Minggu, 20 Maret 2011

REZIM - REZIM DESPOTIK ITU BOLEH SAJA BERBUAT SESUKANYA TETAPI AZAB KUBUR DAN NERAKA PASTI MENANTINYA


KETIKA KITA DIKEJAR "SERIGALA BUAS DI RIMBA", LARILAH KE KUBURAN SEBAGAI TEMPAT YANG AMAN TETAPI MASIH ADAKAH TEMPAT LARI KETIKA AZAB ALLAH VIA MUNGKAR WANANGKIR DI DALAM KUBUR?
BETAPAPUN SAKITNYA DI DUNIA MASIH BELUM SEBERAPA
DIBANDINGKAN SIKSA QUBUR
DAN SIKSAAN API NERAKA
hsndwsp
Acheh - Sumatra




 Bismillaahirrahmaanirrahiim




Saya pikir sepertinya dimana-mana orang banyak yang berpenampilan intelek tetapi sesungguhnya tidak intelek. Intelek tidaknya seseorang bukanlah didasar kan pada penampilannya yang tergantung sangat pada kekuasaan dan kekayaan yang mereka miliki. Jenis ini, para koruptor pun berpenampilan sangat mentreng tetapi mereka tidak mampu menggunakan isi kepala nya sesuai dengan petunjuk Pemilik manusia itu sendiri. Ironisnya para koruptor dunia tidak merasa malu biarpun sebagian penduduk Dunia mengetahui kalau penguasa tersebut adalah koruptor. Mungkin kalau kita sebut mereka pencuri berdasi lebih jelas bagi penduduk Dunia tentang existensi mereka.

Goresan ini muncul ketika saya saksikan kebanyakan dialog via TV dan juga tulisan bahwa dalam persoalan Timur Tengah dan Afrika Utara mereka tidak berbicara dari sudut pandangan kemanusiaan. Mereka asik mempersoalkan tentang agama yang dianut rakyat. Mereka tidak sadar dengan penampilan yang ceroboh seperti itu sepertinya telah menggiring opini dunia kepada rasis. Para intelektual murni tidak akan menyorot persoalan agama dikawasan tetapi persoalan kemanusiaan yang sedang "dieksekusi" melalui persekongkolan manusa kutub ”Qabil” Dunia yang hypocrite .

Alhamdulillah saya ini penganut Syiah Imamiah 12 atau Islam pengikut Ahlulbayt Rasulullah saww. Keyakinan yang saya miliki kuat bahwa kita haq menolong golongan mnanapun tanpa memandang apa agama mereka. Kami bersaudara dengan orang Islam Sunni dan kami juga bersaudara dengan orang Kristian dan Yahudian tetapi kami juga anti kepada orang Islam yang menzalimi Ahmadiah minoriti seperti di Indonesia. Kami juga anti kepada orang Kristian dan Yahudi yang menzalimi pihak manapun seperti sebahagian besar orang Yahudi di Palestina. Jelasnya kami tidak pernah bermusuhan kepada pemeluk agama manapun kecuali mereka itu menzalimi kaum yang lemah atau kaum dhuafa.

Sebahagian penduduk Bumi ini sangat antusias memperkenalkan diri sebagai pihak yang anti teror tetapi ironisnya mereka sendiri masuk perangkap teroris. Lebih ironis lagi mereka menuduh pihak lain sebagai teroris untuk menjustifikasi agar dapat menzalimi pihak yang lemah disebabkan sekedar tidak sependapat dengan mereka.

Allah swt, Tuhan kami dan juga Tuhan kamu sekalian tidak meredhakan pihak manapun ketika berkuasa, menzalimi golongan yang lemah baik memiliki agama yang berbeda maupun seagama. Dalam hal ini Allah swt berkata;: "Lakum dinukum waliadin". Terjemahannya "Bagimu agamamu dan bagiku agamaku" (QS. 109:6). Ironisnya sekarang di Timur Tengah dan Afrika Utara mengangkat persoalan Sunni - Syiah untuk menjustifikasi kezaliman mereka terhadap rakyat Bahrain dan kawasan lainnya, logiskah itu?

Apakah anda intelektuan benaran atau gadongan? Maaf andaikata goresan saya ini sedikit mengusik anda sekalian demi pembelaan kami terhadap kaum dhuafa dimana anda telah menjustifikasi untuk mmbenarkan konspirasi jahat Dunia yang sedang bersandiwara yang tidak lucu sekarang. (alasytar, Acheh Sumatra di Ujung Dunia)

I think it seems everywhere people who look really intelligent but not intellectual. Intellect least someone is not based not on appearance depends greatly on the power and wealth they have. This species, also looking very corrupt mentreng but they are not able to use the contents of his head in accordance with owner instructions man himself. Ironically the corrupt world do not feel ashamed even though most people know that the ruler of the world is corrupt. Maybe if we call them thieves tie clearer to us about their existensi.

These scratches appear when I witnessed most of the dialogue via the TV and also writing that the issue of Middle East and North Africa they do not speak from the point of view of humanity. They were cool about their religious affiliations of the people. They are not aware with such sloppy appearance seemed to have led to the racist world opinion. The purely intellectual religion would not highlight the problems facing humanity that region but was "killed" by a conspiracy of the World hypocrite.

Thank God I was 12 or adherents of Shia Islam's followers Imamiah Ahlulbayt saww Messenger. I have strong confidence that we haq mnanapun help groups regardless of what their religion. We are brothers with Sunni Muslims and we are also brothers Kristian and Yahudian with people but we are also anti-Islamic to the person who menzalimi Ahmadiah minoriti like in Indonesia. We also anti to the Jewish people and the menzalimi Kristian any party as sebahagian majority of Jews in Palestine. Clearly we have not been hostile to the adherents of any religion unless they were menzalimi the weak or the poor.

Sebahagian Earth's population is enthusiastic to introduce ourselves as a party of anti-terror but ironically they themselves fall into the trap of terrorists. More ironically they accuse others of being terrorists to justify for the weaker party can menzalimi caused simply do not agree with them.

Allah, the Lord our God be with you all and also not meredhakan any party while in power, a weak group menzalimi well have a different religion or co-religionists. In this regard Allah says;: "Lakum dinukum waliadin". The translation "To you your religion and to me my religion" (Qur'an 109:6). Ironically, now in the Middle East and North Africa raised the issue of Sunni - Shia to justify their tyranny against the people of Bahrain and other areas, logiskah it?

Is your intellectual truth or gadongan? Sorry if I scratch it a little disturbing you all for the sake of our defense against the poor where you have to justify to the World mmbenarkan evil conspiracy that is being play-act that is not funny now. (Alasytar, Acheh Sumatra at the End of the World)


 

Amnesti Internasional Kecam Bahrain dan Arab Saudi
Lembaga Amnesti Internasional mengecam tindak kekerasan yang dilakukan tentara pemerintah dan Arab Saudi terhadap para demonstran di Bahrain.

Kantor berita IRNA melaporkan, Amnesti Internasional yang bermarkas di London dalam sebuah statemen menyinggung jatuhnya korban tewas dan cedera dalam demonstrasi rakyat di ibukota Bahrain, Manama, hari Selasa, seraya mendesak pemerintah Bahrain dan Arab Saudi untuk segera menghentikan aksi kekerasan terhadap para demonstran.

Saksi mata dalam laporannya ke Amnesti Internasional menyatakan bahwa pasukan anti huru-hura Bahrain yang didukung oleh pasukan berpakaian preman menyerang para peserta demonstrasi damai di Manama dengan peluru tempur, gas air mata, dan pentungan. Sejumlah orang tewas dan luka-luka dalam insiden tersebut. Tentara Bahrain dan Arab Saudi juga melakukan penganiayan terhadap para pengemudi ambulans yang berusaha menolong para korban.

Selain Arab Saudi yang mengirimkan seribu personil tentara, Uni Emirat Arab juga mengirim ratusan polisi untuk membantu pasukan keamanan Bahrain menumpas gerakan demonstrasi rakyat.

Raja bahrain kemarin mengumumkan kondisi darurat selama tuga bulan di negara itu dan memberikan wewenang khusus kepada polisi dan militer untuk menumpas demonstrasi rakyat.

Laporan dari Manama menyebutkan dalam aksi kekerasan yang terjadi hari Selasa di ibukota Bahrain, dua orang tewas dan sekitar 200 lainnya luka-luka. Sejumlah sumber menyebutkan tewasnya seorang tentara Arab Saudi. (IRIB/AHF)

 Inilah bukti kezaliman system Arab Saudi dan sekitarnya. Rakyat banyak di hampir semua system despotik itu tidak bersenjata kecuali suaranya meminta penguasa yang yang menzalimi rakyatnya agar "step down". tetapi penguasa menembak mereka dengan peluru tajam. Belum cukup kezaliman melalui militer dalam negeri, ditambah lagi dengan militer luar negeri, adakah pihak yang waras membenarkan tindakan kezaliman seperti itu?

Logiskah rakyat yang menuntut perbaikan system secara Demokrasi dibantai dengan tuduhan "al Qaida"? Apa juga mereka menggembar-gemburkan seantero dunia dengan selogah "Demokrasi"? Apakah mereka tidak memahami esensi daripada Demokrasi? Adakah penduduk Dunia yang membenarkan kezaliman dengan kedok demokrasi, membantai rakyat yang bertangan kosong bagaikan kerumunan serigala memangsa manusia? Wahai manusia yang berkuasa disekitar Arab, apakah kita hanya sekedar mencela saja kezaliman yang luar biasa itu? Bukankah siapa saja yang membiarkan kezaliman berlangsung di depan matanya, sama zalimnya dengan pelaku kezaliman itu sendiri.

"Kalau sudah terjepit semutpun akan menggigit". Selogan inilah yang akan berlaku bagi orang yang bertangan kosong saat dizalimi. Salahkah kalau nanti mereka memilih mati dengan pertimbangan musuh mereka lebih banyak lagi yang mati? Manusia difasilitasi Allah, Pemilik Alam sejagat dengan alat pikir tetapi kemanakah rezim zalim itu membawa anugerah Allah tersebut?

 Orang-orang yang meyakini adanya hukuman paska kiamat nanti dari Allah swt, pasti yakin bahwa saat kezaliman kenimpa, mereka akan memilih kuburan sebagai tempat yang aman, tetapi ketika pihak yang menzalimi mereka nanti dikejar ular berbisa di dalam kuburanya sebagai azab Allah, mau lari kemana mereka? Inilah yang seharusnya di analisa oleh para ahli Dunia, hingga tidak demikian mudah membiarkan kezaliman berlangsung di depan mata mereka. (hsndwsp, Acheh Sumatra di Ujung Dunia)
http://achehkarbala.blogspot.com/2009/09/pertumbahan-darah-antara-habil-dan.html

Amnesty International slams Bahrain and Saudi Arabia
Institute Amnesty International condemned the violence committed government troops and Saudi Arabia against the demonstrators in Bahrain.
IRNA news agency reported, Amnesty International is headquartered in London in an offensive statement casualties killed and injured in the demonstration of the people in the capital of Bahrain, Manama, on Tuesday, while urging the government of Bahrain and Saudi Arabia to immediately stop the violence against the demonstrators.

Eyewitnesses to the Amnesty International report states that the forces of anti hurly-rah Bahrain backed by plainclothes forces attacked the peaceful demonstration in Manama participants with combat bullet, tear gas and batons. A number of people killed and injured in the incident. Army Bahrain and Saudi Arabia are also doing persecution against the ambulance driver who tried to help the victims.

Besides Saudi Arabia, which sent a thousand military personnel, United Arab Emirates also sent hundreds of police to help the Bahraini security forces quell popular demonstrations movement.

King of Bahrain yesterday announced an emergency situation during tuga months in the country and gives special powers to police and military to quell popular demonstrations.

Reports from Manama mentioned in the violence that occurred on Tuesday in the capital of Bahrain, two people were killed and about 200 others wounded. Some sources say the death of a soldier in Saudi Arabia. (IRIB / AHF)

This is evidence of injustice system, Saudi Arabia and surrounding areas. Many people in almost all despotic systems were unarmed except for his voice to ask the ruler of the menzalimi people to "step down". but the authorities shot them with bullets. Not enough domestic tyranny through military, coupled with the military overseas, is there a sane party justify such ruthlessness?

Logiskah people are demanding improvements in the Democratic system massacred on charges of "al Qaeda"? What they also menggembar-gemburkan throughout the world with selogah "Democracy"? Do they not understand the essence rather than democracy? Is there a world population that justify tyranny under the guise of democracy, the people of the empty-handed like a crowd of wolves prey on humans? O people in power around the Arab, if we just simply denouncing injustice that remarkable? Is not anyone who let injustice take place in front of his eyes, the same with actors zalimnya tyranny itself.

"If it's wedged semutpun will bite." Selogan is what will apply to people who have hands empty when tyrannized. Wrong if they later choose to die with consideration of their enemies more are dead? Man facilitated Allah, Owner of Natural universal by means of thought but Where despotic regime that brings the grace of God?

People who believe in the existence of post-Resurrection punishment from God Almighty, be sure that when tyranny kenimpa, they will choose the cemetery as a place that is safe, but when the party which they later pursued menzalimi venomous snakes in the tomb as punishment God, want to run where them? This is what should be analyzed by experts in the world, until not so easy to let tyranny took place in front of their eyes. (Hsndwsp, Acheh Sumatra at the End of the World)
http://achehkarbala.blogspot.com/2009/09/pertumbahan-darah-antara-habil-dan.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar