Selasa, 15 September 2009

FENOMENA YANG KITA SAKSIKAN SEKARANG INI ADALAH PROTOTYPE FENOMENA DIMASA LAMPAU


Jajarkan ke Tengah

Bismillaahirrahmaanirrahiim




KEBANYAKAN MANUSIA LARUT DALAM MASALAH FURUQ 
SEMENTARA MASALAH YANG FUNDAMENT/USULUDDIN 
TERABAIKAN. 
DISINILAH AKAR PERSOALAN KELIRUNYA MEREKA
hsndwsp
Acheh - Sumatra


KITA DITUNTUT ALLAH AGAR ARIF MEMBACA FENOMENA-FENOMENA 
DI JAMAN KITA MASING-MAASING
 HINGGA MAMPU MENGAMBIL I’’TIBAAR YANG TEPAT
 MANA FENOMENA YANG MERUPAKAN
BAHTERA NABI NUH
 TEMPAT KITA BERTEDUH

Dalam system negara Indonesia, koruptor meraja lela dan bahkan sudah mendarah daging. Hukuman kepada para koruptor masuk bui alias jerejak besi andaikata terbukti. Realitanya para koruptor itu lebih licik dibandingkan para hakim. Justru itu para koruptor kelas kakap tidak akan terkena jaringan hukum kecuali koruptor kelas teri. Hukum "positif" Hindunesiapun warisan dari penjajahan Belanda dan termasuk hukum laba-laba juga, dimana yang terjaring adalah golongan capung, kupu-kupu, belalang dan sebagainya (baca rakyat biasa). Begitu hukum laba-laba itu berhadapan dengan tikus, elang, anjing, babi, serigala lembu dan kerbau, hukumpun dikoyaknya dan bahkan di injak-injak. (baca golongan penguasa, pejabat, tentara dan polisi, pegawai tinggi dan semacamnya)

Lalu datanglah orang yang berpenampilan pakaian Rasulullah dan berjenggot tapi lugu macam "Abu Hurairah dan Abu Musa al Asy'ari" hendak menerapkan keadilan dalam system yang dikuasai penguasa dhalim (baca Muawiyah atau "Yazid-yazid" modern). Apa yang terjadi? Bukan saja hukum itu tidak dapat diterapkan keadilannya, malah mereka sendiri masuk perangkap "Yazid" tanpa mereka sadari. Bagaimana mungkin kita disatu sisi mentaati Penguasa dhalim yang mempermainkan hukum Allah sementara pada saat yang sama diperintahkan Allah untuk mentaatinya? Allah berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah, Rasul Nya dan ulul amri mingkum (wali diantara kamu). Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah (ia)kepada Allah (Al Qur-an) dan RasulNya (Sunnah nya),jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS An-Nisaa',4: 59)

Apakah terlalu dhaif buat kita yang hidup di jaman modern ini hingga gak mampu mengambil i'tibar dimana system Indonesia itu sama dengan system Muawiyah dan Yazid? Kalau kita berasumsi bahwa Yudhoyono itu pemimpin Islam yang diperintahkan Allah untuk kita taati disebabkan dia itu masih shalat, Muawiyah dan Yazid anaknya, kan masih shalat juga? Kalau orang lugu macam Abu Hurairah dan Abu Musa al Asy'arie, orang "alim" yang dimanfaatkan Muawiyah hingga begitu taatnya kepadanya, bukankah MUI dan juga orang-orang alimpalsu lainnya mentaati penguasa dhalim mereka? Apa Dhalimya Youdhoyono?

Ketika koruptor nomor wahid di Dunia, dimana kekayaan hasil korupsi dan manipulasinya diperwariskan kepada anak-anaknya sekarang, Youdhoyono bertanggung jawab untuk tegaknya hukum atas Suharto tsb. Realitanya Yudhoyono percaya saja pada hakim-hakim "laba-laba" itu. Inilah yang membuat Umar Said menulis bahwa negara dalam kekuasaan Yudhoyono adalah Orde Baru Jilid 2.

Yang paling penting dipahami adalah, bahwa sejak Soekarno menyulap Piagam Jakarta menjadi Pancasila sampai diteruskan penguasa-penguasa lainnya sampai hari ini di Indonesia takpernah menggunakan hukum yang diturunkan Allah dimana perintahNya cukup jelas sebagaimana tertera dalam Surah al Maidah ayat 44, 45 dan 47.

Allah berfirman: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat berisi petunjuk dan cahaya yang menerangi. dengan Kitab itu ditetapkan perkara terhadap orang-orang Yahudi oleh Nabi-nabi yang telah sama-sama berserah diri kepada Tuhan dan oleh Ulama-ulama serta Pendeta-pendeta mereka dengan mana mereka telah diminta untuk memelihara Kitab Allah di samping mereka bertindak pula sebagai saksi terhadapnya. Oleh karena itu janganlah kamu takut kepada manusia tetapi takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar keterangan-keterang an-Ku dengan nilai yang rendah. Barangsiapa yang memutuskan perkara bukan menurut apa yang diturunkan Allah, mereka itu adalah orang-orang kafir. (QS, 5 : 44)

Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalam Taurat bahwa jiwa dibalas jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi bahkan luka pun ada hukum balas yang setimpal. Namun barangsiapa yang rela melepaskan hak balasnya, maka perbuatan itu menjadi penebus dosa baginya. Barangsipa tidak memutuskan perkara menurut yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (QS, 5 : 45)

Dan hendaklah kaum pengikut Injil mengadili perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak mengadili perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik. (QS, 5 : 47)

Ayat muhkamat diatas sebagai indikasi bahwa kita dituntut Allah untuk mendirikan system Allah atau Negara Islam. Kalau system tidak Islam macam Indonesia, bagaimana mungkin hukum Allah di gunakan didalamnya? Justru itu bagaimana mungkin PKS hendak menerapkan Syariah Islam di Acheh yang nota benenya masih bahagian dari system Taghut Indonesia yang dhalim hipokrit dan korrupt itu. Bukankah PKS itu sama lugunya macam Abu Hurairah dan Abu Musa al Asyari?

Jadi apa juga yang harus dilakukan PKS kalau mereka konsekwen dengan ajaran Islam? Beradaya upayalah sedapat mungkin agar system di Acheh - Sumatra terbebas dari system Taghut Indonesia. Itu adalah platformnya, tempat hukum Allah atau Syariat Islam murni diterapkan dengan benar. Itulah yang haq mereka (baca PKS dan orang Acheh yang sama lugunya macam mereka) , Barulah mereka itu "okey" dan tidak lugu lagi.

Bagaimana mungkin kambing mau ditempatkan dalam kandang anjing? Bagaimana mungkin kerbau mau ditempatkan dalam kandang harimau? Tidakkah anda mampu berpikir wahai PKS? Jadi tuduhan kalian kepada orang yang tidak setuju syariat Islam diterapkan di Acheh adalah kafir, justru menimpa diri kalian sendiri ( . . . . . . .Afala ta'qilun? . . . . . . Afala yatazakkarun, ya PKS?)

Selanjutnya ada lagi orang lugu yang menganjurkan agar mengambil contoh ke Saudi Arabia. Orang yang lugu seperti ini memang wajar disebabkan sudah menjadi keyakinan orang awam bahwa apapun yang berbau arab adalah Islam. Mereka lupa bahwa yang namanya Arab bukan Saja negerinya Rasulullah tapi juga negerinya Abu Lahab. Sebelum Rasulullah di utus Allhah ke Dunia, kawasan yang terdhalim adalah Arab dimana dedongkot Abu Lahab, Abu Jahal dan Abu Sofyan bin Harb berkuasa. Merekalah penguasa terdhalim dikala itu. Justru itulah Allah menurunkan utusanNya di sana dimana hablum minallah dan hablum minannas hancur luluh.

Sayangnya setelah Rasulullhah berpulang ke hadhirat Allah, mayoritas pengikutnya berpatah balik seperti berpatah baliknya ummat nabi Musa dan Harun dulu hingga Samiri mengambil alih kepemimpinannya atas mayoritas ummat nabi Musa dan Harun. Di jaman nabi Muhammad juga terkenal "samiri-samiri" type yang sama, yang membuat mayoritas ummat Muhammad terpengaruh dengan sepakterjang samiri-samiri tersebut hingga membenci ahlulbayt Rasulullah sendiri, sebaliknya bergabung dalam system yang membunuh, meracuni dan membantai keluarga Rasulullah sendiri. Ironisnya mereka masih menamakan diri atas nama Pengikut Sunnah Rasulullah saww.

Penguasa Saudi Arabia itu adalah keturunan Muawiyah atau keturunan Yazid anaknya. Agama mereka adalah agama Wahabi. Kami pengikut Ahlulbayt Rasulullah menamakan Yaziddin kepada Wahabi. Jadi wajarlah kalau mereka sangat anti kepada kami pengikut Ahlulbayt Rasulullah. Sebab mereka adalah pengikut keturunan Abu Sofyan bin Harb, Muawiyah bin Abi Sofyan dan Yazid bin Muawiyah (baca bani Umaiyah)

Andaipun kita tidak memiliki keterangan tentang sesatnya mereka, bagi kita yang hidup di jaman Internet ini pun mapu menganalisa, kenapa Saudi Arabia itu tidak setuju ketika dalam sidang khusus untuk menggunakan Minyak Bumi sebagai senjata untuk membungkam Kaum Zionis Israel. Kenapa ketika negara - negara lainnya mengusulkan agar Senjata Migas digunakan untuk melawan kesewenang wenangan Barat, justru Saudi Arabia duluan yang menentangnya?

Selanjutnya bacalah bukti-bukti berikut ini:

Bukti 1. Di Saudi Arabia kalau seseorang mencuri ayam akan dipotong tangannya tapi kalau pejabat menggaet Petro Dollar, diberikan tanda jasa.

Bukti 2. Daging korban Haji tidak diberikan kepada fakir miskin tapi dikalengkan oleh pedagang untuk diperdagangkan. Andaikata negara itru Islam sudah barang pasti daging itu akan didistribusikan kepada orang - orang miskin di Sudan dan negara -negara Afrika lainnya, sehingga kita takkan menyaksikan di telivisi anak-anak orang Islam yang badannya tinggal tulang yang terbungkus kulit serta dikerumuni lalat hijau lagi.

Bukti 3. Andaikata Saudi Arabia Itu Islam justru bangsa Acheh yang dijajah Indonesia akan ditawarkan untuk hijrah kesana agar terlindungi dari kedhaliman Indonesia. Namun realitanya justru pihak Saudi Arabia membantu Indonesia serta membangun pesantren-pesantren ala Wahabi Saudi Arabia bahkan sampai ke Acheh dibangun pesantren ala wahabi yang sangat benci kepada keluarga Rasulullah.

Bukti 4 TKI yang dikirim Indonesia ke Saudi Arabia menjadi bulan-bulanan majikan untuk berzina, hingga orang-orang yang sadar di Indoine sia membuat pernjataan bahwa pejabat Indonesia memperdagangkan perempuannya.

Bukti 5. Ketika Irak diserang Amerika Serikat, justru Saudi Arabia Memi hak AS serta memberikan fasilitasnya untuk menjerang Irak baik ketika Irak berperang dengan Quwait atau ketika dituduh sebagai pemilik senjata pembunuh massal beberapa tahun yang lalu.

Bukti 6. Ketika Hizbullah bertempur melawan Israel, justru Pihak Saudi Arabia membuat hubungan dengan Israel secara sembunyi-sembunyi. Masyarakat dunia mengetahui bahwa justru AS yang menjadi penyokong nomor wahid terhadap Israel, tapi Saudi Arabia tetap bersedia menjadi anak Mas AS.

Bukti 7. Di Saudi Arabia, kuburan yang mulia bunda Rasulullah Sity Aminah dijadikan pompa Bensin sementara rumah Ummul Mukminin Sity Khadijah dimana Sity Fatimah Az Zahara di lahirkan dan dibesarkan dihancurkan untuk dijadikan Toilet, Saya kira cukup sekian dulu, semoga ada manfaatnya bagi orang-orang yang mau berfikir.

Kenapa kita tidak mampu menganalisa fenomena ini? Kenapa kita Tengge lam dalam kefanatikbutaan kita? Kenapa kita lugu macam Abu Hurairah dan Abu Musa al Asy'arie? Maafkan saya, memang pahit bagaikan pil knine atau mahoni tapi itulah yang dapat menyembuhkan "penyakit Mala rianya" seseorang. Saya berpedoman pada Hadist Rasulullah: "Qulil haq walau kana murra" (katakan yang benar walau pahit)


Billahi fi sabililhaq
hsndwsp
di Ujung Dunia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar