Kamis, 02 Juli 2009

DR MAHMOUD AHMADINEJAD ADALAH REPRESENTANT PEMIMPIN KAUM DHUAFA ABAD MODERN INI

Bismillaahirrahmaanirrahiim



Demikian sabda Rasulullah sambil meletakkah tangannya atas kepala Salman al Faraisi, ketika menjawab pertanyaan sahabatnya, siapa yang dimaksudkan kaum yang lain itu
(waakharina minhum . . .) Surah Jum'at ayat 3.
hsndwsp
Acheh - Sumatra

Pemerintah Indonesia, tepatnya kita panggil penguasa. Jadi fokusnya untuk berkuasa secara mayoritas. Siapa yang mereka kuasai? Rakyat jelata. Ekonominya buat penguasa, rakyat jelata dijauhkan dari pembendaharaan Dunia. Sepintas group penguasa itu terkesan pintar tapi sebetulnya bodoh dan bahkan dungu, he he he. Analisanya begini. Mereka dibawah persekongkolan "firaun, Hamman, Karun dan Bal-am" bergegas memperkaya diri. Makanya setiap 5 tahun sekali mereka membuat sandiwara pemilu agar terkesan mereka itu pilihan rakyat.

Setelah 1 priode saja mereka sudah kaya tapi masih saja melotot matanya untuk mengumpulkan rupiahnya dipriode-priode lainya. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Rasulullah bahwa "basyar basyar" andaikata dapat satu lembah emas, masih saja menghendaki lembah lainnya.

Nah. . . setelah mereka kaya mereka juga tidak aman hidupnya. Terjadinya penculikan anak mereka oleh pihak yang merasa dirugikan ataupun memang tumbuh subur golongan jahat atau gengster yang pada mulanya berasal dari kaum yang takpunya dan juga tidak tahan ujian kemiskinan. Kalau mereka kita kutuk, sebetulnya penguasa itu justru lebih terkutuk dari mereka. Penguasalah yang membuat kondisi mereka menjadi jahat. Justru itulah kita dilarang Allah untuk mentaati penguasa dhalim. Apabila kita tunduk patuh kepada penguasa dhalim, pastinya kita tidak tundukpatuh kepada Allah, kendatipun orang seperti itu marah besar ketika kita katakan mereka tidak termasuk dalam golongan Ummat Islam yang sebenarnya tapi munafiq sesuai firman Allah:" Dan diantara manusia ada yang mengatakan kami beriman kepada Allah dan hari Akhirat, (padahal) mereka tidak termasuk orang yang beriman . . . . . . ." (QS. 2 : 8 & 9)

Pemimpin Islam sejati tidak mencari kesenangan atas penderitaan orang lain. Ekonomi rakyatlah yang diutamakan duluan. Apabila rakyat sudah tercapai finansialnya, baru pemimpin tersebut merasa puas atas kepemimpinannya. Kepuasan yang demikianlah sebagai kesenangan sejati (baca kesenangan spirituil, bukan kesenangan materiil)

Kalau kita berbicara seperti ini lazimnya pihak yang kontra mempertanyakan mana contohnya. Contoh yang pertama pastinya Rasulullah sendiri yang sandalnya putus tali, diperbaiki oleh Imam Ali. Setelah itu Imam Ali sendiri yang banyak sekali dalam aplikasi kehidupannya mengutamakan rakyat jelata. Diantaranya ketika beliau membuka baitulmal yang dulunya tersimpan banyak dirham dan emas sementara penduduknya menderita kelaparan kecuali golongan penguasanya, di bagikan Imam secara adil baik yang mula masuk Islam ataupun yang sudah senior. Pembantu Imam menjembunjikan sebuah piala emas untuk Imam. Pembantunya mengatakan bahwa dia melihat Imam tidak mengambil sedikitpun dari Baitulmal itu. Imam berkata: "Celaka kamu! Apakah kamu hendak memasukkan api neraka kerumahku?" Lalu imam memukul piala tersebut dengan pedang Zulfikarnya hingga hancur untuk dibagikan secara merata.

"Itu kan dulu" kata sebagian orang. Sekarangpun, alhamdulillah masih ada contoh pemimpinnya. Mahmoud Ahmadinejad, Presidenya Republik Islam Iran, dulu adalah seorang dosen bergelar Ph D Transportasi kota, tinggal di gang buntu (sampai sekarang masih tetap tinggal disitu, meski statusnya adalah seorang presiden!). Kemewahan terbesarnya Ahmadinejad hanyalah mobil Peogeot 504 buatan tahun 1977 dan sebuah rumah kecil warisan ayahnya 40 tahu lalu yang terletak di salah satu daerah miskin di Teheran (seorang presiden! rumahnya terletak di daerah miskin!) Bahkan, kendatipun sudah diangkat menjadi presiden, beliau masih sering menggunakan pakaian biasa dan sepatu bolong. Sebelum menjabat sebagai Presiden, beliau adalah seorang gubernur. Jangan berfikir kalau ‘rumah dinas’-nya sbg gubernur akan ditempati. Tidak. Beliau tetap mencintai rumah di gang buntunya, rumahnya yang jelek (dinding luarnya masih bata, belum ditembok) di kawasan Teheran Timur, dan ‘rumah dinas’-nya akhirnya dijadikan museum!. meski menjabat sebagai Gubernur, Beliau tidak segan membersihkan got jika selokan mampet, bahkan kerap menyapu jalan sebagai bukti solidaritas sosialnya.

Ketika pencalonan presiden pun, ia tidak bermodalkan apa-apa dibandingkan lawan politiknya yang menghabiskan miliaran untuk dana kampanye. Akan tetapi, kesederhanaannyalah yang membuat ia dipilih 61% rakyat Iran sebagai presiden. Selanjutnya, setelah jadi Presiden………….apakah beliau berubah? Sok berkuasa? Sombong? Angkuh sebagaimana umumnya penguasa di Hindunesia dan Acheh?

Inilah yang beliau lakukan setelah menjadi Presiden: - press release pertama Ahmadinejad setelah menjadi Presiden: Semua pihak dihimbau untuk tidak memasang iklan ucapan selamat di koran-koran dan semua kantor dilarang memasang foto presiden! - membagi-bagikan saham gratis kepada rakyat Iran - melipatdakan Pinjaman modal bagi pasangan baru menikah - mendirikan program pengayaan uranium - menyumbangkan karpet Istana Presiden (berkualitas tinggi tentunya) ke sebuah masjid di Teheran. Ia lalu mengganti karpet istana dengan karpet murah. - menutup ruangan kedatangan tamu VIP karena dinilai terlalu besar. Ia lalu meminta sekretariat istana mengganti dengan ruangan sederhana dan mengisi dengan kursi kayu! - setiap menteri yang diangkat selalu menandatangani perjanjian dengan banyak ketentuan, terutama yang ditekankan adalah agar setiap menteri tetap hidup sederhana . Seluruh rekening pribadi dan keluarganya akan diawasi dan kelak jika masa tugasa berakhir sang menteri harus menyerahkan jabatannya dengan kewibawaan, adalah agar dirinya dan keluarganya tidak memanfaatkan keuntungan sepeser pun dari jabatannya. - tidak mengambil gajinya sebagai presiden (yang merupakan haknya). Alasannya seluruh kekayaan adalah milik Negara dan ia hanya bertugas menjaganya. - menghentikan semua makanan istimewa yang biasa disediakan untuk presiden. Sebuah tas selalu dibawa setiap hari. Isinya adalah bekal sarapan, beberapa potong roti sandwinch dengan minyak zaitun dan keju . Ahmadinejad menyantap dengan nikmat makanan buatan isterinya tersebut. - mengalihkan pesawat kepresidenan menjadi pesawat angkutan barang (cargo) dengan alasan untuk menghemat pengeluaran Negara. Presien juga memilih terbang dengan pesawat biasa di kelas ekonomi. - Semua menteri bisa masuk ke ruangannya tanpa harus izin.Ia juga menghapus semua acara seremonial seperti red carpet, foto-foto dan iklan pribadi ketika jika mengunjungi Negara lain. - Jikalau harus menginap di hotel ia selalu memastikan untuk tidak tidur dengan ruangan dan tempat tidur mewah. Alasannya ia tidak tidur di tempat tidur tetapi tidur di lantai beralaskan matras sederhana dan sepotong selimut. Inilah Ahmadinejad salah satu Presiden Negara terpenting di dunia secara strategi, ekonomi, politik dan tentunya minyak dan pertahanannya. Bahkan, saat menjabat menjadi Presiden pun, beliau juga sempat bergabung dengan petugas kebersihan kota untuk membersihkan jalan di sekitar rumah dan istana Presiden.

Salah satu kata-katanya saat menjadi pembicara di Columbia University AS berkaitan dengan program nuklirnya adalah: “Kami ingin mempunyai hak untuk menentukan nasib kami sendiri di masa depan. Kami ingin independen. Jangan mengintervensi kami. Jika kalian tidak memberikan kepada kami suku cadang pesawat terbang sipil, mengapa kami harus berharap bahwa kalian akan memberikan kepada kami bahan bakar untuk pengembangan nuklir demi tujuan-tujuan damai?”. Dilain kesempatan, beliau juga pernah mengatakan : “Program nuklir kami ditentang oleh negara yang setiap bulannya membangun 10 reaktor nuklir. Kalau memang energi nuklir berbahaya, mengapa mereka masih memilikinya? Dan kalau memang energi nuklir membawa begitu banyak kebaikan, mengapa kami tidak boleh memilikinya?”

Dan yang paling berkesan menurut adalah kata-katanya ketika Televisi Fox Amerika bertanya kepadanya: ”Saat anda bercermin di pagi hari, apa yang anda katakan pada diri anda?” Ahmadinejad menjawab: ”Saya melihat seseorang di cermin dan berkata padanya , ”Ingatlah, anda tidak lebih dari seorang pelayan kecil. Di depanmu hari ini ada tanggungjawab besar dan itu adalah melayani bangsa Iran”. Ini masukan buat Pejuang yang berada di Legislatif Acheh sekarang dan tanggung jawabnya untuk pembebasan Acheh - Sumatra dan haq tundukpatuh kepada Allah bukan kepada penguasa yang sudah sesat sejak lahir kedunia. Kalau Anda tidak mampu mencontohi Ahmadinejad, berhenti saja dari wakil Rakyat sebelum fungsi DPRA dipelintirkan orang sebagai Penipu Rakyat Acheh. Maaf demi kesejahteraan bangsa Acheh - Sumatra pada Khususnya, diperlukan masukan seperti ini.


Temui Ahmadinejad disini dan bandingkan dengan penguasa Timur Tengah lain nya yang sedang dilengserkan oleh kaum mustadh'afin:
http://www.youtube.com/watch?v=8tnK51kRLZo&feature=related

Billahi fi sabilil haq
hsndwsp
Di Ujung Dunia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar