Rabu, 16 Februari 2011

DIANTARA SEKIAN BANYAK KEMAJUAN REPUBLIK ISLAM IRAN

 









NANOTECHNOLOGY RII
TIDAK DIDAPATI FENOMENA SEPERTI INI KECUALI
DI REPUBLIK ISLAM IRAN DAN PASUKAN INENG BALEE
DI ACHEH - SUMATERA
Iran Produksi Sistem Anti Rudal Cruise
Iran Hadapi Kapal Induk AS dengan Perahu Cepat

Instalasi Air Berat Kota Arak Iran

Bismillaahirrahmaanirrahiim



KEMAJUAN IRAN (2) NANOTECHNOLOGY
(IRIB)


Kini, teknologi nano di negara-negara sedang berkembang menjadi sebuah peran strategis de ngan tujuan mencapai kesejahteraan dan kemajuan. Sebagaimana disinggung pada acara sebe lumnya, Iran mencapai kemajuan luar biasa di bidang teknologi nano.

Keberhasilan di bidang teknologi nano merupakan peluang besar bagi negara-negara sedang ber kembang seperti Iran untuk mengejar ketertinggalan di bidang pengembangan sains dan tekno logi dari negara-negara maju. Sekaligus meningkatkan daya saing produk-produk industrinya di pasar dunia.

Tingkat kemajuan Iran di bidang teknologi nano menunjukkan bahwa negara ini bukan hanya tidak ketinggalan di bidang teknologi nano, bahkan mampu bersaing dengan negara-negara maju. Berdasarkan program 20 tahun sains dan teknologi Iran, negara ini berupaya menjadi 15 negara dunia terunggul di bidang teknologi nano. Saat ini, Iran di bidang produksi teknologi nano berada di posisi yang cukup mapan. Betapa tidak, Iran menduduki posisi pertama di kawasan dan di antara negara-negara Islam. Selain itu, Iran meraih posisi keempat di dunia di bidang pengembangan teknologi nano. Bahkan diprediksi, Iran akan meraih posisi lebih strategis dan mapan di bidang perdagangan produk teknologi nano hingga tahun 2025.

Salah satu bidang studi teknologi nano adalah nano farmasi mengenai produksi obat-obatan dengan menggunakan teknologi nano. Kali ini kita akan membahas produksi Iran di bidang nano farmasi. Selama satu dekade terakhir, Iran secara resmi memulai aktivitas penelitian dan pengujian di bidang teknologi nano, dan saat ini para pakar Iran berhasil mencapai kemajuan besar di bidang produksi nano. Contohnya adalah produksi nano pipa karbon, produksi material magnetis dan nano bakterial.

Di bidang produksi obat, para pakar dari Universitas Shahid Behesti Tehran berhasil memproduksi obat Interferon Gamma-1 dengan menggunakan teknologi nano. Obat baru yang masuk ke pasar tahun lalu ini digunakan untuk mengobati penyakit kelainan genetik dan korban senjata kimia. Setelah AS dan Jerman, Iran adalah negara ketiga yang mampu memproduksi obat ini dan menjualnya ke pasar.

Pada Mei tahun lalu, sejumlah peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Shahid Behesti, untuk pertama kalinya di dunia berhasil menemukan dan menguji nano atom untuk memperbaiki anggota badan yang terluka seperti sumsum tulang belakang. Kesuksesan lainnya peneliti Iran di bidang teknologi nano medis adalah memproduksi hati buatan dengan menggunakan rekayasa serat nano. Dengan metode yang sama, Iran juga berhasil memproduksi dan menguji coba pembuluh darah buatan.

Tahun lalu, Iran berhasil menelorkan berbagai inovasi baru di bidang sains kedokteran. Para peneliti Iran berhasil membuat serat nano yang berguna dalam operasi syaraf dan memperbaiki sel-sel sensor badan. Metode ini memungkinkan produksi syaraf buatan dan sistem biologis kecil dan sensor kimia cerdas. Dengan kemajuan besar ini bisa dihasilkan berbagai produk dengan karakteristik khusus pula.

Tidak hanya itu, para pakar Iran bekerjasama dengan peneliti Universitas Minnesota Amerika Serikat berhasil membuat produk yang bisa mentransfer gen dengan menggunakan teknologi nano. Saat ini, salah satu tantangan utama industri farmasi di bidang terapi gen adalah menemukan produk yang efektif untuk mentransfer materi genetik ke sel, sehingga dengan menggunakan obat, materi genetik bisa ditransfer secara efektif dan tanpa membahayakan bagian dalam sel-sel.

Selain itu, para peneliti Iran juga melakukan berbagai penelitian mengenai industri farmasi dengan menggunakan teknologi nano untuk mengobati berbagai penyakit berbahaya seperti kanker. Para peneliti Iran, dengan bantuan nano atom merupakan contoh dari sistem nano yang terbukti mampu meminimalisir penyebaran tumor kanker dan mengobatinya. Program ini bertujuan memproduksi obat dengan khasiat menghentikan aktivitas sel-sel kanker dan meminimalisasi efek sampingnya.

Hasil keberhasilan lain yang dicapai peneliti Iran dilakukan para peneliti dari universitas Tekno logi Isfahan terhadap obat Amoxicillin menunjukkan bahwa penggunaan nano pipa karbon dan nano atom bisa meningkatkan kinerja sensor elektrokimia yang ada pada komposisi obat ini hing ga 100 persen.

Keberhasilan lainnya, empat obat baru buatan anak bangsa Iran meliputi factor 7 formulasi baru, factor 8 formulasi baru, obat anti kanker triptorelin dan obat anti asma salmeterol dipamerkan di akhir tahun 2010. Factor 7 formula baru hingga kini hanya diproduksi oleh satu negara di luar Iran. Adapun factor 8 formulasi baru hanya diproduksi oleh tiga negara dunia.

Saat ini Iran termasuk salah satu negara yang memproduksi obat bioteknologi dan menempati peringkat keempat di Asia dan negara pertama di kawasan Mediterania Timur dalam produksi obat-obatan tersebut. Keberhasilan para peneliti Iran di bidang teknologi nano merupakan bagian dari industri dan produksi industri yang mengalami kemajuan menakjubkan. Contohnya, produksi kaca cerdas dengan menggunakan teknologi nano. Produk ini diproduksi dengan bantuan para peneliti Universitas Teknologi Amir Kabir yang memiliki karakteristik khusus dengan berbagai aplikasi teknologi.

Salah satu potensi kaca cerdas (smart glass) memiliki karakteristik mengubah tingkat transparansi dan warnanya yang bisa dikontrol tingkat ketajaman warna. Dengan menggunakan teknologi nano bisa mencegah masuknya sinar ultraviolet yang menganggu dan merusak tubuh maupun barang lainnya. Kemajuan ini merupakan bagian dari keberhasilan Iran di bidang praktis yang kian membuktikan kemampuannya di bidang sains dan teknologi.

Berdasarkan informasi pusat Internasional Sciences Institute (ISI), posisi Iran di bidang produksi pengetahuan di dunia naik dari urutan ke-19 pada tahun 2000 hingga 2004, menjadi posisi naik diurutan ke-16 pada tahun 2005 hingga 2009. Pada tahun 2010 posisi itu terus meningkat dari sebelumnya.

Berdasarkan laporan ISI, perkembangan ilmu pengetahuan di Iran berkembang pesat. Berdasarkan laporan salah satu lembaga paling kredibel di bidang penilaian mengenai perkembangan ilmu pengetahuan ini, di akhir tahun 2009 Iran memecahkan rekor baru dalam produksi ilmu pengetahuan. Para peneliti Iran menembus produksi sebuah dokumen ilmiah dunia menjadi produsen terbesar di dunia. Menariknya, kemajuan ini terjadi di saat Iran berada dalam tekanan sanksi ekonomi dan politik Barat. Para ahli Iran yakin kepada Allah Swt dan begitu percaya kepada kemampuan diri bangsanya sendiri.(IRIB/PH)

 
 
 
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar