bukan menurut "kacamata" Basyar. (pakai istilah DR Ali Syariati), Raushanfikr yang belum ada duanya di zaman kita seka ang ini.(hsndwsp, Acheh - Sumatra)




Politikus Iran: Negara Arab Takut Kebangkitan Islam
Hossein Sobhani-Nia, anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran menyatakan bahwa negara yang memusuhi Iran ketakutan atas merebaknya kebangkitan rakyat menen tang penguasa despotik.


Sobhani-Nia hari Kamis (7/4) menandaskan, negara di kawasan tidak segan-segan menghalalkan se gala cara untuk menumpas tuntutan rakyatnya dan hal ini disebabkan mereka ketakutan atas kebang kitan Islam.
Ia menekankan dukungan spiritual bangsa Iran terhadap rakyat pecinta kebebasan di dunia. Dijelaskan nya, pasca kemenangan revolusi Islam, bangsa Iran secara spiritual menilai mendukung seluruh bang sa dunia, yang menginginkan kebebasan sebagai tugas mulia dan kewajiban mereka. Menurutnya, hal inilah yang mendorong Iran mendukung perjuangan rakyat Bahrain.


Ia menambahkan, statemen anti-Iran para pejabat Arab tidak memiliki bobot dan mereka tidak layak untuk merilis pernyataan apapun setelah membantai rakyat Bahrain. Sementara itu, para menteri luar negeri Dewan Kerjasama Teluk Persia (PGCC) hari Ahad lalu di akhir sidangnya di Arab Saudi, me nyatakan kekhawatirannya atas intervensi Iran di kawasan. (I RIB/MF)






 
 
 
 
m

Tidak ada komentar:

Posting Komentar