Kamis, 16 Juli 2009

AL QUR-AN UNTUK ORANG HIDUP BUKAN UNTUK ORANG MATI

Bismillaahirrahmaanirrahiim

APABILA MATI SALAH SEORANG ANAK ADAM PUTUSLAH SEGALANYA

KECUALI AMAL YANG SALEH, SEDEKAH JARIAH DAN
DO'A ANAK YANG SHALEH
hsndwsp
Acheh - Sumatera

MENYOROTI ORANG - ORANG YANG MENANGISI
ORANG MATI DAN
DO'A



Nampaknya agak banyak email yang mengucapkan selamat jalan kepada saudara Rufriadi. Saya sendiri tidak mengenalnya apakah dia itu orang berideology Islam atau Pancasila, semoga beliau termasuk orang yang berideology Islam. Disebabkan saya tidak mengenal persis bagaimana sepakterjangnya maka saya tidak punya komentar apapun menyangkut kematiannya.

Dalam kesempatan ini perlu kita ambil i'tibar bahwa semua manusia pasti akan menemui kematian, tinggallagi waktu dan tempat yang tepat tidak dapat dijangkau manusia biasa. Pepatah Acheh mengatakan ."Bek tasangka u hanja rhet watee riek, u groh le tjit njeng rhet". Terjemahan melayunya:" Jangan disangka kelapa hanya jatuh ketika tua, kelapa mudapun banyak yang jatuh". Artinya mati itu bukan saja menimpa orang yang sudah tua usianya tapi orang mudapun banyak juga yang mati. Apakah mati berdarah dalam perjuangan , mati di bunuh orang, mati disebabkan penyakit tertentu atau mati dengan tiba-tiba sebagaimana Rufriadi itu. Justru itu ingatlah wahai saudaraku bangsa Acheh bahwa andaikata kita mati dalam keadaan berjuang karena Allah pasti kita diampuni dari segala dosa dimasa lampau kendati pun tidak seorangpun berdoa kepada kita agar Allah mengampuni dosa kita serta ditempatkan Allah dalam Sorga. Namun andaikata kita mati dalam sepakterjang yang berlawanan dengan pejuang kebenaran atau dulu pernah berjuang tetapi tidak ber hasil mempertahankan esensi tersebut hingga kita berbalik menjadi basyar kembali, kita pasti akan dimasukkan Allah dalam Neraka, (na'uzubillahi minzalik) kendati pun sepenuh dunia ini, orang berdoa kepada kita agar diampuni dosanya. Apabila kita termasuk katagori yang terakhir ini berarti kita tidak termasuk pejuang asli teta pi kita dulu berjuang untuk kita sendiri bukan untuk membela kaum dhu'afa sebagai mana tujuang para Rasul diutus Allah ke planet Bumi ini.

Mungkin timbul pertanyaan, apakah kalau begitu tidak ada gunanya berdoa? Pasti nya doa itu sangat berguna sebagaimana firman Allah: "Waiza saalaka 'ibadi 'anni, fa inni qarib. Ujibud dakwatadda'i iza da'ani, fal yastajibuli, wal yukminubi, la'allahum yarsyudun". Terjemahan bebas:" Apabila ditanya engkau (wahai Muhammad) akan daku.oleh hambaku, (katakanlah) sesungguhnya aku dekat. Aku akan memperke nalkan setiap doa hambaKu apabila (hambaku) berdo'a. (Tetapi) hendaklah mereka itu memenuhi seruanKu dan (benar-benar) beriman kepadaKu. Mudah-mudahan mereka mendapat kemenangan. Nah! Yang perlu kita pertanyakan disini apakah ki ta termasuk orang yang memenuhi seruan Allah dan benar benar beriman kepada Nya atau hanya beriman dimulut saja. Artinya dimulut kita berjuta kali terdengar: "Lailaha illa Allah", namun dalam pepakterjang sehari-hari kita menuhankan atasan. Artinya lagi kita tidak tunduk patuh kepada Allah, Rasulnya dan para Imam yang diutus melainkan tunduk patuh kepada penguasa zalim.

Perlu kita ketahui bahwa ketika Rasulullah meninggal dunia tidak ada orang yang berdoa dirumahnya, kecuali orang menangis, yaitu anaknya sendiri Fatimah Az Zah ara sampai bengkak matanya. Lucunya di Acheh terkenal sebuah lagu: " Nabina neu wasiet nibak geutanjoe Han geubi moe-moe bak ureueng mate Meunje nathat weueh inseueh that sajang neutjok Quru-an kaalam neubatjale". Lagu ini berasal da ri sebuah hadist palsu (hikajat musang)

Peristiwa sebenarnya: Suatu hari Rasulullah melewati kuburan orang Yahudi dima na isterinya sedang menangis diatas kuburan suaminya. Rasulullah mengatakan ke pada kaum Muslimin yang juga turut menyaksikannya bahwa orang tersebut mena ngis sedangkan suaminya dalam kubur diazab Allah. sebahagian kaum Muslimin keliru memahami maksud Rasulullah. Suatu hari Ibnu Umar (Abdullah bin Umar) berkata dalam ceramahnya bahwa kita tidak boleh menangisi orang mati disebabkan akan disiksa Allah sebagaimana kata Rasulullah. Aisyah menegur Ibnu Umar: "Bu kan demikian hai Ibnu Umar. Tidak ada sebab 'akibat antara isteri yang menangis diatas kuburan dengan suami yang disiksa dalam kubur. Disiksanya orang itu dalam kubur bukan disebabkan menangisnya isteri tetapi disebabkan suaminya itu orang Yahudi".

Penjelasan Aisyah sesuai realitanya bahwa justru anak kesayangan Rasulullah sendi ri (baca Fatimah az Zahara) yang menangisi kematiannya. Ironisnya justru pendapat Ibnu Umar yang keliru yang diyakini di Acheh dan juga di berbagai negara yang pen duduknya mayoritas Islam. Akibatnya Al Qur-an sebagai hudallinnas (Petunjuk bagi manusia yang masih hidup) sudah di fungsikan hanya sebagai bacaan buat orang ma ti. Sementara anak yatim yang ditinggalkan orang tuanya terpaksa melayani pembaca Qur-an itu dengan kenduri, kendatipun masa depan mereka membutuhkan dana na mun tidak mencukupi. Aneh sekali kalau kita katakan mengikuti Imam Syafi'i, sementara beliau berpendapat bahwa andaikata dalam keluarga simati terdapat anak yang belum baligh, kenduri dalam kematian orangtuanya atu adalah bid'ah mungka rah, tetapi andaikata semua anak sudah dewasa atau tidak termasuk anak yatim, barulah kita tidak termasuk makan harta anak yatim yang samadengan makan api neraka (na'uzubillahi min zalik)

Ada satu lagi yang aneh bin ajaib: Ketika Neil Amstrong naik ke Bulan dengan pe sawat Apolo ihda 'asyara, tersiar kabar buruh dengan derasnya bahwa beliau masuk Islam setelah mendengar suara Nabi Muhammad diantara bermacam suara lainnya. Menurut kabar burung itu, semua suara dapat didengar kembali di angkasa lepas. Se bagai follow up nya dari kabar itu, MH Ainun Najib jebolan pesantren di Jawa sempat menggubah sebuah lagu berkenaan Neilm Amstrong masuk Islam, malah ka set tersebut masih beredar dipasaran sampai hari ini, saya kira. Kepalsuan ini terung kap ketika Neil Amstrong singgah di Singapore, beliau menyatakan bahwa tidak per nah masuk Islam. Demikianlah keanehan sering muncul dikalangan kita ummat Is lam yang sering bertentangan dengan kebenaran sejati.

Demikianlah saudaraku, semoga kita mendapat hidayah dari Allah swt hingga kita mampu berfikir secara benar dalam beragama. Aamin yaa Rabbal 'aalamin.

Billahi fi sabililha
hsndwsp
di Ujung Dunia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar